Mengenal Jenis-jenis Glaukoma dan Proses Terbentuknya!

593
Google Image

Diedit:

Tahukah Anda bahwa ada sekitar 60 juta orang yang diperkirakan mengalami glaukoma dan 5 juta orang dari jumlah yang sama telah mengalami kebutaan total. Ya, glaukoma menjadi tersangka utama yang menyebabkan kebutaan permanen terbesar nomor 3 dari penyakit lainnya.

Sebuah jurnal The Lancet memberikan fakta yang menarik mengenai glaukoma, setengah dari pengidap penyakit ini belum terdiagnosis bahkan di negara yang kebanyakan masyarakatnya mendapatkan program pendidikan tentang glaukoma.

Bagaimana Proses Terbentuknya Glaukoma?

Glaukoma mencuri hampir 90 persen penglihatan tanpa Anda sadari. Bagaimana ini terjadi? Sebenarnya Anda memiliki titik buta di belakang setiap mata. Titik di retina ini merupakan tempat bergabungnya serabut-serabut saraf yang membentuk saraf optik dan tidak memiliki sel-sel pengindera cahaya.

Keberadaan titik buta ini tidak disadari karena otak memiliki kesanggupan dalam mengganti bagian yang tidak terlihat ini. Kemampuan otak yang luar biasa ini dimanfaatkan oleh glaukoma yang menyusup perlahan tanpa terdeteksi.

Hal ini sesuai dengan komentar Ivan Goldberg, seorang dokter mata terkenal di Australia, yang mengatakan bahwa glaukoma tidak menunjukkan gejala, menyerang secara perlahan tanpa peringatan, dan merusak jaringan saraf yang menghubungkan mata ke otak.

Glaukoma terjadi karena terhambatnya saluran cairan yang keluar dari bola mata dan menyebabkan pembesaran pada bola mata. Hal ini mengganggu peredaran darah yang menyuplai gizi bagi mata Anda dan mengakibatkan kematian sel saraf mata.

Jenis-jenis glaukoma yang dapat menyerang Anda!

Peningkatan tekanan di dalam mata (tekanan intraokuler) dapat berubah-ubah setiap jamnya. Tekanan ini dipengaruhi oleh beragam faktor, misalnya: detak jantung, jumlah cairan yang diminum, dan posisi tubuh. Walau tekanan tinggi dalam mata tidak otomatis membuktikan adanya glaukoma, tapi ini dapat menjadi salah satu indikasi keberadaan glaukoma.

  • Glaukoma sudut-terbuka, terjadi karena penyumbatan pada anyaman trabekuler, hal ini menyebabkan peningkatan tekanan di dalam mata yang akhirnya merusak serat-serat saraf rapuh di belakang mata.
  • Glaukoma akut atau sudut-tertutup, ini timbul karena tekanan dalam mata yang meningkat secara tiba-tiba. Tekanan ini menyebabkan nyeri yang hebat di dalam mata dan disertai kaburnya penglihatan bahkan muntah-muntah. Resiko kebutaan dapat terjadi jika pasien yang menunjukkan gejala glaukoma akut tidak ditangani dalam waktu beberapa jam sejak gejalanya muncul.
  • Glaukoma sekunder yang terjadi karena dipicu oleh kondisi lain yang dialami mata, seperti: tumor, katarak, atau cedera.
  • Glaukoma bawaan yang menimpa sebagian kecil orang. Jenis glaukoma ini diderita sejak lahir dan gejalanya dapat dilihat dari ukuran bola mata sang bayi yang sangat besar dan sensitif terhadap cahaya.
Baca juga:  Cara Mendeteksi dan Mengobati Glaukoma

Perlu diingat, bahwa glaukoma tidak berhubungan dengan kondisi mata yang berair atau kering. Glaukoma juga tidak berkaitan dengan seberapa jelas Anda membaca dan menulis. Walaupun Anda tidak memiliki masalah apa pun yang berkaitan dengan mata Anda, glaukoma tetap beresiko menjangkiti Anda.

Advertisement
Alinesia