Waspadai Gejala Gastritis dan Lakukan Penanganan Secepatnya!


By Cindy Wijaya

Perlu diketahui bahwa gastritis adalah gangguan radang pada lambung yang harus segera ditangani dengan tepat. Rasa sakit pada lambung biasanya langsung disimpulkan sebagai gejala maag yang kadang hanya diobati dengan obat maag biasa.

Yang lebih memprihatinkan lagi ialah kurangnya kepedulian pada rasa sakit dan nyeri di lambung karena dianggap akan sembuh dengan sendirinya.

Apa Saja Gejala-Gejala Gastritis?

Lambung sebagai salah satu organ pencernaan memang sangat sensitif terhadap berbagai kondisi yang dipengaruhi oleh pola makan dan jenis dari santapan. Beberapa gejala yang sering muncul akibat gastritis antara lain adalah:

  • Timbul rasa sakit dan nyeri berkepanjangan tepat di bagian lambung, atau perut di bagian atas dan bawah.
  • Rasa sakit tersebut biasanya diikuti oleh rasa mual dan kadang-kadang ingin muntah meski hampir tak ada yang dikeluarkan.
  • Gejala yang sering ditemui adalah menurunnya nafsu makan. Bisa karena takut mengalami keluhan setelah makan atau memang sama sekali tidak punya keinginan makan.
  • Gejala yang lebih parah bisa berupa muntah darah.
  • Salah satu ciri gastritis yang parah adalah gejala berupa tinja berwarna merah agak kehitaman karena telah bercampur dengan darah.

Jika sering dibiarkan tanpa adanya penanganan atau pengobatan, maka gastritis bisa memicu sejumlah komplikasi penyakit seperti kanker lambung, tukak, atau pendarahan yang tak terkendali. Sebenarnya gastritis bisa segera disembuhkan asalkan segera melakukan pertolongan dan penanganan secepat mungkin. Oleh karena itu, harap cermati gejala-gejalanya yang berawal dari rasa sakit di sekitar perut.

Kerusakan Lapisan Lambung

Gartritis terjadi akibat selaput lendir dalam lambung yang mulai terkikis. Selaput tersebut bisa semakin rusak dan tidak berfungsi lagi sebagai pelindung lambung dari produksi asam dalam tubuh. Dalam kondisi tubuh yang normal, lambung memproduksi sejumlah enzim dan sel-sel penghasil asam yang fungsinya memperlancar mekanisme pencernaan makanan.

Nah, organ lambung dilindungi oleh lapisan lendir tersebut yang juga diproduksi secara rutin. Saat mengalami kerusakan, dinding lambung bisa mengalami iritasi dan peradangan sehingga efeknya terasa sangat nyeri dan menyakitkan di bagian perut.

Apa Sajakah yang Jadi Penyebab Gastritis?

Kalangan medis belum bisa memastikan secara tepat mengenai penyebab gartritis. Namun dari sejumlah pengamatan dan penelitian dari kasus gartritis yang selama ini terjadi, setidaknya ada sejumlah petunjuk mengenai penyebabnya. Hampir semuanya disebabkan oleh jenis makanan yang disantap setiap hari.

Sebelum mengetahui beberapa penyebab gartritis, perlu dipahami bahwa gangguan ini terdiri dari dua jenis, yaitu gartritis akut dan kronis. Jenis pertama biasanya terjadi secara tiba-tiba dan cepat, namun seketika bisa langsung pulih seolah tidak terjadi apa-apa. Sedangkan jenis yang kedua berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan bertahap. Awalnya rasa nyeri atau sakit tidak terlalu dirasakan, namun lama kelamaan semakin bertambah hebat dan cukup lama untuk disembuhkan.

Penyebab Gastritis Akut

Beberapa penyebab dari jenis gangguan ini meliputi:

  • Bahan makanan yang mengandung asam tinggi, beberapa contohnya adalah buah asam atau makanan yang telah dicampur dengan cuka.
  • Makanan pedas.
  • Konsumsi obat yang biasa dipakai untuk meredakan rasa sakit.

Penyebab Gastritis Kronis

Beberapa penyebab dari gastritis kronis antara lain adalah:

  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol.
  • Gangguan lambung akibat kurangnya vitamin.
  • Pemakaian obat terlarang.
  • Asam refluks.
  • Infeksi yang disebabkan oleh bakteri tertentu.

Bagaimana Cara Identifikasi dan Penanganan Gastritis?

Sekali mengalami gejala yang diduga gastritis, sebaiknya segera mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Proses diagnosis mungkin bisa berlangsung sedikit lama dari yang telah dibayangkan, mengingat dokter harus mengetahui riwayat kesehatan pasien, serta beberapa gejala yang pernah atau masih dialami.

Selain itu, harap diingat bahwa gastritis pada dasarnya bukanlah sebuah penyakit, merupakan gangguan atau lebih tepatnya adalah gejala yang mengarah pada penyakit tertentu. Dokter juga akan mencari tahu jenis obat apa saja yang pernah dikonsumsi sebagai bagian dari metode penyembuhan dari penyakit yang pernah diderita.

Lalu, apa saja yang akan dilakukan untuk mengidentifikasi gastritis? Dokter akan menerapkan beberapa langkah berikut:

  • Tes pernapasan, darah, dan tinja. Ketiga macam tes ini untuk menguji sampel darah dan kemungkinan infeksi dari bakteri atau virus tertentu.
  • Tes Barium. Tes ini dilakukan dengan cara memeriksa kondisi lambung apakah ada gangguan dari lapisan lendir dalam lambung.
  • Endoskopi dan Biopsi. Memeriksa saluran pencernaan dengan memasukkan selang kamera kecil dari mulut menuju perut. Tujuannya adalah menganalisis adanya gangguan dalam sistem pencernaan. Metode ini mungkin terlihat mengerikan bagi pasien yang baru pertama kali melihatnya. Oleh karena itu, dokter akan selalu menawarkan ini terlebih dahulu demi kenyamanan pasien. Selanjutnya adalah metode biopsi sebagai bagian dari metode sebelumya untuk mengecek sekaligus mendeteksi keberadaan bakteri dalam lambung.

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa gastritis mungkin bisa segera disembuhkan asalkan cepat-cepat memeriksakannya pada dokter. Beberapa obat yang direkomendasikan dokter berdasarkan hasil diagnosis antara lain adalah:

  • Antihistamin H-2, yang terdiri dari Ranitidin, Famotidine, dan Cimetidine. Tujuannya untuk menurunkan kadar asam dalam tubuh, khususnya saluran pencernaan.
  • Antasida. Hampir sama tujuannya untuk menurunkan kadar asam dalam saluran pencernaan, khususnya lambung.
  • Omeprazole, Lansoprazole, dan Esomeprazole. Tujuannya mencegah produksi asam berlebihan yang bisa mengganggu fungsi lambung.

Selain metode pengobatan yang telah direkomendasikan dokter, seorang penderita gastritis harus mulai mengubah gaya hidupnya yang tak sehat, khususnya dalam konsumsi makanan serta minuman. Hindarilah makanan yang mengandung banyak asam dan pedas. Demi memperlancar tahapan penyembuhan, sebaiknya ikuti dan taati setiap petunjuk dan rekomendasi dokter demi menangani gastritis secara tepat.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}