Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Penyebab Telinga Berdengung Penyebab Telinga Berdengung Shutterstock

Tinnitus—Kondisi Telinga Berdenging, Apa Penyebabnya?

Tinnitus adalah kondisi dimana seperti ada suara berdenging di telinga. Ini adalah masalah yang umum dialami, yang memengaruhi sekitar 1 dari antara 5 orang. Tinnitus bukanlah penyakit, melainkan hanya gejala dari suatu masalah kesehatan lain yang mendasari, misalnya gangguan pendengaran terkait usia, cedera telinga, atau kelainan sistem peredaran darah.

Walaupun mengganggu, tinnitus biasanya bukanlah pertanda sesuatu yang serius. Meskipun masalah telinga berdenging bisa bertambah buruk seraya usia bertambah, namun sering kali tinnitus bisa membaik dengan pengobatan.

Agar pengobatan efektif, sebaiknya yang lebih dulu dilakukan adalah mencari tahu apa penyebab telinga berdengung. Dengan begitu Anda bisa mengatasi masalah kesehatan yang mendasari gangguan ini, sehingga suara berdenging menjadi berkurang. Pertama-tama mari kita cari tahu apakah Anda memang mengalami gangguan tinnitus dengan mencermati gejala-gejala yang dialami.

Gejala-Gejala Telinga Berdenging

Tinnitus dicirikan dengan perasaan yang mengganggu seperti mendengar suara padahal tidak ada suara apa-apa. Gejala tinnitus mencakup beberapa jenis ilusi suara di telinga seperti: berdering, berdengung, gemuruh, mengklik, atau desis.

Nada dari ilusi suara tersebut bisa bervariasi, mulai dari suara gemuruh yang rendah hingga suara yang memekik tinggi, dan Anda juga mungkin mendengarnya di kedua telinga atau salah satu saja. Dalam beberapa kasus, suaranya bisa terdengar sangat keras sampai mengganggu kemampuan konsentrasi atau mendengar suara nyata. Tinnitus dapat muncul kapan saja, atau kambuh-kambuhan.

Terdapat 2 jenis tinnitus:

  • Tinnitus subjektif adalah tinnitus yang hanya didengar oleh Anda. Ini adalah jenis tinnitus yang paling umum. Penyebab telinga berdengung ini mungkin adalah masalah pada bagian luar, tengah, atau dalam telinga. Juga bisa disebabkan oleh masalah pada saraf-saraf pendengaran atau bagian otak yang menafsirkan sinyal saraf sebagai suara (jalur pendengaran).
  • Tinnitus objektif adalah tinnitus yang juga bisa didengar oleh dokter sewaktu beliau melakukan pemeriksaan. Penyebab telinga berdengung yang langka ini mungkin karena masalah pada pembuluh darah, kelainan tulang telinga tengah, atau kontraksi otot.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?


Sebaiknya periksa ke dokter jika masalah telinga berdenging terus mengganggu Anda. Atau jika telinga berdenging setelah Anda mengalami infeksi pernapasan atas, misalnya pilek, dan ketika telinga berdenging tidak juga membaik dalam waktu seminggu.

Selain itu telinga yang tiba-tiba berdenging atau tanpa sebab yang jelas, disertai kehilangan pendengaran atau pusing, juga harus diperiksakan ke dokter untuk mengetahui apa penyebab yang mendasarinya.

Penyebab Telinga Berdengung

Terdapat beragam masalah kesehatan yang dapat menjadi penyebab telinga berdengung, atau setidaknya memperparah gejala tersebut. Sayangnya dalam banyak kasus penyebab pastinya tidak pernah ditemukan.

Penyebab telinga berdengung umumnya adalah kerusakan sel pada telinga bagian dalam. Rambut-rambut halus kecil di bagian dalam telinga bergerak mengikuti tekanan dari gelombang-gelombang suara. Hal ini memicu sel-sel telinga untuk mengeluarkan sinyal elektrik melalui saraf dari telinga menuju ke otak.

Otak kemudian menafsirkan sinyal-sinyal tersebut sebagai suara. Jika rambut-rambut halus di dalam telinga bagian dalam tertekuk atau rusak, mereka bisa mengeluarkan sinyal-sinyal elektrik acak yang tak semestinya menuju ke otak, sehingga menyebabkan telinga berdenging.

Penyebab telinga berdengung yang lain adalah masalah telinga lainnya, masalah kesehatan kronis, dan cedera atau kondisi lain yang memengaruhi saraf-saraf di dalam telinga atau pusat pendengaran pada otak.

Penyebab Umum Telinga Berdengung

Gangguan tinnitus pada banyak orang disebabkan oleh salah satu dari kondisi di bawah ini:

  • Gangguan pendengaran terkait penuaan. Banyak orang tua yang berusia di atas 60 tahun mulai mengalami gangguan pendengaran. Hal ini turut menjadi penyebab tinnitus. Istilah medis untuk jenis gangguan pendengaran ini adalah presbikusis.
  • Sering mendengar suara keras. Suara-suara keras, misalnya dari alat berat, gergaji mesin, dan senjata api, merupakan sumber umum gangguan pendengaran yang terkait dengan kebisingan. Pemutar musik portable, seperti pemutar MP3 atau iPod, juga merupakan penyebab gangguan pendengaran jika diputar dengan suara keras dalam waktu lama. Tinnitus yang muncul setelah mendengar suara keras dalam waktu singkat, misalnya setelah menghadiri konser musik, biasanya akan hilang; tapi mendengar suara keras dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan permanen.
  • Penyumbatan serumen. Serumen melindungi saluran telinga dengan mengumpulkan kotoran dan memperlambat pertumbuhan bakteri. Bila terlalu banyak kotoran telinga yang terkumpul, maka serumen jadi terlalu sulit dibersihkan secara alami, sehingga menyebabkan gangguan pendengaran atau iritasi pada gendang telinga, yang dapat menjadi penyebab tinnitus.
  • Perubahan tulang telinga. Pengerasan tulang-tulang di bagian tengah telinga (otosklerosis) mungkin memengaruhi pendengaran serta menyebabkan telinga berdenging. Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan tulang tidak normal yang cenderung diturunkan dari orang tua.

