Cegah Penularan Penyakit Kencing Tikus di Musim Hujan!


By Cindy Wijaya

Banyak penyakit yang mengancam selama musim hujan. Salah satu yang perlu diwaspadai ialah leptospirosis yang sering disebut penyakit akibat kencing tikus. Meski tidak selalu, umumnya leptospirosis ditularkan melalui kencing tikus yang larut dalam genangan air, banjir, atau lumpur. Bagi Anda yang tinggal di daerah yang curah hujannya tinggi dan rawan banjir, khususnya perlu utnuk mengetahui cara mencegah penyakit leptospirosis dan cara membersihkan lingkungan dari cemaran kencing tikus.

Artikel ini akan membahas mengenai penyakit leptospirosis: penyebab, gejala, pencegahan, serta pengobatannya. Informasi dalam artikel ini dirangkum dari berbagai sumber yang dapat dipercaya. Silakan lihat bagian “sumber referensi” untuk melihat sumber-sumbernya.

Apa Itu Penyakit Kencing Tikus Leptospirosis?

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira interoogans yang dapat menyerang manusia maupun hewan. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia ketika luka terbuka di kulit bersentuhan dengan air atau tanah yang terkontaminasi air kencing hewan itu. Tetapi penyakit ini biasanya tidak langsung menular dari orang ke orang.

Selain melalui luka terbuka, bakteri Leptospira dapat masuk ke dalam tubuh melalui mata atau membran mukosa seperti di hidung, bibir, telinga, daerah kemaluan, atau anus.

Di Indonesia, hewan yang paling sering menularkan infeksi bakteri ini ke manusia adalah tikus. Itu sebabnya leptospirosis sering disebut penyakit akibat kencing tikus.

Cara Penularan Leptospirosis


Leptospirosis menyebar di kencing dari hewan yang terinfeksi, terutama tikus, sapi, dan anjing. Anda bisa terkena penyakit ini jika:

  • Tanah atau air yang mengandung kencing hewan yang terinfeksi masuk ke mulut, mata, atau luka. Biasanya ini terjadi saat sedang melakukan kegiatan seperti berenang atau memancing.
  • Menyentuh darah atau daging hewan yang terinfeksi. Ini biasanya dialami oleh orang-orang yang harus sering berurusan dengan hewan atau daging-daging hewan.

Penyakit leptospirosis sangat jarang menular dari hewan peliharaan, dari orang lain, atau dari gigitan hewan.

Bagaimana Gejala Penyakit Kencing Tikus Leptospirosis?

Biasanya gejala leptospirosis akan mulai muncul dalam waktu 5 – 14 hari setelah terinfeksi. Adakalanya gejala-gejala tidak muncul sampai satu bulan atau bahkan tidak ada sama sekali. Tetapi begitu gejalanya muncul, itu akan muncul secara cepat. Berikut adalah gejala-gejala dari penyakit ini:

  • Demam yang dapat mencapai 40 derajat C
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit kuning (kulit dan mata menguning)
  • Muntah-muntah
  • Diare
  • Ruam di kulit

Ada banyak penyakit lain yang gejalanya serupa seperti di atas, misalnya penyakit flu dan meningitis. Jadi untuk memastikan ada baiknya Anda periksa ke dokter. Untuk mengecek leptospirosis, dokter akan melakukan tes darah.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Leptospirosis?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit leptospriosis akibat kencing tikus ini. Berikut adalah cara-caranya:

  • Hindari air yang terkontaminasi. Jangan minum air kecuali Anda yakin itu berasal dari sumber yang bersih. Jangan mengarungi, berenang, atau melakukan kegiatan di air kotor.
  • Hindari kontak dengan hewan yang mungkin sudah terinfeksi, terutama tikus liar. Tikus dan hewan pengerat lainnya adalah pembawa utama bakteri Leptospira interoogans.
  • Waspadai lingkungan sekitar, terutama saat bepergian. Di lingkungan yang sanitasinya buruk, penyakit ini dapat dengan mudah menginfeksi dan sulit dicegah. Jadi kenali gejala-gejalanya dan segera periksa ke dokter jika mengalaminya.
  • Gunakan desinfektan jika perlu. Desinfektan dapat membunuh bakteri, jadi gunakanlah untuk membersihkan lingkungan rumah Anda.
  • Rajinlah mencuci tangan dengan saksama. Terutama setelah menyentuh binatang.
  • Bersihkan luka sesegera mungkin dan tutupi dengan plester anti air.
  • Jangan makan atau minum apapun yang telah tercemar air kotor.
  • Jangan sentuh bangkai hewan dengan tangan telanjang.
  • Jika punya hewan peliharaan, pastikan sudah mendapat vaksin leptospirosis.

