Penyakit Listeriosis: Definisi, Gejala, dan Pencegahannya

32
Ilustrasi Gejala Penyakit Listeriosis
Ilustrasi Gejala Penyakit Listeriosis (Credit Photo: Alice Day / Shutterstock)

Listeriosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Listeria. Orang biasanya sakit listeriosis setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, misalnya yang sekarang sedang heboh adalah jamur enoki. Penyakit ini terutama menyerang ibu hamil, bayi baru lahir, lansia, dan orang yang punya kekebalan tubuh lemah. Orang-orang lainnya jarang menderita penyakit infeksi ini.

Penyakit listeriosis biasanya merupakan penyakit ringan bagi ibu hamil, tetapi dapat menyebabkan dampak yang parah pada janin yang dikandungnya atau bayi yang baru lahir.

Beberapa orang yang terinfeksi Listeria, paling umum lansia berusia 65 tahun ke atas dan orang dengan kekebalan yang lemah, mengembangkan infeksi parah pada aliran darah atau otak. Infeksi Listeria kadang dapat berdampak pada bagian tubuh lain, seperti tulang, sendi, serta bagian-bagian di dada dan perut.

Apa Saja Gejala Penyakit Listeriosis?

Listeriosis bisa menimbulkan gejala yang bervariasi, tergantung pada orang yang terinfeksi dan bagian tubuh yang terkena dampak. Bakteri Listeria bisa menyebabkan demam dan diare yang mirip dengan bakteri bawaan makanan lainnya, tetapi gejala ini jarang terdiagnosis.

Gejala-gejala pada orang yang menderita penyakit listeriosis invasif (bakteri telah menyebar ke luar usus), tergantung pada apakah orang tersebut sedang hamil atau tidak.

  • Pada ibu hamil: Ibu hamil biasanya hanya mengalami demam dan gejala mirip flu lain, seperti kelelahan dan nyeri otot. Namun, infeksi selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, kelahiran prematur, atau infeksi yang membahayakan nyawa bayi yang baru lahir.
  • Pada orang-orang selain ibu hamil: Di samping demam dan nyeri otot, gejala-gejalanya dapat termasuk sakit kepala, leher kaku, kebingungan, kehilangan keseimbangan, dan kejang-kejang.

Orang-orang yang menderita listeriosis invasif biasanya mulai merasakan gejala-gejala 1 hingga 4 minggu setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria, beberapa orang melaporkan gejala paling lambat 70 hari setelahnya atau paling awal di hari yang sama setelahnya.

Bagaimana Penyakit Listeriosis Didiagnosis dan Diobati?

Listeriosis biasanya didiagnosis ketika kultur bakteri (sejenis uji laboratorium) menumbuhkan Listeria monocytogenes dari jaringan tubuh atau cairan, seperti darah, cairan tulang belakang, atau plasenta. Listeriosis diobati dengan menggunakan obat antibiotik.

Untuk infeksi yang ringan mungkin tidak dibutuhkan pengobatan. Tetapi untuk infeksi yang lebih serius, mungkin dokter akan memberikan obat antiobiotik seperti ampisilin atau gentamisin.

Apabila pasien mengalami septikemia atau meningitis, pasien akan diberikan antibiotik lewat infus dan membutuhkan perawatan hingga 6 minggu.

Bagaimana Seseorang Bisa Terinfeksi Bakteri Listeria?

Listeriosis adalah penyakit infeksi yang biasanya disebabkan oleh mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Jika infeksi terjadi selama kehamilan, bakteri Listeria dapat menyebar ke janin melalui plasenta. Karena itulah dampaknya pada janin bisa sangat berat, bahkan bisa mengakibatkan meninggal sebelum dilahirkan.

Salah satu jenis makanan yang belakangan ini diketahui telah terkontaminasi bakteri Listeria adalah jamur enoki. Menurut peneliti mikrobiologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, jamur enoki tercemar bakteri Listeria pada saat penyimpanan sebelum siap untuk dikonsumsi.

Jamur Enoki
Jamur Enoki (Credit Photo: Joyce Mar / Shutterstock)

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengonsumsi Makanan yang Terkontaminasi?

