Manfaat Magnesium yang Tak Kalah Penting dari Kalsium


By Cindy Wijaya

Sebagian besar dari kita pasti sudah paham mengenai pentingnya kalsium. Tak heran memang, ini disebabkan oleh beragam media dan iklan yang demikian giat menggembor-gemborkan betapa pentingnya kalsium untuk tubuh Anda. Mereka bilang tubuh Anda, terutama tulang, akan menjadi keropos dan rapuh tanpa cukup asupan kalsium.

Ada peran pemasaran memang di sini, mengingat kemudian banyak muncul produk-produk komersial semacam susu, minuman energi, hingga suplemen yang menonjolkan kalsium sebagai komponen pentingnya.

Ini juga bermula dari berragam riset yang dimulai 50 tahun lalu, tentang betapa besar manfaat kalsium dalam tubuh manusia. Diketahui bahwa peran kalsium lebih dari sekadar manfaatnya untuk menunjang komposisi dan kepadatan tulang.

Memang kalsium penting, tetapi sebenarnya ada banyak mineral lain yang tidak kalah penting bagi tubuh kita, sebut saja magnesium. Mineral ini sepertinya tenggelam di balik popularitas kalsium, padahal perannya juga sangat kompleksnya dalam tubuh kita. Bahkan bisa dikatakan bahkan lebih kompleks dari kalsium.

Berawal dari satu fakta bahwa tubuh membutuhkan magnesium agar dapat menyerap kalsium. Jadi kalau Anda mencukupi kebutuhan kalsium, mungkin dengan tambahan suplemen, tetapi tidak memperhatikan kecukupan magnesium, itu berarti sama saja bohong.

Apa Sebenarnya Manfaat Magnesium?

Rupanya kinerja dan manfaat magnesium bagi tubuh manusia relatif sangat beragam. Menurut sumber AUTHORITY NUTRITION, ada setidaknya 600 peran dari magnesium yang bekerja pada tubuh manusia. Dan berikut adalah gambaran umum mengenai manfaat utama dari magnesium untuk tubuh manusia.

  • Mendukung kekuatan tulang

    60% dari magnesium dalam tubuh manusia berada dalam tulang, sedangkan sisanya baru tersebar pada sel dan cairan tubuh. Perannya tak kalah penting dari kalsium dalam menunjang kekuatan dan keutuhan kepadatan tulang.

    Dalam catatan ANCIENT MINERALS, dijelaskan bahwa manfaat magnesium sangat penting dalam menjaga kepadatan tulang. Mereka dengan defisiensi magnesium bisa mengalami masalah osteoporosis serius sekalipun memiliki kadar kalsium mencukupi dalam tubuh.

    Magnesium berperan dalam proses penyerapan kalsium dalam tulang sekaligus menjadi salah satu bagian penting elemen pengikat kalsium dalam tulang. Kekurangan magnesium akan memudahkan kalsium lepas dari tulang dan menurunkan tingkat kepadatan tulang.

  • Mendukung pembentukan energi

    Untuk sel dapat membentuk energi, tentu saja sel membutuhkan sumber energi yang dalam hal ini adalah glukosa. Glukosa tersedia dalam darah, dan sel akan bekerja menyerap glukosa dari dalam darah berdasarnya perintah insulin, enzim yang mengatur sirkulasi glukosa dalam darah.

    Sel sendiri memiliki elemen reseptor yang bekerja membaca perintah insulin. Kemudian sel akan menyerap glukosa dan menyimpannya untuk kemudian diubah sebagai energi. Di sinilah peran magnesium muncul. Magnesium bekerja pada elemen reseptor sel dan pada sistem penyimpanan glukosa dalam sel.

    Kekurangan magnesium akan memicu sel tidak lagi cukup peka terhadap sinyal insulin dan tidak cukup efisien dalam menyerap glukosa. Dengan kata lain kekurangan magnesium bisa memicu resistensi insulin yang kemudian bisa berkembang menjadi kasus diabetes. Hal ini dijelaskan detil dalam World Journal of Diabetes tahun 2015 dengan tajuk Magnesium and type 2 diabetes.

