Methylprednisolone: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan


By Cindy Wijaya

Anda yang memiliki alergi atau masalah peradangan baik di kulit maupun anggota tubuh lain mungkin pernah diresepkan obat methylprednisolone. Sebenarnya methylprednisolone itu obat apa?

Methylprednisolone adalah jenis obat steroid yang menekan sistem kekebalan tubuh (immunosupresan) yang berguna untuk mengurangi gejala peradangan (inflamasi) seperi pembengkakan, nyeri, dan ruam.

Pada umumnya obat methylprednisolone digunakan untuk meredakan nyeri dan gejala alergi, namun bisa juga digunakan untuk mengatasi penyakit lainnya seperti asma, penyakit Crohn, colitis ulseratif, serta jenis-jenis kanker tertentu. Untuk mendapatkan obat ini harus dengan resep dokter dan bisa berupa tablet ataupun suntikan.

Sebagai obat anti peradangan, methylprednisolone bekerja dengan mencegah jaringan merespon proses inflamasi dan menghambat bertumbuhnya jumlah sel yang terinflamasi. Indikasi obat methylprednisolone antara lain adalah:

  • Gangguan alergi karena obat, sakit karena serum, dan reaksi transfusi urtikaria
  • Gangguan kolagen pada carditis rheumatic, lupus, penyakit jaringan ikat campuran, dan vaskulitis
  • Gangguan pada kulit seperti dermatitis
  • Gangguan saluran pencernaan misalnya peradangan pada usus besar, penyakit Crohn, dan penyakit celiac berat
  • Gangguan darah seperti anemia dan hemolisis
  • Penyakit hati seperti hepatitis dan nekrosis hepatic
  • Penyakit neoplastik seperti kanker payudara, leukemia akut, kanker prostat, demam karena kanker, dan myeloma ganda
  • Penyakit neurologis seperti meningitis dan sklerosis ganda
  • Luka pada tulang belakang atau neurotrauma
  • Gangguan pada mata untuk alergi akut dan kondisi inflamasi oftalmik
  • Gangguan pernapasan seperti asma, pneumonia, TBC, bronkitis akut, penyakit paru-paru, dan pada penderita HIV AIDS dengan pneumonia
  • Pencegahan dan mengatasi penolakan tubuh dalam pencangkokan organ

Sedangkan kontraindikasi dari methylprednisolone adalah pada pasien yang mengalami infeksi jamur sistemik dan sangat sensitif atau hipersensitivitas terhadap bahan kandungan obat methylprednisolone. Selain itu juga tidak dibolehkan memberikan obat methylprednisolone dalam jangka waktu yang lama kepada pasien dengan ulkus duodenum dan peptikum, osteoporosis berat, penderita dengan riwayat penyakit jiwa, dan herpes. Pasien yang sedang diimunisasi dan bayi yang lahir prematur juga tidak boleh diberikan methylprednisolone.

Aturan Pakai Methylprednisolone

Telah disebutkan sebelumnya bahwa obat ini harus didapatkan dengan resep dokter. Dosis methylprednisolone yang diberikan kepada pasien berbeda-beda tergantung dari diagnosis penyakit. Selain itu faktor berat badan, respon pasien terhadap obat dan tingkat keseriusan kondisi penyakit juga mempengaruhi perhitungan dosis. Dosis pada seorang pasien pun dapat ditinjau kembali tergantung dari perkembangan efek obat terhadap tubuh dan penyakit, serta seberapa baik respon tubuh terhadap obat methylprednisolone.

Obat ini harus digunakan sesuai dengan dosis yang diresepkan oleh dokter. Jangan melebihi atau mengurangi dosis atau menggunakan dalam jangka waktu lebih lama dari yang ditentukan.

Secara umum pemberian dosis aman methylprednisolone dalam sehari adalah 4-48 mg yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Terutama faktor berat badan menjadi pertimbangan khusus untuk pasien anak-anak. Berikut adalah dosis methylprednisolone pada umumnya untuk dewasa maupun anak-anak:

Dewasa

Untuk dosis tinggi, methylprednisolone yang diberikan adalah 30 mg per kg berat badan dan diberikan setiap 4-6 jam sesuai dengan kebutuhan pasien.

Untuk multiple sklerosis, dosis aman methylprednisolone yang diberikan adalah 160 mg selama satu minggu, lalu dilanjutkan dengan 64 mg selama satu bulan setiap hari.

Untuk pengobatan neurotrauma, dosisnya adalah 30 mg per kg berat badan selama 15 menit, diikuti dengan infus selama 45 menit dan methylprednisolone 5,4 mg per kg berat badan selama 23 jam.

