PPS (Post-Polio Syndrome): Bagaimana Cara Membantu Penderita Sindrom Pasca Polio?

478
Google Image

Diedit:

Jika Anda tidak tahu bantuan apa yang sebaiknya diberikan bagi penderita sindrom pasca polio, tips berikut bisa jadi membantu. Hal penting yang dibutuhkan saat Anda merawat orang sakit adalah pengertian, sehingga Anda tahu apa kebutuhan mereka. Mari kita simak artikel berikut ini!

Penggunaan Alat Bantu

Ketahuilah penderita sindrom pasca polio bisa jadi mengalami kelelahan dan kelumpuhan karena sel motorik yang telah bekerja keras, dengan demikian ujung-ujung saraf perlahan akan putus atau mati. Maka dari itu, penggunaan alat bantu yang mengurangi kelelahan dapat melambatkan proses kerusakan pada saraf motorik tersebut.

Alat bantu dapat berupa tongkat, alat penyangga, kursi roda, dan skuter. Selain itu ada juga sepatu khusus yang dirancang untuk penderita polio sehingga tidak mudah jatuh sewaktu berjalan. Ingatlah penderita polio seringkali memiliki ukuran kaki yang berbeda dari segi panjang lutut atau telapak kaki.

Selain alat bantu berjalan, adapula alat bantu pernapasan yang dibutuhkan oleh penderita polio bulbar yang mengharuskan kebanyakan orang untuk memakai paru-paru besi atau alat sejenisnya. Karena komunikasi dengan otot dapat bermasalah saat merasa dingin, pasien sebaiknya menggunakan selimut listrik atau botol karet yang terisi air panas.

Olahraga Aerobik Ringan

Sekali lagi aktivitas apapun termasuk olahraga hendaknya di perhatikan, seorang penderita sindrom pasca polio tidak boleh mengalami kelelahan, juga tidak boleh diam saja tanpa gerak tubuh. Maka dari itu, pilihan olahraga harus dibicarakan terlebih dahulu dengan dokter pribadi Anda.

Jika kondisi pasien memungkinkan, berenang maupun terapi kolam air hangat merupkan aktivitas yang baik dalam meningkatkan fungsi jantung maupun peredaran darah, tanpa kerja otot yang menyebabkan tegang—ingat agar anggota keluarga selalu mengawasi pasien yang sedang berolahraga dan tahu tindakan apa yang perlu dilakukan sewaktu kejadian tak terduga terjadi.

Baca juga:  PPS (Post-Polio Syndrome): Apakah Anda Mengalami Sindrom Pasca Polio?

Ada baiknya jika olahraga dilakukan dengan bantuan ahli terapi profesional yang bertanggung jawab. Olahraga sebaiknya dilakukan perlahan dengan pemanasan lebih dahulu yang berfokus pada peregangan atau aerobik umum lainnya. Olahraga dikatakan berlebihan jika Anda mengalami kelelahan atau merasa sakit dengan durasi lebih dari 1 jam.

Waspadai Obat Pereda Nyeri

Karena nyeri yang tak tertahankan, beberapa orang menggunakan obat pereda nyeri, namun seringkali sifatnya hanya sementara dan menimbulkan efek samping yang parah. Obat pereda nyeri atau anti-radang dapat memperparah kelumpuhan yang di derita, seringkali terapi tertentu lebih efektif mengatasi nyeri. Penggunaan obat demikian juga hendaknya di konsumsi berdasarkan anjuran dokter.

Menurut Dokter Richard L. Bruno, yang berasal dari Institut Rehabilitasi Kessler, dengan tegas menyatakan agar “mereka yang pernah menderita polio tidak menjalani pembedahan tanpa rawat inap apapun alasannya”. Proses pemulihan karena menggunakan obat pereda nyeri menjadi lebih lama dari pada pasien lainnya, maka dari itu Anda memerlukan konsultasi medis dengan dokter bedah atau ahli anestesi.

Istirahat Pemulih Stamina

Walau tidak melakukan aktivitas berat, seorang penderita polio bisa saja mengalami penurunan stamina, hal ini dapat memicu stres karena rasa nyeri yang berlangsung terus-menerus dan kelumpuhan yang sering muncul. Untuk menghindari hal ini, kebanyakan dokter menganjurkan agar pasien mendapat cukup banyak istirahat dan berhenti melakukan aktivitas sewaktu rasa lelah timbul. Demikianlah cara membantu penderita sindrom pasca polio.

Advertisement
Alinesia