Jika mengalami gejala-gejala, Anda harus segera mencari bantuan medis dengan periksa ke dokter dan beri tahu bahwa Anda mungkin sudah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi Listeria. Gejala-gejala yang mungkin adalah penyakit listeriosis antara lain rasa lelah dan nyeri otot, yang terjadi dalam jangka waktu dua bulan sesudah mengonsumsi makanan yang mungkin terkontaminasi.

Mencari bantuan dokter khususnya sangat penting jika Anda seorang ibu hamil, berusia 65 tahun atau lebih, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jika Anda mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dengan Listeria dan tidak merasakan gejala-gejala, kemungkinan Anda tidak perlu melakukan tes atau perawatan medis.

Namun ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter tentang apa yang perlu dilakukan setelah mengonsumsi makanan yang mungkin terkontaminasi.

Apakah Listeriosis Adalah Penyakit Serius?

Kebanyakan orang yang terkena listeriosi invasif diharuskan mendapat perawatan di rumah sakit, dan sekitar 1 dari 5 orang yang terinfeksi meninggal. Jika listeriosis dialami oleh ibu hamil, itu bisa mengakibatkan keguguran, meninggal sebelum dilahirkan, atau meninggal saat dilahirkan.

Bagaimana Anda Bisa Melindungi Diri dari Infeksi Listeria?

Orang-orang yang lebih rentan terhadap penyakit listeriosis (ibu hamil, lansia, dan yang punya kekebalan lemah) serta orang-orang yang mempersiapkan makanan untuk mereka dapat melakukan langkah pencegahan ini:

  • Kebersihan – Cuci tangan dengan air dan sabun sebelum menyiapkan makanan. Bersihkan peralatan dan permukaan dengan cara yang sama.
  • Sayuran mentah – Gosok sampai bersih dengan di bawah air hangat dengan sikat.
  • Masak sampai matang – Pastikan hidangan daging dan telur dipanaskan sampai benar-benar matang.
  • Keju – Hindari keju lunak, kecuali label kemasan dengan jelas menyebutkan produk itu dibuat dengan susu yang dipasteurisasi.
  • Daging – Hindari daging dingin, terutama daging deli dan hot dog, kecuali dimasak pada suhu tinggi sebelum dimakan. Berhati-hatilah untuk mencuci segala sesuatu yang bersentuhan dengan daging mentah dan daging dingin yang dimasak.
  • Seafood asap – Hindari seafood asap yang didinginkan, kecuali dimasak sampai matang sebelum dimakan.

Kesimpulan tentang Penyakit Listeriosis

Apa itu listeriosis? Listeriosis adalah penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Listeria. Seseorang biasanya mengalami penyakit ini sesudah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Penyakit ini terutama bisa berkembang menjadi parah jika terjadi pada ibu hamil, lansia, dan orang yang punya kekebalan tubuh lemah.

Apa saja gejala terinfeksi listeriosis? Pada ibu hamil, listeriosis biasanya hanya menimbulkan demam dan gejala mirip flu lain, seperti kelelahan dan nyeri otot. Tetapi dampaknya bisa sangat parah pada bayi yang dikandungnya, bahkan bisa mengakibatkan keguguran, meninggal sebelum dilahirkan, dan meninggal setelah dilahirkan.

Pada orang-orang selain ibu hamil, gejala-gejala listeriosis bisa termasuk demam, nyeri otot, sakit kepala, leher kaku, kebingungan, kehilangan keseimbangan, dan kejang-kejang.

Bagaimana penyakit listeriosis diobati? Jika infeksinya hanya ringan, mungkin tidak diperlukan pengobatan. Tetapi infeksi yang lebih serius membutuhkan antibiotik, dan biasanya dokter meresepkan ampisilin atau gentamisin.

Bagaimana cara mencegah infeksi listeria? Perhatikan kebersihan tangan dan bahan-bahan makanan saat menyiapkan makanan, masak sampai benar-benar matang, dan hindari makanan-makanan yang diketahui tercemar bakteri Listeria. Salah satu makanan yang diketahui tercemar ialah jamur enoki.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang penyakit listeriosis. Semoga informasi ini membuat Anda semakin peduli dengan kesehatan pribadi maupun keluarga. Nantikan ulasan-ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

CDC. Listeria (Listeriosis) – Questions and Answers. Reviewed: 2016-12-12. URL: https://www.cdc.gov/listeria/faq.html

Medical News Today. Listeria: What you need to know. Reviewed: 2017-04-27. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/180370