Untuk pengobatan tambahan pada pengidap AIDS dengan kondisi pneumosistis carinii, dosisnya adalah 30 mg per kg berat badan sebanyak 2 kali sehari pada 5 hari pertama, kemudian 30 mg sehari sekali pada 5 hari kedua, dan 15 mg sehari sekali pada 10 hari ketiga.

Bayi dan Anak-Anak

Untuk insufisiensi adrenokortikal, dosisnya adalah 0,117 mg per kg berat badan atau 3,33 mg per meter persegi luas permukaan tubuh.

Untuk pengobatan tulang belakang akut, dosisnya adalah 30 mg per kg berat badan selama 15 menit, diikuti dengan infus selama 45 menit dan 5,4 mg per kg berat badan selama 23 jam

Untuk indikasi lain dosis aman methylprednisolone adalah 139-485 mg per kg berat badan setiap 12 sampai 24 jam.

Sedangkan untuk anak-anak pengidap HIV AIDS dengan kondisi pneumosistis carinii yang berusia 13 tahun ke atas, dosisnya sama dengan orang dewasa. Dan untuk anak di bawah 13 tahun belum diketahui dosis yang tepat.

Efek Samping Methylprednisolone

Pemberian obat ini bukan berarti tanpa efek samping apalagi methylprednisolone termasuk obat keras. Efek samping yang bisa ditimbulkan oleh obat ini antara lain adalah menimbulkan rasa mual dan bisa muntah, nyeri pada ulu hati, gangguan pencernaan, merasa lemah dan capek, mengeluarkan keringat yang lebih banyak meskipun tidak melakukan aktivitas berat, mood buruk atau uring-uringan, mudah cemas dan sulit tidur, menyebabkan haid tidak teratur dan menaikkan berat badan.

Untuk mengurangi risiko efek samping methylprednisolone, sebaiknya obat dikonsumsi dengan jadwal yang ketat dan teratur setiap harinya. Methylprednisolone dikonsumsi setelah makan atau bersamaan dengan makanan. Efek samping methylprednisolone akan muncul bila penggunaannya dalam jangka waktu lama. Jangan menggandakan dosis obat apabila Anda kelupaan minum obat pada waktu sebelumnya

Anak-anak dan wanita hamil dan meyusui harus berkonsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi methylprednisolone, perhatikan baik-baik dosisnya karena methylprednisolone bisa berpengaruh terhadap perkembangan janin dan bayi yang disusui. Jika Anda mengonsumsi methylprednisolone dan akan melakukan perawatan lanjutan di tempat lain misalnya, beritahukan mengenai konsumsi obat Anda kepada dokter atau perawat. Penderita hipertensi, serangan jantung, dan penyakit lain yang berhubungan dengan penyakit tersebut harus mewaspadai penggunaan obat methylprednisolone.

Alternatif Herbal untuk Methylprednisolone

Obat methylprednisolone hanya sanggup mengurangi gejala alergi yang muncul. Namun obat ini tidak mampu membantu Anda mengurangi kecenderungan Anda mengalami gejala alergi, artinya di lain waktu alergi akan kembali kambuh apabila terpapar pemicu alergi.

Cara aman mengatasi alergi sampai ke akar adalah dengan menambahkan asupan herbal untuk obat alergi. Dan salah satu yang sudah terbukti manjur ialah Noni juice. Dalam penelitian Dr. Neil Solomon yang melibatkan 25.314 pengguna Noni juice dan menyertakan 1.227 ahli kesehatan, didapati bahwa Noni juice ampuh menyembuhkan alergi sampai 86 persen dari 3.198 kasus!

Diduga senyawa antioksidan xeronine dalam Noni juice berperan penting membantu tubuh membersihkan toksin yang memicu reaksi anti-bodi yang tidak normal sehingga menimbulkan gejala-gejala alergi.

Noni juice juga mengandung senyawa yang kaya akan polisakarida yang diketahui sanggup meningkatkan dan menormalkan kinerja sistem imun tubuh dengan sewajarnya. Satu hal lagi, Noni juga mengandung scopoletin yang mendorong produksi serotonin dalam tubuh guna meredakan stres. Seringkali stres memicu aktivitas imunitas yang tidak wajar sehingga menimbulkan gejala alergi.

Informasi lebih lanjut mengenai Noni juice bisa Anda baca di halaman artikel: Noni Juice—Herbal Teruji Taklukan Berbagai Penyakit Berat!

Demikianlah informasi mengenai obat methylprednisolone. Anda sangat dianjurkan untuk mengikuti aturan pakai yang sudah ditetapkan sesuai resep dokter. Karena jika tidak, bukan tidak mungkin Anda akan mengalami berbagai efek samping yang tidak mengenakkan sehingga gejala yang dialami malah semakin parah.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}