  • Bekerja dalam peran saraf

    Menurut sumber Physiological Reviews tahun 2015 dalam jurnal Magnesium in man: implications for health and disease dijelaskan bahwa magnesium memiliki peran untuk membantu kinerja sistem saraf pusat dan saraf tepi. Berperan dalam meregulasi fungsi neurotransmitter, sirkulasi darah dalam otak dan kinerja saraf tepi di seluruh tubuh.

    Peran ini kemudian dikaitkan dengan fakta bahwa magnesium juga bisa membantu meringankan masalah migrain, membantu meringankan gejala depresi dan membantu meringankan masalah pasien yang kerap mengalami masalah kram, kebas dan semutan.

    juga diketahui baik untuk membantu memperbaiki mood termasuk meringankan gejala PMS. Diduga kemampuan magnesium dalam melancarkan sirkulasi darah menuju otak akan membantu memperbaiki situasi hormonal yang berpengaruh pada keluhan PMS.

  • Baik untuk sirkulasi darah

    Pada dasarnya karena magnesium secara tidak langsung berperan meregulasi kadar glukosa darah, dan ternyata juga baik untuk meregulasi tekanan darah, maka mereka yang memiliki magnesium yang cukup dalam tubuh akan mengalami perbaikan sistem sirkulasi darah.

    Dijelaskan dalam jurnal bertajuk Effects of oral magnesium supplementation on insulin sensitivity and blood pressure in normo-magnesemic nondiabetic overweight Korean adults yang dimuat pada Nutrition Metabolism and Cardiovascular Diseases tahun 2009, bahwa magnesium baik dalam menurunkan tekanan darah, tetapi tidak lantas menyebabkan efek hipotensi pada mereka yang normal.

    Pengaruh magnesium terhadap sirkulasi darah dan kondisi tekanan darah pula yang menyebabkan magnesium menjadi salah satu suplemen penting untuk kesehatan jantung. Karena jantung yang sehat sangat bergantung pada tekanan darah dan sirkulasi darah yang berjalan normal.

  • Bekerja dalam formulasi asam amino

    Tubuh manusia membutuhkan asam amino, sebagian didapat hanya dari makanan yang Anda asup sedang sisanya diolah sendiri oleh tubuh dengan sejumlah proses kimiawi protein tertentu menjadi sejumlah komponen asam amino.

    Dan di sinilah manfaat magnesium, yang mendorong sejumlah enzim dalam sistem pencernaan bekerja aktif termasuk dalam proses merubah sejumlah protein menjadi asam amino. Dalam beberapa jenis enzim yang terdapat dalam fungsi pencernaan, terdapat komponen magnesium yang cukup relevan.

    Magnesium sendiri juga membantu meregulasi kelebihan asam lambung yang justru mengganggu kinerja dan keseimbangan enzim dalam pencernaan. Efek anti inflamasinya membantu meredakan keluhan inflamasi pada lambung dan usus yang mengganggu fungsi penyerapan sari makanan.

  • Menguatkan jaringan otot

    Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, ada manfaat magnesium dalam membantu mengatasi keluhan kesemutan, kebas dan kram. Bukan hanya karena magnesium bekerja efektif menjaga dan mengembalikan fungsi saraf tepi. Tetapi karena magnesium bekerja menjaga kelenturan dan kekuatan dari jaringan otot.

    Mereka yang memiliki masalah defisiensi magnesium akan mudah lelah dan mengalami kejang otot, juga rentan mengalami masalah kesemutan. Karena otot mereka cenderung lebih lemah dan tidak memiliki kelenturan yang baik.

    Otot tidak memiliki toleransi cukup terhadap tekanan berlebihan sehingga mudah mengalami kram dan kesemutan. Hal ini telah diungkap dalam penjelasan Pubmed Health tahun 2012 dengan jurnal Magnesium for Muscle Cramps

    Magnesium efektif membantu meningkatkan suplai glukosa menuju sel otot yang membuat otot lebih efisien dalam memproduksi energi. Di sisi lain magnesium membantu menyingkirkan lactic acid yang diproduksi oleh sel otot saat bekerja dalam tekanan. Senyawa asam ini yang memberi efek pegal, penyempitan pembuluh darah dan efek kejang otot.

