• Home
  • Blog
  • Bau Badan
  • Benarkah Manfaat Tawas untuk Ketiak Lebih Baik daripada Deodoran Biasa?

Benarkah Manfaat Tawas untuk Ketiak Lebih Baik daripada Deodoran Biasa?


By Cindy Wijaya

Belakangan ini tawas menjadi pengganti deodoran yang cukup populer. Banyak orang mengklaim bahwa penggunaannya lebih aman dan lebih bermanfaat daripada deodoran biasa, bahkan juga bisa memutihkan kulit ketiak. Apa benar?

Jika memang benar, itu bisa menjadi pilihan bagi Anda yang sering tidak percaya diri karena aroma ketiak tak sedap. Simaklah penjelasannya dalam artikel ini yang akan membahas tentang manfaat tawas untuk ketiak dan keamanan dari penggunaannya.

Poin Penting:

  • Apa manfaat tawas untuk ketiak?
  • Apakah air tawas aman untuk ketiak?
  • Bagaimana cara menggunakan tawas pada ketiak?
  • Berapa lama tawas bekerja untuk ketiak?

Apa Manfaat Tawas untuk Ketiak?

Tawas (alum) adalah senyawa yang mengandung aluminum. Dalam dunia kosmetik, tawas yang dimaksud biasanya adalah potassium alum yang memiliki sifat astringen dan anti-bakteri. Belakangan ini tawas mulai populer digunakan sebagai pengganti deodoran biasa.

Sebenarnya, di Asia Tenggara tawas sudah digunakan sebagai deodoran selama ratusan tahun. Kini tawas menjadi lebih populer digunakan di negeri-negeri Barat dalam 30 tahun terakhir.

Mengapa menjadi populer? Salah satu alasannya adalah karena klaim manfaat tawas untuk ketiak, yang katanya lebih aman dan lebih sehat bagi ketiak. Selain itu menjadi terkenal juga karena tawas merupakan bahan natural dan harganya lebih terjangkau.

Tapi apa sebenarnya manfaat tawas untuk ketiak? Manfaat tawas untuk ketiak terutama adalah bekerja sebagai deodoran, karena kandungan garam mineralnya mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan bau ketiak.

Manfaat tawas untuk ketiak lainnya berasal dari kandungannya yang alami, sehingga bisa menghindarkan Anda dari penggunaan deodoran yang mengandung bahan-bahan kimiawi.

Memakai deodoran dan antiperspiran dapat menghambat pelepasan racun dari tubuh Anda. Bahan-bahan tersebut mencegah tubuh berkeringat, diduga dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan penumpukan racun.

Healthline menjelaskan deodoran dan antiperspiran biasa biasanya mengandung bahan-bahan kimia berikut:

  • Senyawa aluminium
  • Paraben
  • Steareth
  • Triclosan
  • Propylene glycol
  • Triethanolamine (TEA)
  • Diethanolamine (DEA)
  • Pewarna buatan

Banyak dari bahan-bahan kimia di atas dianggap berbahaya bagi kesehatan dan dapat mengiritasi kulit yang sensitif. Jadi Anda sebaiknya membaca daftar kandungan bahan dalam produk deodoran yang hendak dibeli, meskipun itu diberi label “alami”.

Dan ingat juga bahwa produk deodoran dari tawas yang memiliki wangi tertentu mungkin mengandung pewangi buatan. Jadi bacalah seluruh daftar kandungan bahannya dengan cermat.

Bisakah tawas mencerahkan ketiak? Ketiak menghitam biasanya karena cara mencukur yang kurang tepat atau masalah kesehatan tertentu. Rutin memakai tawas bantu mencerahkannya, karena kandungan di dalamnya membantu mengangkat minyak, kotoran, dan sel-sel kulit mati.

Keunggulan lain dari tawas ialah dari harganya. Harga tawas bisa bervariasi namun biasanya tidak lebih mahal daripada deodoran biasa, dan kadang lebih murah terutama yang dalam bentuk batu tawas.

Apakah Air Tawas Aman untuk Ketiak?

Ilustrasi apakah air tawas aman untuk ketiak
Photo by Africa images via Canva

Peralihan ke deodoran tawas berawal dari kekakhawatiran terhadap bahan-bahan kimiawi dalam deodoran dan antiperspiran biasa. Masalahnya ada pada paraben atau aluminium, yang dianggap mengganggu hormon sehingga dikaitkan dengan kanker tertentu, khususnya kanker payudara.

Faktanya, klaim tersebut tidaklah berdasar. Paraben memang telah diteliti hubungannya dengan kanker payudara, namun para ahli kesehatan telah menyatakan bahwa mereka tidak percaya bahwa antiperspiran atau deodoran ada kaitannya dengan kanker tersebut.

Begitu juga, aluminium dikaitkan dengan penyakit Alzheimer. Banyak pakar kesehatan juga menyebutnya sebagai mitos kesehatan belaka.

Tapi, jika Anda pernah mengalami ruam atau rasa perih di ketiak setelah memakai deodoran atau antiperspiran, kemungkinan ada manfaat tawas untuk ketiak Anda.

Namun, kulit setiap orang berbeda, dan beberapa pengguna juga melaporkan reaksi alergi terhadap tawas, seringnya dalam bentuk ruam. Meski begitu, tawas dianggap lebih rendah riiskonya karena tidak mengandung zat-zat umum pemicu alergi.

