6 Langkah Pencegahan Leptospirosis Saran Kemenkes


By Cindy Wijaya

Musim hujan bukan hanya membawa ancaman banjir, tapi juga risiko penyakit, terutama di daerah yang rawan banjir, tergenang air, atau dengan sanitasi yang buruk. Salah satunya adalah penyakit yang cukup jarang didenger masyarakat, bernama leptospirosis. Banyak orang mengetahui penyakit ini dengan nama awamnya—penyakit kencing tikus.

Penyakit ini cukup berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat, karena bisa menyebabkan kerusakan organ dalam dan berakibat fatal. Karena itu penting untuk mengupayakan pencegahan leptospirosis di saat-saat yang rawan ini. Artikel ini akan membahas tentang pencegahan leptospirosis saran Kemenkes.

Poin Penting:

  • Penularan leptospirosis melalui apa?
  • Bagaimana pencegahan leptospirosis saran Kemenkes?
  • Bagaimana pencegahan leptospirosis pada hewan?

Penularan Leptospirosis Melalui Apa?

Jurnal ilmiah Pathogens Vol. 10 No.2 menjelaskan leptospirosis terutama menular melalui dua cara:

  • Kontak langsung dengan hewan yang sudah terinfeksi bakteri penyebab leptospirosis (Leptospira).
  • Kontak tidak langsung melalui sesuatu di lingkungan (seperti tanah atau air) yang sudah terkontaminasi cairan tubuh (khususnya urin) dari hewan yang terinfeksi.

Hewan apa saja yang menjadi sarana penularan leptospirosis? Informasi yang ada saat ini mendapati beberapa hewan pembawa penyakit ini, antara lain: hewan pengerat (contohnya tikus), babi, kuda, sapi, anjing, dan berbagai hewan liar seperti rusa, tupai, oposum, dan anjing laut.

Ilustrasi penularan leptospirosis melalui apa
Photo by Andi Edwards from Getty Images via Canva

Penularan leptospirosis melalui apa lagi? Konsumsi air yang terkontaminasi dan melalui luka terbuka, lecet, dan selaput lendir (mata, mulut, atau alat kelamin) juga merupakan pintu masuk umum bagi bakteri.

Dalam kasus wabah leptospirosis tahun 2005 di Florida, AS, yang terjadi pada para peserta Lomba Petualangan (Adventure Race), penularan leptospirosis terjadi melalui tidak sengaja menelan air sungai atau air rawa saat berenang dalam lomba tersebut.

Leptosirosis cenderung menyebabkan penyakit ginjal kronis pada hewan pembawa; karena itulah urin hewan yang terinfeksi mengandung bakteri Leptospira dalam jumlah besar. Bakteri ini cenderung menumpuk di tubulus kontortus proksimal inangnya, berkolonisasi dan berkembang biak dengan cepat sejak awal, sementara sebagian bakteri lain dilepaskan ke luar melalui urin.

Penularan leptospirosis apa bisa dari orang ke orang? Penyakit ini jarang menular dari manusia ke manusia melalui cara-cara umum. Namun ada kasus dimana pemberian ASI dapat menularkan Leptospira dari ibu yang terinfeksi ke bayi baru lahir.

Penularan leptospirosis apa bisa melalui hubungan seks? Ya, hubungan seks juga salah satu jalur penularan (meski jarang) karena ada sedikit kemungkinan terjadi pertukaran urin yang terkontaminasi Leptospira secara langsung antara pasangan seks.

Penularan leptospirosis apa bisa dari hewan ke hewan? Ya, hewan pengerat yang terinfeksi bisa menularkan penyakitnya ke hewan ternak dan hewan peliharaan, sehingga semakin memperluat penyebaran penyakit ini.

Bagaimana Pencegahan Leptospirosis Saran Kemenkes?

Laman resmi Kemenkes, kemkes.go.id menjelaskan tentang bagaimana pencegahan leptospirosis saran Kemenkes. Menteri Kesehatan RI, Dr. Terawan Agus Putranto menjelaskan bahwa masyarakat bisa menghindari leptospirosis antara lain dengan melakukan hal dasar dalam pola hidup sehat, seperti cuci tangan dengan sabun sebelum makan. Ini karena tangan adalah media langsung antara makanan dengan mulut.

Selain itu, masyarakat juga perlu waspada dengan gejala-gejala Leptospirosis supaya cepat tanggap menanganinya. Orang yang terinfeksi Leptospria biasanya akan merasa menggigil, batuk, diare, mendadak sakit kepala, demam tinggi, nyeri otot, hilang selera makan, mata merah, dan mengalami iritasi.

