Pneumonia: Penyakit yang Dijuluki “Paru-Paru Basah”

496

Diedit:

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang dapat membuat seseorang menjadi sangat sakit. Jika diderita oleh seseorang yang fisiknya kuat mungkin ia tidak perlu menjalani rawat inap. Tapi apabila pasien tersebut adalah bayi, orang tua, dan orang yang menderita penyakit lain (komplikasi), ia boleh jadi harus diopname. Ini menunjukkan adanya potensi risiko fatal dari pneumonia. Apa penyebab pneumonia dan bagaimana cara mencegahnya?

Apa Penyebab Pneumonia?

Ada cukup beragam penyebab dari pneumonia, yang paling umum yakni bakteri dan virus yang bertebaran di udara (masuk melalui pernapasan). Anda hanya akan terinfeksi virus/bakteri penyebab pneumonia apabila sistem imun kewalahan dalam upayanya membentengi tubuh dari virus/bakteri. Ini dapat terjadi bahkan pada saat kondisi tubuh sedang bugar.

Bakteri, contohnya Streptococcus pneumoniae. Dapat terjadi melalui infeksi langsung maupun setelah Anda terkena flu atau pilek. Biasanya mempengaruhi salah satu paru-paru—kondisi yang disebut pneumonia lobar.

Organisme menyerupai bakteri, contohnya Mycoplasma pneumoniae, yang seringkali hanya menimbulkan gejala paling ringan dibandingkan gejala yang dihasilkan penyebab pneumona lainnya.

Virus, termasuk virus-virus yang juga menyebabkan pilek atau flu. Virus adalah penyebab utama dari kasus pneumonia pada anak-anak kurang dari 2 tahun.

Fungi, terdapat pada tanah dan dalam kotoran unggas. Sangat rentan menyerang mereka yang sistem imunnya sedang lemah serta yang telah menghirup organisme fungi dalam jumlah besar.

Gejala Pneumonia—Paru-paru Basah

Gejala pneumonia bervariasi dari ringan sampai berat, tergantung pada faktor penyebabnya, usia, serta kondisi kesehatan kala terinfeksi. Gejala ringan hampir serupa dengan gejala pilek/flu, hanya saja ini berlangsung lebih lama. Beberapa gejala pneumonia:

  • Demam, berkeringat dan menggigil
  • Temperatur tubuh lebih rendah dari biasanya
  • Batuk, mungkin disertai dahak kental dan berlendir
  • Nyeri dada ketika batuk atau menarik napas dalam
  • Sesak napas
  • Kelelahan dan nyeri otot
  • Mual, muntah, juga diare
  • Sakit kepala

Bagaimana Cara Mencegah Pneumonia?

  • Rutin vaksin flu setiap tahun efektif mencegah pneumonia yang disebabkan oleh virus influenza.
  • Vaksin pneumonia untuk Anda yang bekerja di fasilitas kesehatan, perokok, serta siapapun yang berusia lebih dari 65 tahun. Vaksin ini ampuh melawan bakteri Streptococcus pneumoniae.
  • Berikan vaksin pada anak Anda. Dokter merekomendasikan vaksin pneumonia yang berbeda bagi semua anak berusia kurang dari 2 tahun dan bagi anak usia 2-5 tahun yang sangat berisiko terinfeksi.
  • Terapkan gaya hidup bersih. Contohnya dengan rajin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol.
  • Tidak merokok sebab dapat merusak pertahanan alami paru-paru terhadap infeksi pernapasan.
Baca juga:  Penyakit Pneumonia dan Cara Menyembuhkannya

Perawatan bagi pasien pneumonia melibatkan mengobati infeksi serta mencegah terjadinya komplikasi. Terdapat berbagai metode perawatan bergantung pada jenis penyebab pneumonia serta tingkat keparahannya. Anda harus memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan pengobatan yang tepat. Dokter Anda mungkin meresepkan obat antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri atau obat antivirus guna mengobati infeksi virus.

Di samping minum obat, Anda pun dianjurkan untuk istirahat di rumah sampai suhu tubuh kembali normal dan berhenti batuk dahak. Minumlah banyak air supaya flek-flek di paru-paru dapat luruh. Pneumonia dapat pulih lebih cepat dengan kombinasi antara obat dan istirahat.

Advertisement
Alinesia