Perdarahan Dalam: Penyebab, Tanda-Tanda, dan Cara Penanganannya


By Cindy Wijaya

Tidak seperti perdarahan luar, perdarahan dalam tidak selalu kelihatan tetapi sama-sama bisa berbahaya, khususnya pada anak kecil dan ibu hamil. Tanpa penanganan yang tepat, perdarahan itu bisa menyebabkan komplikasi seperti syok (renjatan) hingga kematian jaringan. Jadi ketahuilah apa saja tanda-tanda pendarahan dalam dan bagaimana penanganannya.

Pendarahan dalam disebut juga pendarahan internal, dan dapat sangat bervariasi dalam setiap kasusnya. Pendarahannya mungkin terjadi lambat dan tersembunyi, atau sebaliknya, terjadi cepat dan gampang terlihat.

Juga mungkin terjadi dengan sedikit tanda-tanda perdarahan, atau disertai syok dan kehilangan kesadaran. Penyebabnya pun berbeda-beda, ada yang bisa diketahui jelas, ada juga yang tidak jelas.

Sayangnya, bahkan dalam kasus trauma, perdarahan internal mungkin tidak segera terlihat, dan dibutuhkan pemeriksaan medis yang teliti untuk mendeteksinya.

Seberapa banyak pendarahan itu tidak selalu mencerminkan tingkat keparahan kondisi. Darah dalam jumlah besar dapat terkumpul di beberapa bagian tubuh sebelum gejala atau komplikasi terjadi. Sebaliknya, bahkan sejumlah kecil perdarahan di daerah vital dapat menyebabkan gejala besar atau bahkan kematian.

Apa Penyebab Perdarahan Dalam?

Dengan mengetahui apa saja kondisi yang dapat menyebabkan perdarahan internal akan membantu Anda untuk mengenali gejala-gejalanya, jika itu terjadi. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab pendarahan dalam:

Trauma

Trauma yang dimaksud di sini adalah cedera fisik yang cukup berat. Ada sejumlah mekanisme dimana trauma dapat menyebabkan perdarahan internal, dan kadang-kadang bisa terjadi lebih dari satu perdarahan di waktu bersamaan. Mekanisme-mekanisme itu antara lain:

  • Trauma tembus (penetrasi): Ketika suatu benda memasuki tubuh, benda itu dapat melukai struktur apapun di jalurnya dan juga menyebabkan tekanan pada struktur di sekitarnya.
  • Trauma tumpul: Trauma tumpul bisa lebih berbahya dan mungkin tidak ada tanda-tanda perdarahan dalam pada awalnya. Namun, ini adalah penyebab umum pendarahan dalam.
  • Cedera deselerasi: Ketika deselerasi cepat terjadi, misalnya saat kecelakaan mobil, dapat terjadi robekan di pembuluh darah atau di “tangkai” dimana organ-organ saling terhubung. Deselerasi juga dapat menyebabkan cedera otak, seperti hematoma subdural.
  • Fraktur (keretakan atau keadaan patah): Sebagian fraktur berdarah lebih daripada fraktur lainnya. Fraktur tulang panjang pada lengan, kaki, panggul sering menyebabkan perdarahan yang cukup banyak. Retakan dari tulang juga bisa merobek pembuluh darah dan jaringan lain.

Aneurisma

Penipisan dan pembesaran pembuluh darah dapat menyebabkan pecah atau bocor. Kadang, pecahnya didahului oleh aktivitas yang intens, kadang juga bisa terjadi saat istirahat atau bahkan saat tidur. Aneurisma dapat terjadi di hampir semua pembuluh darah, tapi yang lebih umum terjadi di otak, di aorta dada, dan di aorta perut.

Gangguan Pendarahan dan Obat Pengencer Darah

Gangguan pendarahan dapat menyebabkan perdarahan secara spontan atau memperbesar kemungkinan terjadinya perdarahan internal bila dikombinasikan dengan penyebab lain. Beberapa gangguan ini, misalnya hemofilia, biasanya terlihat sejak lahir. Sedangkan beberapa gangguan lain yang ringan mungkin tidak terlihat sampai dewasa.