Dan untuk menghindari dari risiko infeksi bakteri Leptospira, berikut adalah 6 langkah pencegahan leptospirosis saran Kemenkes:

  • Mengupayakan hidup bersih dan sehat; menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
  • Menyimpan makanan dan minuman dengan baik untuk menghindari kontaminasi.
  • Mencuci tangan dan kaki serta sebagian tubuh lainnya dengan sabun.
  • Mengenakan sepatu dari karet yang berukuran tinggi, dan memakai sarung tangan karet saat bekerja di area berisiko tinggi tertular leptospirosis.
  • Membasmi tikus di rumah atau di tempat kerja.
  • Membersihkan bagian-bagian rumah, tempat kerja, atau gedung dengan desinfektan.
Ilustrasi pencegahan leptospirosis saran Kemenkes
Photo by Satjawat Boontanataweepol’s Images via Canva

Langkah-langkah pencegahan leptospirosis saran Kemenkes tersebut perlu diupayakan bukan hanya di saat musim hujan saja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu Anda dan keluarga bisa terhindari dari berbagai risiko penyakit menular di sekitar kita.

Bagaimana Pencegahan Leptospirosis pada Hewan?

Guna mencegah penyebaran penyakit ini, penting juga untuk melakukan pencegahan leptospirosis pada hewan peliharaan yang Anda miliki.

Lembaga kesehatan CDC menyarankan untuk memberikan vaksinasi leptospirosis pada hewan peliharaan Anda. Namun vaksin ini tidak memberikan 100% perlindungan, karena ada banyak jenis bakteri Leptospira dan vaksin tidak memberikan imunitas terhadap semua jenis bakteri itu.

Disarankan juga untuk memvaksinasi ulang hewan peliharaan meski sudah terkena leptospirosis, karena ia masih bisa tertular jenis Leptospira yang berbeda.

Ilustrasi pencegahan leptospirosis pada hewan
Photo by Syda Productions via Canva

Selain pencegahan leptospirosis pada hewan, Anda juga perlu mengupayakan pencegahan pada diri sendiri maupun orang lain, karena vaksin tidak sepenuhnya melindungi. Pastikan untuk mengikuti saran pencegahan leptospirosis dari hewan berikut ini:

  • Jangan pegang atau sentuh urin, darah, atau jaringan lain dari hewan peliharaan Anda yang terinfeksi, sebelum ia mendapat perawatan yang tepat.
  • Jika perlu melakukan kontak dengan jaringan atau urin hewan, selalu pakai pelindung seperti sarung tangan dan sepatu bot, terutama jika Anda punya pekerjaan yang berisiko (contohnya dokter hewan, pekerja peternakan, dan pekerja saluran pembuangan).
  • Sebagai aturan umum, selalu cuci tangan setelah memegang hewan peliharaan atau apapun yang mungkin terkena urin atau kotoran hewan peliharaan.
  • Jika Anda membersihkan permukaan yang mungkin terkontaminasi atau terdapat urin hewan yang terinfeksi, gunakan larutan pembersih anti-bakteri atau larutan campuran dari 1 bagian pemutih dan 10 bagian air.
  • Pastikan hewan peliharaan Anda yang terinfeksi meminum semua obatnya dan ditangani lebih lanjut oleh dokter hewan.

Ingatlah bahwa cara utama penularan leptospirosis dari hewan peliharaan ke manusia adalah melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan jaringan, organ, atau urin hewan yang terinfeksi.

Dalam beberapa kasus, pelepasan Leptospira melalui urin dapat bertahan hingga 3 bulan setelah infeksi, karena pengobatan yang tidak memadai atau kurang. Pastikan Anda menghubungi dokter hewan dan dokter Anda jika khawatir tentang kemungkinan paparan hewan yang terinfeksi.

Kesimpulan tentang Pencegahan Leptospirosis Saran Kemenkes

Penularan leptospirosis melalui apa saja? Dua cara utamanya melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan kontak tidak langsung melalui sesuatu di lingkungan (seperti air dan tanah) yang sudah terkontaminasi bakteri Leptospira. Cara lainnya antara lain melalui konsumsi air/cairan yang terkontaminasi; bakteri masuk melalui luka terbuka dan selaput lendir (mata, mulut, atau alat kelamin); dan melalui hubungan seks.

Bagaimana pencegahan leptospirosis saran Kemenkes? Yang terutama harus upayakan hidup bersih dan sehat, simpan makanan dan minuman dengan baik, cuci tangan dengan sabun sebelum makan, pakai sepatu bot dan sarung tangan karet saat bekerja di area berisiko tinggi, basmi tikus di rumah atau tempat kerja, dan bersihkan bagian-bagian rumah atau tempat kerja dengan desinfektan.

Bagaimana pencegahan leptospirosis pada hewan? Jika memungkinkan, berikan vaksinasi untuk leptospirosis pada hewan peliharaan Anda. Dan Anda juga perlu melakukan langkah-langkah pencegahan penularan dari hewan peliharaan ke diri Anda atau orang lain.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang pencegahan leptospirosis saran Kemenkes. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}