Penyebab Telinga Berdengung Lainnya

Beberapa penyebab tinnitus lainnya tidak begitu umum, antara lain:

  • Penyakit Meniere. Tinnitus bisa menjadi gejala awal dari penyakit Meniere, yaitu sejenis kelainan telinga bagian dalam yang dapat disebabkan oleh tekanan tidak normal dari cairan di telinga dalam.
  • Gangguan sendi temporomandibular. Masalah pada sendi ini—yaitu sendi pada setiap sisi kepala di depan telinga, dimana tulang rahang bawah bertemu dengan tengkorak—dapat menyebabkan tinnitus.
  • Cedera kepala atau leher. Cedera pada kepala atau leher bisa memengaruhi telinga bagian dalam, saraf-saraf pendengaran, atau fungsi otak yang berkaitan dengan pendengaran. Cedera seperti ini biasanya menyebabkan tinnitus hanya pada satu telinga.
  • Neuroma akustik. Tumor non-kanker (jinak) ini berkembang pada saraf kranial yang membentang dari otak ke telinga bagian dalam, dan mengendalikan keseimbangan serta pendengaran. Tumor ini pada umumnya menyebabkan tinnitus hanya di satu telinga.

Gangguan pembuluh darah berkaitan dengan tinnitus

Dalam kasus-kasus yang langka, penyebab telinga berdengung adalah gangguan pada pembuluh darah. Jenis tinnitus ini disebut sebagai tinnitus pulsatile. Gangguan-gangguan pembuluh darah tersebut misalnya:

  • Aterosklerosis. Seraya usia bertambah dan kolesterolmenumpuk, pembuluh darah utama di dekat telinga bagian tengah dan dalam kehilangan sejumlah kelenturannya—kemampuan untuk sedikit melentur atau melebar pada setiap detak jantung. Hal itu menyebabkan aliran darah menjadi lebih kuat, sehingga memudahkan telinga mendeteksi detak jantung. Anda biasanya bisa mendengar jenis tinnitus ini di kedua telinga.
  • Tumor pada kepala dan leher. Tumor yang menekan pembuluh darah di kepala atau leher (neoplasma vaskular) dapat menyebabkan tinnitus dan gejala-gejala lain.
  • Tekanan darah tinggi. Darah tinggi serta faktor-faktor lain yang meningkatkan tekanan darah, misalnya stres, konsumsi alkohol dan kafein, dapat membuat tinnitus menjadi lebih terdengar.
  • Gangguan aliran darah. Penyempitan atau pengkusutan pada pembuluh arteri leher (arteri karotid) atau vena di leher (vena jugularis) bisa menyebabkan aliran darah menjadi bergejolak dan tidak beraturan, lalu memicu tinnitus.
  • Kelainan bentuk kapiler. Suatu kondisi bernama arteriovenous malformation (AVM), yang secara tidak normal menghubungkan arteri dengan vena, dapat menyebabkan tinnitus. Jenis tinnitus ini umumnya hanya ada di satu telinga.

Pengobatan yang dapat menyebabkan tinnitus

Ada beberapa jenis obat yang dapat menjadi penyebab telinga berdengung atau setidaknya memperparah. Secara umum, semakin tinggi dosis dari obat-obatan ini, maka semakin parah tinnitus. Biasanya suara mengganggu di telinga akan menghilang setelah menghentikan penggunaan obat-obatan ini. Obat tersebut antara lain:

  • Antibiotik, termasuk polymyxin B, erythromycin, vancomycin, dan neomycin.
  • Obat-obatan kanker, termasuk mechlorethamine dan vincristine.
  • Obat pencahar (diuretik), misalnya bumetanide, asam ethacrynic, atau furosemide.
  • Obat kina yang digunakan untuk mengobati malariaatau masalah kesehatan lain.
  • Obat-obat antidepressan tertentu bisa memperparah tinnitus.
  • Aspirin yang diminum dalam dosis tinggi (biasanya selama 12 kali atau lebih dalam sehari).

Masalah telinga berdenging yang parah bisa sangat mengganggu kehidupan seseorang. Apabila Anda juga menderita gangguan telinga ini, ada baiknya periksa ke dokter THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan). Dokter dapat membantu Anda mencari apa penyebab dibalik telinga berdenging.

Sebagaimana sudah disebutkan di awal artikel, mencari tahu dan mengatasi masalah kesehatan penyebab telinga berdengung adalah langkah tepat untuk mengurangi gangguan yang ditimbulkannya. Dan jika Anda punya kebiasaan yang membahayakan pendengaran, misalnya sering mendengar musik dalam suara keras, sebaiknya mulai sekarang hentikan kebiasaan tak sehat itu.

FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram

Log In or Register