Obat-obatan seperti antikoagulan (pengencer darah) dan penghambat trombosit juga dapat memperbesar risiko pendarahan dalam. Dewasa ini dengan meningkatnya penggunaan obat-obatan ini, maka mengetahui tanda-tanda perdarahan dalam menjadi lebih penting lagi.

Obat-obatan lain seperti aspirin dan OAINS seperti ibuprofen juga meningkatkan risiko. Sama halnya juga dengan sejumlah jenis vitamin dan suplemen makanan.

Apa Saja Tanda-Tanda Perdarahan Dalam?

Penting untuk diketahui bahwa seberapa parah pendarahan itu tidak selalu dicerminkan oleh gejala-gejala yang tampak. Dalam kasus trauma, tidak adanya tanda-tanda perdarahan dalam di awal tidak berarti bahwa orang itu baik-baik saja.

Kadang, kerusakan pada hati atau limpa, misalnya akibat kecelakaan kendaraan bermotor, baru akan terlihat beberapa jam atau bahkan berhari-hari setelah kecelakaan.

Perhatikan sejumlah tanda-tanda yang mungkin menunjukkan adanya pendarahan dalam berikut ini:

Seperti Ingin Pingsan atau Lemas

Akibat kehilangan darah yang cepat, atau kehilangan banyak darah, Anda mungkin merasa ingin pingsan dan badan terasa lemas. Dalam kasus kehilangan darah yang terjadi secara lambat atau kehilangan darah dalam jumlah kecil, gejala ini mungkin baru terasa saat hendak berdiri.

Rasa Sakit

Rasa sakit adalah gejala umum dari pendarahan internal, karena darah sifatnya sangat mengiritasi terhadap jaringan-jaringan. Gejala-gejala speerti sakit perut yang parah atau sakit kepala yang berat harus selalu diperiksakan ke dokter.

Pada sejumlah area di tubuh, rasa sakit mungkin hanya terasa di area pendarahan. Sedangkan pada area-area tubuh tertentu seperti di perut, rasa sakit mungkin tidak selalu hanya terjadi di perut. Bahkan ketika darah di perut mengiritasi diafragma, rasa sakitnya terutama dirasakan di pundak.

Memar

Memar di bagian tubuh tertentu kadang merupakan tanda-tanda spesifik dari perdarahan dalam. Memar di sekitar pusar disebut sebagai tanda Cullen, dan menunjukkan pendarahan internal di perut.

Memar di antara tulang rusuk dan pinggul di sisi perut dikenal sebagai tanda Gray Turner, yang menunjukkan perdarahan di perut atau ruang retroperitoneal.

Sedangkan memar-memar di tempat lain juga dapat menunjukkan adanya perdarahan internal, misalnya jika memar yang meluas timbul di anggota-anggota badan mengalami fraktur atau dekat dengan fraktur itu.

Sesak Napas

Sesak napas atau ketidakmampuan untuk menarik napas dalam, bisa menjadi tanda-tanda perdarahan dalam di bagian tubuh manapun. Akibat kehilangan darah, ada lebih sedikit sel darah merah dan hemoglobin yang diedarkan untuk membawa oksigen menuju jaringan-jaringan, dan kekurangan oksigen ke jaringan-jaringan dapat menyebabkan sesak napas.

Dan sesak napas juga sering terjadi pada pendarahan di rongga dada, atau saat penumpukan darah di perut mendorong diafragma ke atas, membatasi aliran udara ke paru-paru.

Nyeri Dada atau Pundak

Pendarahan ke dalam dada dapat menyebabkan nyeri dada, dan pendarahan ke dada atau perut (disertai iritasi diafragma) dapat menyebabkan nyeri pundak. Nyeri dada juga dapat menjadi gejala perdarahan internal di bagian tubuh manapun, karena kekurangan oksigen yang diedarkan ke arteri koroner yang memberi makan jantung.

