Obat Tradisional Kanker Tulang Ini Bisa Dijadikan Alternatif


By Cindy Wijaya

Sarah, seorang survivor kanker tulang yang sudah dinyatakan bebas kanker sejak 1998, berpesan pada mereka yang sedang berjuang menghadapi penyakit yang sama; “Tetaplah optimis dan bersyukur. Jadilah kuat.” Jika Anda seorang penderita kanker ini, tetaplah semangat dalam mencari dan menjalani pengobatan, karena hasil baik akan datang pada mereka yang tidak menyerah. Mungkin Anda sampai di artikel ini saat berupaya mencari pengobatan dan berharap mendapat saran herbal untuk obat tradisional kanker tulang.

Kami akan membahas mengenai sebuah herbal asal Indonesia yang sedang banyak dicari orang-orang untuk dijadikan obat tradisional kanker. Semoga informasi dalam artikel ini dapat membantu Anda dalam mempertimbangkan pengobatan pendamping untuk memperbesar kesempatan untuk pulih.

Mengapa herbal ini kami rekomendasikan? Bagaimana kemampuannya untuk membantu pengobatan kanker tulang? Bagaimana cara mengolahnya agar bisa diminum? Bacalah sampai habis artikel ini untuk mendapatkan semua penjelasannya.

Tumbuhan Obat Tradisional Penumpas Kanker Tulang

Pengobatan yang biasanya disarankan dokter untuk pasien kanker tulang ialah operasi pembedahan untuk menghilangkan semua bagian yang terkena kanker. Di samping itu dokter juga mungkin meminta pasien menjalani kemoterapi atau terapi radiasi pada sebelum atau sesudah operasi. Namun serangkaian perawatan medis ini sering meninggalkan efek samping yang tidak sedikit.

Oleh sebab itu banyak penderita kanker yang berupaya mencari pengobatan alternatif agar tidak harus merasakan dampak buruk dari perawatan tersebut. Atau ada juga yang mengombinasikan pengobatan medis dengan alternatif berharap itu akan memperbesar harapan mereka untuk pulih.

Pilihan alternatif yang mungkin akan dipilih penderita kanker tulang adalah menggunakan obat tradisional yang terbuat dari tanaman herbal. Tanaman herbal yang saat ini sedang banyak dicari untuk dijadikan obat tradisional kanker ialah Sarang Semut Papua, dan herbal inilah yang akan kami bahas di sini.

Sebetulnya tanaman asli Indoensia ini telah melanglang buana di dunia herbal sejak tahun 2006, saat pertama kali diperkenalkan sebagai tanaman herbal berpotensi menumpas kanker. Namun sekarang Sarang Semut Papua semakin terkenal dan semakin banyak dicari.

Jika sebuah herbal terus diminati orang-orang selama bertahun-tahun di tengah banyaknya bermunculan herbal-herbal baru, apa artinya itu? Dapat dikatakan bahwa herbal tersebut pastilah berkhasiatn dan penggunaannya tepat. Dalam hal ini Sarang Semut penggunaannya adalah untuk membantu pengobatan kanker. Kami sendiri, sebagai penyedia info herbal, mengamati bahwa herbal ini telah membantu ribuan orang penggunanya.

Bagaimana kemampuan Sarang Semut Papua sebagai obat tradisional untuk membantu melawan kanker tulang? Mari kita perhatikan apa yang diungkapkan oleh penelitian mengenai cara kerja herbal ini dalam mengatasi sel-sel kanker.

Kandungan Sarang Semut Ampuh untuk Melawan Kanker

Tumbuhan Sarang Semut Papua, yang adalah dari spesies Myrmecodia pendans, sudah diselidiki oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan ditemukan mengandung senyawa-senyawa yang berkhasiat untuk mengatasi kanker. Salah senyawa yang banyak terdapat di dalamnya adalah flavonoid.