Vaksin tidak 100% melindungi hewan dari infeksi bakteri Leptospira interoogans. Jadi pemilik hewan peliharaan harus berupaya mencegah penularan leptospirosis pada hewan peliharaannya, yaitu dengan menjauhkannya dari tempat kotor dan kontak dengan hewan-hewan liar, terutama tikus.

Bagaimana Cara Membersihkan Kencing Tikus?


Cara mencegah penyakit leptospirosis juga termasuk dengan membersihkan kencing tikus. Namun untuk melakukannya Anda perlu berhati-hati agar jangan sampai terkena kontaminasi. Berikut adalah cara untuk membersihkan kencing tikus:

  • Pakai pakaian pelindung, seperti sarung tangan dan sepatu bot.
  • Gunakan larutan pembersih anti-bakteri atau larutan yang dibuat dari campuran pemutih dan air dengan perbandingan 1 : 10.
  • Setelah membersihkan, segera bersihkan tubuh Anda atau mandi dengan sabun anti-bakteri.
  • Segera cuci pakaian atau peralatan lain yang digunakan untuk membersihkan dengan menggunakan larutan anti-bakteri.

Bagaimana Pengobatan Penyakit Kencing Tikus Leptospirosis?

Untuk kasus yang ringan, dokter mungkin hanya akan meresepkan obat antibiotik seperti doxycycline atau penicillin.

Tetapi pasien yang mengalami leptospirosis berat mungkin harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Mereka akan diberikan antiobiotik melalui infus.

Jika pasien mengalami sesak napas, ia mungkin membutuhkan alat ventilator untuk membantunya bernapas. Jika leptospirosis menyerang ginjal, mungkin pasien diharuskan menjalani dialisis (cuci darah).

Pasien mungkin harus menjalani rawat inap selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Ini bergantung pada bagaimana tubuh pasien merespons perawatan antibiotik, dan seberapa parah infeksi telah merusak organ-organ tubuhnya.

Apabila pasien sedang hamil, leptospirosis dapat memengaruhi janin yang dikandungnya. Jadi ibu hamil yang terinfeksi penyakit akibat kencing tikus ini harus menjalani rawat inap di rumah sakit agar kondisinya dan janinnya dapat terus dipantau.

Kesimpulan tentang Penyakit Kencing Tikus Leptospirosis

Apa itu leptospirosis? Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira interoogans. Di Indonesia bakteri ini umumnya ditularkan oleh kencing tikus sehingga sering disebut penyakit akibat kencing tikus.

Bakteri dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka terbuka di kulit atau melalui membran mukosa di hidung, bibir, telinga, daerah kemaluan, atau anus. Seseorang juga dapat terjangkit penyakit ini jika meminum air yang terkontaminasi.

Seperti apa gejala penyakit leptospirosis? Pada umumnya gejala-gejala baru muncul 5 – 14 hari setelah terinfeksi. Gejala-gejala tersebut antara lain: demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit kuning, muntah-muntah, diare, dan ruam di kulit. Segeralah periksa ke dokter begitu mengalami gejala-gejala itu.

Bagaimana cara mencegah penyakit leptospirosis? Jangan minum air kotor, hindari kontak dengan hewan liar (terutama tikus), gunakan desinfektan untuk membersihkan rumah, rajin cuci tangan, dan bersihkan luka dan tutup dengan plester anti air. Cara mencegah penyakit leptospirosis juga termasuk dengan membersihkan lingkungan rumah yang tercemar kencing tikus.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang leptospirosis. Semoga informasi ini dapat menambah kewaspadaan Anda terhadap penyakit yang rawan menjangkit selama musim hujan ini. Nantikan juga ulasan-ulasan bermanfaat lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Yvette. Leptospirosis: What you need to know. Reviewed: 2018-08-09. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/246829.php. Accessed: 2020-01-15

WebMD. What Is Leptospirosis?. Reviewed: 2019-11-10. URL: https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-leptospirosis. Accessed: 2020-01-15

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}