Sakit Lupus: Kenali Sekarang Sebelum Terlambat

491

Diedit:

Sakit lupus, seperti yang sudah diketahui oleh Anda jika penyakit ini adalah penyakit yang wajib untuk diwaspadai dan tidak boleh dipandang sebelah mata saja. Itu karena sakit lupus bisa mengakibatkan macam-macam gangguan ke fungsi dari organ tubuh Anda. Apabila Anda masih belum mengerti tentang penyakit ini, maka sekarang waktunya bagi Anda untuk mengenal lebih jauh.

Di sini kami akan mencoba menghadirkan informasi terkait penyakit lupus lebih jauh. Lupus walaupun termasuk penyakit yang cukup jarang memperoleh perhatian pemerintah, tetapi sudah cukup banyak korban yang disebabkan karenanya, termasuk di negara Indonesia. Anda juga sebaiknya jangan menganggap remeh sakit lupus ini. Mari baca selengkapnya.

Sakit Lupus Setara dengan Kanker

Sama layaknya penyakit kanker, penyakit lupus juga telah memakan banyak korban dan bersifat berbahaya. Penyakit ini termasuk type penyakit yang mematikan, banyak pasien lupus dari berbagai belahan dunia yang tak tertolong. Hingga sekarang ini, orang yang menderita sakit lupus sudah menggapai jumlah 5.000.000 orang, bahkan lebih dari 100.000 kasus per tahunnya.

Mungkin Anda bingung, mengapa penyakit ini dinamai lupus, karena lupus sendiri memiliki arti anjing hutan dari bahasa latinnya. Istilah tersebut sudah dikenal sejak 1 abad yang lalu. Awal-awal, penderita sakit lupus banyak dikira mengalami sakit kulit, yakni kemerahan pada pipi dan hidung, padahal kenyataannya mereka bukan terkena penyakit kulit biasa.

Para penderita sakit lupus juga akan mengalami bercak merah pada bagian lengan dan wajah mereka, juga rasa lelah dan panas yang berkepanjangan, selain itu para penderita lupus juga akan mengalami rambut rontok, sariawan dan juga masalah persendian yang bengkak.

Untuk diketahui bahwa sakit lupus tak hanya akan menyerang bagian kulit saja, melainkan juga dapat menyerang hampir keseluruhan organ tubuh seseorang. Karena itu, penyakit ini tak boleh diremehkan. Gejala dari sakit lupus disebut juga dengan LES atau Lupus Eritomatosus Sistemik – Eritomatosus memiliki arti kemerahan, sementara sistemik memiliki arti menyebar luas menuju berbagai organ tubuh manusia.

Baca juga:  Kanker Dapat Disebabkan oleh Penyakit Lupus

Gejala Umum Sakit Lupus

Gejala umum dari pasien sakit lupus antara lain:

  • Seseorang yang terserang lupus akan merasa lemah. Kelelahan akan sering menimpa pasien lupus, bahkan kelelahan yang terjadi serasa cukup parah, berbeda dibandingkan kelelahan pada umumnya. Selain itu pasien sakit lupus juga akan merasa pegal-pegal dan demam. Tanda-tanda ini khususnya diperoleh saat masa aktif, sementara ketika masa non aktif atau remisi, gejala kelelahan karena lupus pun akan sirna.
  • Gejala kedua dari seseorang yang terkena sakit lupus adalah kulit jadi mudah gosong karena sinar matahari. Selain itu juga muncul gangguan pada pencernaan.
  • Yang paling terlihat dari pasien lupus adalah ruam merah yang muncul membentang pada kedua sisi pipi, bentuknya sama seperti kupu-kupu. Seringkali kondisi ini dinamakan butterfly rash. Orang dengan sakit lupus juga dapat mengalami ruam merah yang layaknya cakram muncul pada kulit keseluruhan tubuh, bersisik dan kadang menonjol. Melihat tanda-tanda dari penyakit lupus yang cukup banyak, wanita yang mengalami beberapa gejala tersebut, minimal 2 saja, sudah dapat dicurigai mengidap sakit lupus.
  • Penyakit lupus juga dapat menyebabkan gangguan anemia pada penderitanya. Itu karena lupus akan menghancurkan sel darah merah, sehingga pasien lupus akan kekurangan sel darah merah tersebut.
  • Rambut rontok berlebihan juga merupakan ciri-ciri dari seseorang yang terserang sakit lupus.

Penyakit Sistem Imunitas

Sakit lupus adalah penyakit sistem antibodi tubuh, jadi jaringan di dalam tubuh itu dianggap benda asing oleh tubuh, di sini dapat dilihat jika sistem imunitas pasien lupus menjadi salah dalam menjalankan fungsinya. Karena itu, sistem imunitas yang seharusnya melindungi, jika terserang sakit lupus akan berbalik menyerang, sistem imunitas akan menyerang sistem dari organ tubuh manusia.

Baca juga:  Kenal Lebih Dalam mengenai Penyakit Lupus

Sistem organ tubuh yang diserang mulai dari jaringan otot, kulit, ginjal, ulang, sistem kardiovaskular, sistem saraf, lapisan paru-paru, organ paru-paru, sistem pencernaan, hati, otak, mata, sel-sel darah, pembuluh darah hingga otak. Sakit lupus menyerang hampir semua organ tubuh.

Sistem Imunitas Berlebih

Sakit lupus diduga terjadi karena sistem imunitas tubuh yang berlebihan. Tubuh manusia itu seharusnya mempunyai kekebalan dalam menjaga serta menyerang benda asing yang masuk dalam tubuh agar tubuh senantiasa sehat, benda asing ini salah satunya adalah bakteri. Tetapi karena sakit lupus, akhirnya organ tubuh yang seharusnya dijaga justru malah diserang oleh sistem imunitas tubuh. Kelainan karena lupus ini memiliki sebutan autoimunitas.

Antibodi yang berlebih tersebut dapat masuk dan menyerang sel tubuh secara langsung; Yang kedua antibodi berlebih tersebut dapat bergabung bersama antigen atau zat perangsang yang berperan sebagai pembentukan antibodi –Lalu membentuk ikatan kompleks imun. Kombinasi antara antigen dan antibodi ini akan mengalir bersama darah, kemudian hingga tersangkut pada pembuluh darah kapiler lalu mengakibatkan peradangan di tubuh penderita sakit lupus.

Di keadaan yang normal, kompleks tersebut dibatasi sel-sel radang atau fagosit. Namun untuk keadaan yang abnormal, kompleks tersebut tak bisa dibatasi sempurna. Justru sel radang tersebut bertambah banyak sembari mengeluarkan enzim, yang akan menyebabkan peradangan pada sekitar kompleks. Hingga pada akhirnya terjadi proses peradangan yang berkepanjangan serta dapat merusak organ tubuh juga mengganggu fungsi organ tubuh. Anda akan melihat ini sebagai gejala sakit lupus. Dalam jangka panjang, fungsi dari organ tubuh akan ikut terganggu.