Pengingat: Anda mungkin sebaiknya tidak memakai tawas sebagai deodoran jika banyak berkeringat. Karena ada perbedaan antara fungsi deodoran (untuk mengurangi bau) dan antiperspiran (untuk mencegah berkeringat).

Antiperspisan biasa mengandung aluminum chlorohydrate atau aluminum zirconium, yang menghalangi kelenjar keringat dan mencegah berkeringat. Sedangkan tawas hanya berfungsi sebagai deodoran untuk mencegah bau, dan tidak bisa membuat ketiak Anda tetap kering.

Jadi, apakah air tawas aman untuk ketiak? Ya, tawas aman dipakai sebagai deodoran. Tawas dianggap lebih rendah risikonya dalam menimbulkan reaksi alergi, karena tidak mengandung zat-zat umum pemicu alergi. (Sumber: Prevention)

Bagaimana Cara Menggunakan Tawas pada Ketiak?

Tawas tersedia dalam bentuk batu, roll-on, dan semprotan (spray). Kadang juga dikemas dalam bentuk gel atau bubuk (bedak). Tawas batu biasanya dijual dalam bentuk batu itu sendiri atau ditempelkan pada alas plastik.

Bagaimana cara menggunakan tawas pada ketiak? Anda bisa langsung aplikasikan tawas pada ketiak, tepat setelah Anda mandi, saat ketiak baru dibersihkan dan masih sedikit lembap.

Jika memakai tawas batu, Anda bisa membasahinya dulu lalu menggosoknya ke atas dan ke bawah atau dengan gerakan memutar. Lanjut oleskan sampai Anda merasa telah mengoleskannya ke seluruh ketiak.

Ilustrasi bagaimana cara menggunakan tawas pada ketiak
Photo by Изображения пользователя Алёна via Canva

Seharusnya akan terasa halus saat mengaplikasikannya. Berhati-hatilah jika batunya retak atau punya tepi kasar, karena bisa melukai atau mengiritasi ketiak. Gosokkan terus hingga ketiak kering.

Jika dalam bentuk semprotan, bagaimana cara menggunakan tawas pada ketiak? Anda bisa langsung menyemprotkannya ke ketiak. Anda mungkin perlu membungkus badan dengan handuk untuk menampung cairan berlebih yang mungkin mengalir setelah menyemprotkan tawas ke ketiak.

Mungkin juga ada sedikit sisa kapur yang tertinggal di kulit setelah menyemprotkannya, jadi sebaiknya tunggu sampai deodoran tawas mengering sebelum berpakaian.

Jika dalam bentuk roll-on, bagaimana cara menggunakan tawas pada ketiak? Tidak seperti batu tawas, tawas roll-on sudah cukup basah jadi tidak perlu lagi dibasahi air. Langsung gosokkan ke ketiak, sama seperti memakai deodoran roll-on biasa.

Berapa Lama Tawas Bekerja untuk Ketiak?

Manfaat tawas untuk ketiak efektif hingga 24 jam sejak diaplikasikan. Jadi Anda mungkin tidak perlu lagi mengaplikasikan ulang tawas beberapa kali dalam sehari.

Tapi jika Anda perlu mengaplikasikan ulang, namun tidak sempat mandi, Anda bisa membersihkan ketiak dengan alkohol 70% dan bola kapas sebelum mengaplikasikan ulang tawas.

Kandungan garam dalam tawas membantu membunuh bakteri yang menyebabkan bau ketiak. Meskipun bukan antiperspiran yang mencegah berkeringat, namun tawas tetap bisa mengurangi aroma tidak sedap yang timbul saat ketiak berkeringat.

Ilustrasi berapa lama tawas bekerja untuk ketiak
Photo by RyanKing999 via Canva

Tawas bisa disimpan hingga beberapa bulan. Namun, berpotensi menimbulkan bau kurang enak setelah disimpan beberapa waktu.

Jika baunya menjadi masalah, coba gunakan semprotan tawas (spray) karena tidak akan bersentuhan langsung dengan ketiak Anda.

Kesimpulan tentang Manfaat Tawas untuk Ketiak

Apa manfaat tawas untuk ketiak? Tawas bekerja sebagai deodoran karena mengandung garam mineral yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri (anti-bakteri) penyebab bau ketiak. Selain itu, tawas tidak mengandung bahan-bahan kimiawi seperti deodoran dan antiperspiran biasa, sehingga relatif aman bagi Anda yang memiliki kulit sensitif.

Apakah air tawas aman untuk ketiak? Karena tidak mengandung bahan-bahan kimiawi yang bisa memicu reaksi alergi, tawas relatif lebih aman digunakan. Namun tetap saja bisa menimbulkan reaksi alergi atau iritasi pada sebagian orang. Hentikan penggunaannya jika Anda mengalami reaksi alergi atau iritasi.

Bagaimana cara menggunakan tawas pada ketiak? Tawas bisa langsung diaplikasikan langsung ke ketiak setelah mandi, yang sudah bersih dan masih lembap. Batu tawas bisa dibasahi dulu dengan air secukupnya sebelum digosokkan. Tawas dalam bentuk semprotan atau roll-on bisa diaplikasikan sama seperti deodoran biasanya.

Berapa lama tawas bekerja untuk ketiak? Tawas biasanya bisa bertahan hingga 24 jam sejak diaplikasikan. Kalaupun perlu diaplikasikan ulang, tapi tidak sempat mandi, Anda perlu membersihkan ketiak dulu dengan alkohol 70% dan bola kapas.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang manfaat tawas untuk ketiak. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}