Baca Juga:  Penyebab Kanker Tulang

Sewaktu senyawa ini masuk ke dalam tubuh kita, flavonoid akan bekerja dengan banyak fungsi. Contohnya yaitu untuk melindungi struktur sel-sel tubuh yang sehat, bekerja secara sinergis dengan vitamin C sehingga meningkatkan keefektifannya, bekerja sebagai antibiotik, anti-inflamasi, dan anti-virus.

Tetapi bagaimana persisnya fungsi flavonoid sebagai obat tradisional untuk kanker tulang? Berdasarkan keterangan dari artikel ilmiah berjudul “Flavonoids: A versatile source of anticancer drugs”, senyawa ini memiliki cara-cara kerja yang secara langsung dan tidak langsung berperan dalam memberantas sel-sel kanker. Berikut adalah cara-cara kerjanya:

  • Inaktivasi karsinogen: Menonaktifkan karsinogen pemicu kanker di dalam tubuh.
  • Anti-proliferasi: Menghambat perbanyakan sel-sel abnormal pembentuk kanker.
  • Penghambatan siklus sel: Menghambat siklus pembelahan sel-sel abnormal pembentuk kanker.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi: Merangsang dimulainya kematian terprogram yang mendesak sel-sel kanker untuk lebih cepat mati.
  • Inhibisi angiogenesis: Menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang akan mengalirkan nutrisi bagi sel-sel kanker.

Selain flavonoid, Sarang Semut juga mengandung beragam senyawa bermanfaat lain yang turut membantu menghambat perkembangan sel-sel kanker. Ada juga kandungan berbagai mineral yang mampu memperkuat daya tahan tubuh agar Anda lebih kuat dalam menghadapi dampak-dampak penyakit kanker.

Karena memiliki kandungan-kandungan yang bermanfaat, maka masuk akal jika Sarang Semut layak digunakan untuk membantu pengobatan kanker tulang. Sebenarnya penelitian-penelitian juga telah membuktikan bahwa herbal ini bisa membantu pengobatan beragam jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker serviks, kanker otak, kanker mulut, kanker getah bening, kanker darah, dan lain sebagainya. Itulah sebabnya kami semakin tidak ragu untuk merekomendasikan herbal ini.

Resep Tradisional Sarang Semut untuk Obat Kanker Tulang

Agar bisa menggunakan herbal ini, Anda perlu belajar cara mengolahnya menjadi obat tradisional. Umumnya bahan baku Sarang Semut Papua berbentuk bongkahan-bongkahan yang harus diolah dulu baru bisa dikonsumsi.

Namun perlu diketahui bahwa tanaman Sarang Semut ada lebih dari 70 jenis di Indonesia, tetapi hanya satu yang secara luas telah terbukti secara empiris dan didukung oleh penelitian ilmiah untuk pengobatan kanker. Jenis itu adalah Myrmecodia pendans yang hanya tumbuh di hutan-hutan Papua. Jadi Anda disarankan untuk membeli bahan bakunya melalui kerabat atau kenalan yang tinggal di Papua.

Jika harus membeli dari penjual, pastikan alamat pengirimannya dari Papua. Tanyakanlah jenis apa yang dia jual dan dari mana dia memperolehnya. Jika tidak mendapat jawaban yang jelas, sebaiknya cari penjual lain.

Sesudah memastikan Anda mendapat bahan baku yang tepat, sekarang mari kita pelajari cara mengolahnya menjadi obat tradisional tulang. Pastikan dulu kondisi bongkahan dalam keadaan baik dan tidak berjamur, lalu ikuti langkah-langkah ini.

