Rasa Kesepian Bisa Merugikan diri Anda: Bagaimana Cara Mengatasi Kesepian?


By Cindy Wijaya

Memang ada waktunya seseorang merasa butuh waktu untuk sendirian di tempat yang sunyi, entah itu untuk menyalurkan hobi seperti membaca buku, atau supaya bisa berpikir dengan jernih. Tetapi menghabiskan terlalu banyak waktu sendiri dapat menimbulkan rasa kesepian. Dan rasa kesepian bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik Anda. Kabar baiknya, Anda bisa menghindarinya dengan cara mengatasi kesepian ini.

Dibalik Penyebab Kesepian

Kesendirian dan kesepian bukanlah dua hal yang sama. Dari segi pengertian menurut kamus, kesendirian memaksudkan situasi saat seseorang tidak berinteraksi dengan orang lain atas keinginannya sendiri. Sedangkan kata kesepian seringkali menyiratkan rasa keterasingan yang dibarengi dengan keinginan yang besar untuk memiliki teman.

Bisa disimpulkan, kesendirian bisa jadi situasi yang menyenangkan dan bermanfaat. Misalnya ketika Anda memang butuh waktu untuk menenangkan diri atau merenung. Namun sebaliknya, kesepian merupakan bentuk perasaan yang menyakitkan. Apa yang jadi penyebab kesepian?

  • Hubungan tanpa emosi. Teknologi seakan sudah menggantikan keinginan orang-orang untuk saling bertemu dan bercakap-cakap. Banyak orang merasa sudah cukup berkomunikasi hanya dengan mengirim SMS atau chatting dan malas untuk bertemu langsung. Namun, hubungan komunikasi yang tanpa emosi tersebut justru bisa membuat Anda semakin kesepian.
  • Berpindah-pindah rumah. Krisis ekonomi telah memaksa banyak orang untuk pindah tempat tinggal akibat pindah pekerjaan. Karena pindah pekerjaan, mereka terpaksa harus meninggalkan sekolah, tetangga, sahabat, dan bahkan keluarga mereka. Keadaan lebih parah harus dirasakan mereka yang pindah ke tempat yang berbeda bahasa, budaya, dan iklim. Seringkali mereka sulit menyesuaikan diri dan tidak punya teman akrab.
  • Kematian orang yang dicintai. Kematian seorang teman hidup meninggalkan luka dan perasaan hampa yang mendalam bagi pasangan hidupnya, terlebih apabila mereka sudah hidup bersama untuk waktu yang lama. Perasaan kesepian yang kuat akan sering muncul.
  • Kelajangan yang terpaksa. Rasa kesepian kadang kala dialami oleh mereka yang belum menikah karena belum menemukan pasangan yang cocok. Perasaaan kesepian bisa semakin kuat ketika ada yang mengajukan pertanyaan yang kedengarannya menyakitkan, misalnya “kenapa kamu belum menikah juga?”
  • Usia muda. Tak sedikit anak remaja yang mengaku merasa kesepian. Banyak dari mereka yang ketagihan hiburan yang bisa dilakukan sendirian, misalnya bermain game elektronik, menghabiskan berjam-jam untuk surfing di internet, atau menonton TV. Karena keseringan menghabiskan waktu sendirian, mereka tidak punya teman akrab dan kerap merasa kesepian.
  • Usia tua. Para lansia mungkin sering kesepian, meskipun anggota keluarganya tidak mengabaikan mereka. Kerabat dan sahabat mereka mungkin datang berkunjung di waktu-waktu tertentu, namun ada waktu-waktu lain—adakalanya berhari-hari bahkan berminggu-minggu ketika tidak ada satupun yang mengunjunginya.

Siapapun dapat mengalami kesepian, dan tampaknya problem ini semakin banyak dirasakan—bahkan oleh orang-orang yang kelihatannya punya banyak teman. Bagaimana caranya kesepian bisa diatasi?

