Blog Herbal No. 1 Indonesia

Mimisan Gejala Penyakit Apa Saja?


By Cindy Wijaya

Mimisan memang bisa bikin kita khawatir, tapi biasanya itu bukan tanda sesuatu yang serius dan sering kali bisa diatasi sendiri di rumah. Hampir semua orang mengalaminya setidaknya sekali seumur hidup. Biasanya itu disebabkan oleh kondisi hidung yang kering atau karena terlalu keras mengorek hidung.

Tapi memang adakalanya mimisan bisa menjadi tanda adanya masalah yang serius, terutama kalau mimisan sering terjadi, terus-menerus, atau disertai gejala-gejala tak biasa lain. Anda disarankan untuk periksa ke dokter jika mengalami mimisan seperti itu.

Dalam artikel ini akan dikupas mimisan gejala penyakit apa saja dan seperti apa ciri mimisan yang berbahaya.

Ada Dua Jenis Mimisan yang Berbeda

Sebenarnya ada jenis-jenis mimisan yang berbeda, tergantung pada lokasi perdarahannya. Ada dua jenis mimisan yang utama, dan yang satu lebih serius daripada yang lain. Berikut penjelasannya berdasarkan artikel Nosebleed (Epistaxis) oleh Cleveland Clinic.

Mimisan anterior: Perdarahannya dimulai di bagian depan hidung di bagian bawah dinding yang memisahkan kedua sisi hidung (disebut septum). Kapiler dan pembuluh darah kecil di bagian dpan hidung ini rapuh serta mudah pecah dan berdarah.

Ini adalah jenis mimisan yang paling sering, dan biasanya tidak serius. Mimisan ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan biasanya bisa diatasi sendiri di rumah.

Mimisan posterior: Perdarahannya terjadi jauh di dalam hidung. Mimisan ini disebabkan oleh keluarnya darah pada pembuluh darah yang lebih besar di bagian belakang hidung dekat tenggorokan.

Jenis mimisan ini bisa menjadi lebih serius daripada mimisan anterior. Anda mungkin perlu mendapat perawatan medis segera untuk menangani jenis mimisan ini. Mimisan posterior lebih sering terjadi pada orang dewasa.

Mimisan Gejala Penyakit Apa Saja?

Lapisan dalam hidung kita mengandung banyak pembuluh darah kecil yang letaknya dekat dengan permukaan dan mudah mengalami iritasi.

Menurut artikel Nosebleeds Causes oleh Mayo Clinic, salah satu penyebab mimisan yang paling sering adalah kondisi udara kering. Jika selaput hidung kita mengering, itu akan lebih rentan mengalami perdarahan dan infeksi. Penyebab paling sering lainnya adalah mengorek hidung atau mengupil terlalu keras.

Di samping itu ada berbagai penyebab mimisan lainnya, termasuk sejumlah penyakit atau masalah kesehatan. Mimisan gejala penyakit apa saja? Berikut beberapa diantaranya.

Batuk-Pilek

Batuk-pilek adalah penyakit infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh sejumlah virus yang berbeda, termasuk rhinovirus. Gejala-gejala dari batuk-pilek antara lain pilek, batuk, bersin, hidung meler, sakit tenggorokan, lendir tenggorokan, mata berair, dan demam.

Penyakit ini tidak secara langsung menyebabkan mimisan, tapi bisa menyebabkan iritasi dan peradangan pada saluran hidung sehingga memicu mimisan.

Ketika hidung Anda meler, Anda akan menyekanya. Anda juga mungkin membuang ingus terlalu keras. Sering menyeka hidung bisa mengiritasi bagian dalam dan luar hidung, dan pembuluh darah di dalam hidung sangat lembut, sehingga iritasi itu cukup untuk membuatnya pecah.

Jika menyeka hidung tidak memicu mimisan, maka membuang ingus terlalu keras atau bersin setiap beberapa menit mungkin akan memicunya.

Deviasi Septum

Deviasi septum adalah kondisi dimana septum hidung—dinding tipis yang membatasi kedua rongga hidung—tidak berada tepat di tengah, atau bengkok, membuat sulit bernapas. Beberapa orang lahir dengan kondisi deviasi septum, sedangkan orang-orang lain memilikinya akibat cedera di hidung.

Gejala utama dari kondisi ini adalah hidung tersumbat, dimana salah satu lubang hidung lebih tersumbat dari lubang yang satunya, disertai dengan kesulitan bernapas. Infeksi sinus yang sering kambuh juga bisa menjadi gejala deviasi septum.

Gejala-gejala lain dari deviasi septum yaitu mimisan, nyeri di wajah, sakit kepala, mengorok keras, serta lendir ekstra terasa di bagian belakang hidung dan tenggorokan.

Alergi

Bagi orang-orang yang memiliki alergi musiman, mungkin mimisan sudah sering mereka alami. Mimisan gejala penyakit alergi ini karena kerusakan pembuluh darah pada septum hidung tepat di dalma hidung.

Kerusakan itu bisa disebabkan oleh kondisi hidung yang kering karena udara kering, sering membuang ingus, atau dehidrasi. Konsumsi obat antihistamin dan dekongestan (yang biasa digunakan untuk alergi) juga bisa mengeringkan hidung, sehingga bisa memicu kerusakan pembuluh darah.

Mimisan juga bisa terjadi karena iritasi akibat membuang hidung terlalu sering. Mengorek hidung atau mengupil juga bisa mengiritasi selaput lendir dalam hidung, yang kemudian memicu mimisan.

Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan atau pembengkakan pada sinus. Sinus menghasilkan lendir, yang membuat bagian dalam hidung Anda lembap. Lendiri ini melindungi hidung dari bakteri dan menjaganya tetap bersih.

Beberapa gejala umum dari sinusitis ialah nyeri pada wajah, hidung tersumbat, hidung meler, kesulitan menicum bau, batuk atau sesak. Sinusitis juga bisa memicu mimisan.

Apabila terjadi peradangan pada sinus, cairan menghalangi salurannya. Penyumbatan itu bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri, yang kemudian bisa memicu infeksi. Jika Anda sering mengalami sinusitis, maka mimisan Anda mungkin disebabkan oleh peradangan pada sinus.

Seperti Apa Ciri Mimisan yang Berbahaya?

Meski mimisan seringkali tidak berbahaya dan bisa ditangani sendiri di rumah, adakalanya mimisan menjadi gejala dari masalah yang serius. Berikut ciri mimisan yang berbahaya menurut Clinical Practice Guideline: Nosebleed (Epistaxis).

  • Perdarahannya parah
  • Berlangsung lama
  • Kambuh-kambuhan
  • Menyebabkan badan lemas atau pusing
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari

Sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami gejala mimisan yang seperti itu. Anda juga disarankan untuk ke dokter apabila:

  • Mimisan berlangsung lebih dari 15 – 30 menit
  • Pernah dirawat di rumah sakit karena mimisan
  • Pernah lebih dari 3 kali mimisan disertai sakit kepala

Di samping itu, ada orang-orang tertentu yang sebaiknya mendapat perawatan dari dokter apabila mengalami mimisan, yaitu: anak bayi di bawah 2 tahun, orang yang mengonsumsi obat pengencer darah, orang yang memiliki gejala-gejala anemia, dan orang yang memiliki penyakit yang menghambat pembekuan darah.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang mimisan gejala penyakit apa saja dan ciri mimisan yang berbahaya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}