Cara Pengolahan Sarang Semut Papua:


  1. Potong kecil-kecil dengan tangan, kemudian haluskan dengan blender.
  2. Siapkan panci yang terbuat dari tanah liat, keramik, yang dilapisi email, atau dari gelas tahan panas.
  3. Masukkan air 2 gelas (250 cc) ke dalamnya lalu tambahkan Sarang Semut yang telah dihaluskan 1 sendok makan (kira-kira 10 g).
  4. Rebus air sampai mendidih dengan api kecil sambil diaduk sekali-sekali selama 15 menit, atau sampai airnya tersisa kurang-lebih 1 gelas saja.
  5. Matikan api dan biarkan hingga rebusannya mendingin.
  6. Saring airnya dan ramuan siap diminum untuk obat kanker tulang tradisional.
  7. Minumlah ramuan ini 1 – 3 kali sehari.
Baca Juga:  Pencegahan Kanker Tulang

Agar memperoleh hasil terbaik, Anda dianjurkan meminumnya secara teratur. Sebab berdasarkan pengalaman-pengalaman yang kami kumpulkan dari para pengguna herbal ini, rata-rata mereka sudah bisa merasakan manfaatnya dalam 1 bulan atau lebih jika diminum dengan teratur. Tetapi ada juga yang sudah bisa merasakannya dalam waktu 1 minggu saja.

Apa saja manfaat-manfaat yang dirasakan tersebut? Misalnya dari yang sudah merasa kesakitan menahun akibat kanker bisa berkurang jauh rasa sakitnya, dari yang susah makan dapat makan dengan baik lagi, ukuran massa atau benjolan kanker yang mengecil secara berangsur, dan luka akibat kanker yang menjadi kering lalu menutup.

Jangan Ragu Mencoba Sarang Semut untuk Obat Tradisional Kanker Tulang

Sekarang keputusan ada di tangan Anda, apakah akan mencobanya sebagai obat tradisional kanker tulang? Bisa jadi sebelumnya Anda punya pengalaman buruk dengan pengobatan alternatif yang dikatakan efektif namun tidak mendapat hasil baik sesuai yang diharapkan.

Akan tetapi dari apa yang kami amati selama ini, mereka yang mengonsumsi Sarang Semut Papua mengalami pemulihan yang lebih positif dan cenderung lebih cepat dibandingkan banyak herbal lainnya. Saat mengumpulkan pengalaman-pengalaman dari para pengguna herbal ini, kami sendiri kadang tidak menyangka hasilnya akan sebagus itu. Bahkan ada yang mengatakan bahwa bisa jadi herbal ini sengaja diciptakan untuk pengobatan kanker.

Apakah Anda sudah memutuskan untuk mencoba obat tradisional kanker tulang ini? Sebaiknya bicarakan dulu bersama keluarga. Jika sedang menjalani perawatan medis, tanyakan pada dokter yang merawat Anda bagaimana cara memanfaatkan Sarang Semut sebagai pendamping perawatan itu.

Ingat juga tiga hal ini: Cari jenis yang tepat, olah sesuai langkah-langkah di atas, dan konsumsi secara rutin. Jika ingin membeli produk Sarang Semut siap minum, sebaiknya pilih yang diolah menjadi produk ekstrak. Sebab teknik pengolahan inilah yang paling efektif untuk mempertahankan senyawa aktif bermanfaatnya sehingga Anda memperoleh manfaat yang maksimal. Selamat mencoba.

Sumber

Sumber Referensi:

Sudiono, Janti, dkk. (2015). The Scientific Base of Myrmecodia pendans as Herbal Remedies. British Journal of Medicine & Medical Research. 8(3): 230-237. DOI: 10.9734/BJMMR/2015/17465

Wulan, Kholifah, dkk. (2017). Sarang Semut (Myrmecodia pendans) sebagai Antikanker. Medula. 7(5): 140-143

Chahar, Maheep K, dkk. (2011). Flavonoids: A versatile source of anticancer drugs. Pharmacognosy Review. 5(9): 1–12. DOI: 10.4103/0973-7847.79093

Subroto, M. Ahkam, Saputro, Hendro. 2007. Gempur Penyakit dengan Sarang Semut. Jakarta: Penebar Swadaya

Redaksi Trubus. 2006 Mei. Sarang Semut vs Penyakit Maut. Trubus. Rubrik Topik: 10-23

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}