Kesemutan di Tangan dan/atau Kaki

Rasa kesemutan di tangan dan kaki umum menjadi gejala pendarahan dalam, dan punya beberapa penyebab. Akibat kehilangan darah, tubuh sering mengurangi peredaran darah ke tangan dan kaki, lalu memfokuskan peredaran darah ke organ-organ vital seperti jantung dan otak.

Perdarahan internal juga dapat menyebabkan kondisi hiperventilasi, baik karena rasa sakit atau karena upaya untuk meningkatkan pengiriman oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini juga bisa menimbulkan gejala kesemutan di tangan dan kaki.

Perubahan Penglihatan dan Gejala-Gejala Saraf Lain

Perubahan penglihatan yang disertai perasaan ingin pingsan dapat menjadi gejala pendarahan dalam di bagian tubuh manapun. Masalah penglihatan seperti penglihatan ganda atau buram, disertai lemas atau mati rasa di satu sisi badan, sakit kepala yang parah, atau kehilangan koordinasi gerakan dapat menjadi pendarahan ke dalam otak.

Mual atau Muntah

Mual dan muntah juga sering menjadi tanda-tanda perdarahan dalam, dan bisa terjadi akibat kehilangan darah dan/atau rasa sakit, atau jika pendarahan secara spesifik terjadi di saluran pencernaan atau di otak.

Bagaimana Penanganan Perdarahan Dalam?

Pendarahan dalam adalah kondisi gawat darurat, dan sering kali penanganan perdarahan dalam sangat terikat oleh waktu. Jadi sebaiknya segera ke rumah sakit terdekat jika dirasakan tanda-tanda pendarahan internal, seperti sakit di perut atau dada yang parah, atau jika mengalami sesak napas, ingin pingsan, atau gejala-gejala saraf seperti perubahan pada penglihatan.

Karena merupakan kondisi gawat darurat, maka hanya ada sedikit penanganan perdarahan dalam yang bisa dilakukan sendiri. Pertolongan pertama untuk pendarahan dalam termasuk membaringkan orang tersebut, mengangkat kakinya di posisi lebih tinggi daripada jantung, dan jangan memberinya makan atau minum apapun.

Kemudian langkah yang paling penting adalah segera panggil ambulans atau segera bawa ke UGD terdekat agar segera mendapat penanganan medis. Dan selagi menunggu ambulans atau saat dalam perjalanan menuju UGD, Anda bisa lakukan beberapa hal ini:

  • Upayakan agar tidak terjadi cedera lebih lanjut
  • Upayakan agar badan dalam posisi yang paling nyaman dan aman
  • Pertahankan suhu tubuh tetap normal
  • Selalu pantau jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi darah

Juga yang penting diingat adalah bahwa perdarahan internal dapat muncul “terlambat”, misalnya yang disebabkan oleh trauma. Mungkin itu karena trauma menyebabkan limpa pecah sebagian atau karena hematoma subdural yang bocor perlahan.

Jadi jangan lengah apabila Anda baru saja mengalami trauma, misalnya benturan benda tumpul atau mengalami kecelakaan mobil, dan tidak merasakan gejala apapun. Sebaiknya tetap periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah ada organ atau jaringan di dalam tubuh yang mengalami cedera.

Demikianlah artikel ini yang mengupas tentang perdarahan dalam. Semoga informasi ini dapat berguna bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan-ulasan informatif lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Verywell Health. Symptoms of Internal Bleeding. URL: https://www.verywellhealth.com/internal-bleeding-signs-symptoms-complications-4172951

Better Health Channel. Bleeding. URL: https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/bleeding

National First Aid Training Institute. Internal Bleeding. URL: https://www.nfti.edu.au/AboutUs/FirstAidTips-15/InternalBleeding-364/

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>