    Hal ini diungkap mendetil dalam Public Library of Science tahun 2014 dengan tajuk jurnal Magnesium enhances exercise performance via increasing glucose availability in the blood, muscle, and brain during exercise.

  • Pemelihara DNA

    Magnesium sendiri rupanya berperan banyak dalam kinerja DNA. Magnesium diperlukan untuk menjaga DNA tetapi murni, membantu proses regenerasi sel dan menghindari terbentuknya sel-sel abnormal dengan DNA rusak.

    Dijelaskan dalam jurnal bertajuk Role of magnesium in genomic stability yang dirilis pada Mutation Research Reports tahun 2001, bahwa magnesium berperan menjaga setiap regenerasi sel dalam tubuh tetap berada dalam koridor DNA yang murni. Dikatakan mereka yang dengan kasus tumor dan kanker, cenderung menunjukan gejala kekurangan magnesium dalam tubuh mereka.

Itulah sejumlah gambaran mengenai bagaimana magnesium menempati peran demikian general dalam tubuh manusia. Dengan 600 peran yang dikelompokan dalam setidaknya 6 manfaat utama, kita bisa melihat betapa penting peran dan manfaat magnesium dalam tubuh.

Apa Saja Makanan Sumber Magnesium?

Sayang sekali jika kita tidak menyadari pentingnya manfaat magnesium. Selama ini mungkin terkonsentrasi untuk lebih banyak mengonsumsi suplemen dan makanan kaya kalsium tanpa menyadari semua kalsium yang Anda konsumsi tak akan bisa berbicara banyak tanpa peran magnesium. Dan Anda bisa jadi selama ini abai mengenai seberapa banyak magnesium yang Anda asup ke dalam tubuh Anda.

Kalsium sendiri hanya banyak bekerja pada kesehatan tulang, fungsi alkalida dalam tubuh dan membantu mengendalikan tekanan darah. Fungsinya sendiri ternyata memang tak lebih kompleks dari magnesium.

Dan menurut catatan Harvard Health Publications, tubuh manusia dalam kondisi normal membutuhkan kalsium sekitar 1000 mg untuk usia anak-anak dan masa produktif dan sekitar 500 – 700 mg untuk usia di atas 50 tahun.

Untuk mengimbanginya tubuh membutuhkan setidaknya rata-rata 300 – 400 mg asupan setiap harinya, berdasar informasi dari National Institutes of Health. Ini sama dengan setidaknya 3 mangkuk bayam rebus atau ½ mangkuk biji labu atau lebih ekstrim 10 buah pisang.

Tentu kombinasi makanan dibutuhkan untuk memastikan Anda mendapatkan cukup magnesium tanpa menjadi berlebihan dengan nutrisi yang lain. Dan bila memang diperlukan Anda bisa mengonsumsi suplemen mengandung magnesium demi mencukupi kebutuhan harian Anda. Pastikan Anda memilih kadar magnesium yang medium supaya tidak menjadi kelebihan.

Kelebihan magnesium normalnya akan teratasi dengan sendirinya oleh fungsi ginjal. Kadang beberapa pasien bisa mengeluhkan efek diare, mual dan kontraksi perut terkait dengan adanya peran magnesium dalam fungsi enzim, asam lambung dan otot pada pencernaan, tetapi biasanya gejala ini ringan dan mudah teratasi.

Membaca kelebihan magnesium paling efektif dengan memeriksa serum darah. Kadar normal seharusnya sekitar 0.75 and 0.95 millimoles (mmol)/L. Tetapi bila kadarnya menjadi berlebihan, sekitar 1.74–2.61 mmol/L, bisa dikategorikan hipermagnesemia dan artinya tubuh Anda akan berada bahaya. Magnesium berlebihan ini berubah menjadi toksin yang berbahaya.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}