Bagaimana Cara Mengatasi Kesepian?

Apakah Anda kesepian? Sebelum berpasrah pada keadaan, ada baiknya menanyai diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut yang bisa membantu evaluasi pribadi dan menemukan solusi mengatasi perasaan kesepian.

“Perlukah Saya Mengubah Sudut Pandang?”

Semua orang bisa kesepian, dan itu wajar. Tetapi yang jadi masalah adalah ketika Anda terus-menerus merasa kesepian. Mungkin itu tanda ada yang perlu disesuaikan dari cara pandang Anda terhadap kehidupan. Masalah bisa muncul dari cara Anda bersikap saat bersama orang lain. Ada yang seolah menaruh pagar kawat berduri di sekitarnya sehingga orang lain tidak mau berteman.

Untuk mengatasinya, adakalanya hanya diperlukan mengubah sudut pandang. Ada pengalaman dari Sabine yang berimigrasi ke Inggris. “Butuh waktu agar kepercayaan tumbuh diantara teman-teman baru supaya bisa nyaman dan percaya diri ketika bergaul bersama. Cobalah tanya latar belakang mereka. Kita bisa mencari sesuatu yang baik dari orang lain dan belajar kebudayaan mereka.”

“Apakah Saya Menarik Diri dari Orang Lain?”

Tanyailah diri sendiri, “Apakah saya menjauhi orang lain? Mungkinkah orang lain jadi lebih ramah kalau saya juga lebih ramah?” Kalau Anda merasa itu penyebab dijauhi orang, cobalah untuk lebih supel. Berinisiatiflah mengajak bicara orang lain yang tampaknya kesepian juga. Bisa jadi satu pertanyaan saja menjadi awal dari persahabatan seumur hidup.

Banyak orang yang kesepian berusaha mengatasinya dengan berlama-lama bermain video game, surfing internet, atau menonton TV. Namun justru kegiatan-kegiatan mengasingkan diri ini dapat membuat mereka merasa kesepian lagi. Televisi dan game elektronik dapat membuat seseorang jadi begitu kecanduan sampai-sampai tidak berminat lagi menjalin pertemanan.

“Apakah Saya Sering Berpikiran Negatif?”

Pesimistis dan perasaan rendah diri seringkali jadi penghalang terciptanya suatu persahabatan. Seorang remaja 15 tahun asal Ghana, Abigail, mengatakan, “Adakalanya pikiran negatif bikin saya merasa kesepian. Saya jadi merasa tidak berguna dan tidak disayangi.” Jadi, yakinkan diri bahwa dengan berinisiatif mendekati dan membantu orang lain yang membutuhkan, orang tersebut tidak akan menganggap Anda tidak berguna. Mungkin ia akan membalasnya dengan menjadi sahabat Anda.

Tidak ada cara kilat untuk mengatasi kesepian. Namun Anda bisa berhasil mengatasinya dengan menerapkan prinsip ini, “perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan orang lain.” Dekatilah orang-orang yang bisa dijadikan sahabat untuk berbagi cerita dan melepas kesepian. Jika ingin orang lain ramah, Anda mesti terlebih dulu ramah kepadanya. Jika ingin orang lain berteman dengan Anda, terlebih dulu jadilah teman baginya

Cara mengatasi kesepian lain yang praktis ialah dengan keluar dari rumah dan lakukan sesuatu yang berguna. Misalnya dengan berjalan-jalan ke taman atau ke luar kota, jika mungkin. Dan ketika tiba saatnya sendirian di rumah, jangan ratapi kesendirian Anda. Sebaliknya lakukanlah pekerjaan yang kreatif, misalnya menjahit, menggambar, memperbaiki sesuatu, atau membaca. Dengan mengasah kreatifitas dan membuat diri sibuk, Anda bisa menghilangkan rasa kesepian yang sering datang di kala sendirian.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.