• Home
  • Blog
  • Magnesium
  • Magnesium Hidroksida: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan

Magnesium Hidroksida: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan


By Cindy Wijaya

Magnesium adalah salah satu jenis mineral yang dibentuk secara alami. Kehadiran magnesium dibutuhkan banyak sistem dalam tubuh terutama otot-otot dan saraf. Sedangkan magnesium hidroksida berguna untuk mengurangi asam lambung serta meningkatkan kadar air dalam usus yang mendorong BAB.

Obat magnesium hidroksida adalah jenis obat antasida yang bekerja dengan menetralisir kelebihan asam di lambung dan menstimulasi pergerakan usus. Karena itu obat ini sering diresepkan untuk mengatasi gejala-gejala kelebihan asam lambung seperti misalnya gangguan pencernaan, mulas, perut kembung, dan nyeri ulu hati.

Selain itu, obat ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obat pencahar guna meringankan sembelit. Magnesium hidroksida biasanya tersedia dalam bentuk obat cair dan tablet.

Aturan Pakai Magnesium Hidroksida

Sebelum memulai konsumsi obat ini, ada sejumlah aturan pakai magnesium hidroksida yang perlu Anda ketahui. Beberapa kondisi medis dapat dipengaruhi oleh pemakaian obat ini. Karena itu beritahukan dokter yang menangani jika Anda memiliki suatu kondisi medis tertentu, khususnya jika:

  • Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil, atau sedang menyusui bayi
  • Anda sedang mengonsumsi obat, herbal, atau suplemen tertentu
  • Anda alergi terhadap obat, makanan, atau zat lain
  • Anda memiliki usus buntu, mengalami sakit perut, penyumbatan usus, mual, muntah, diare, masalah ginjal, perdarahan di dubur yang penyebabnya tidak jelas, atau pernah menjalani operasi usus

Beberapa jenis obat mungkin berinteraksi dengan magnesium hidroksida. Beritahu dokter Anda jika sedang mengonsumsi obat lain, terutama jenis obat berikut:

  • Antikoagulan (misalnya warfarin), karena risiko efek samping magnesium hidroksida meningkatn jika dikonsumsi bersamaan dengan jenis obat ini
  • Azole anti-fungi (misalnya ketoconazole), bifosfonat (misalnya alendronate), resin penukar kation (misalnya natrium polistiren sulfonat), sefalosporin (misalnya sefaleksin), mycphenolate, penicillamine, quinolone, antibiotik (misalnya ciprofloxacin), atau tetrasiklin (misalnya doxycycline), karena efektivitas jenis-jenis obat ini akan menurun jika dikonsumsi dengan magnesium hidroksida

Lalu bagaimana cara mengonsumi obat magnesium hidroksida? Obat ini sebaiknya dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter. Jika Anda membelinya tanpa resep dokter, pastikan Anda sudah membaca dan memahami dengan benar petunjuk dan dosis aman magnesium hidroksida yang tertera di label pada kemasan obat.

  • Obat magnesium hidroksida bisa diminum sebelum atau sesudah makan. Setelah ditelan, segera minum segelas penuh (240 mL) air atau cairan lainnya.
  • Apabila Anda tidak sengaja kelupaan minum satu dosis magnesium hidroksida, segeralah minum saat Anda ingat. Terus ikuti petunjuk sesuai resep dokter atau sesuai label pada kemasan obat.

Tanyakan kepada dokter jika Anda mempunyai pertanyaan lebih lanjut tentang bagaimana aturan pakai magnesium hidroksida. Secara umum, dosis aman magnesium hidroksida adalah sekitar 30-45 mL bagi untuk usia di atas 12 tahun.

Jangan minum obat ini melebihi dosis aman magnesium hidroksida yang direkomendasikan, dan jangan minum selama lebih dari 1 minggu. Apabila gejala-gejala yang Anda alami tidak membaik dalam waktu 1 minggu, atau jika terasa lebih parah, segera periksakan ke dokter. Obat ini tidak boleh diberikan pada anak usia di bawah 12 tahun.

Efek Samping Magnesium Hidroksida

Setiap jenis obat medis pasti dapat menyebabkan efek samping, akan tetapi kebanyakan orang tidak mengalaminya, atau menderita efek samping yang relatif ringan.

Salah satu efek samping magnesium hidroksida yang paling umum dialami kebanyakan orang ialah diare. Jika gejala ini Anda alami dan tidak segera membaik atau malah semakin parah, segeralah periksakan ke dokter.

Namun segera cari pertolongan medis apabila Anda mengalami gejala efek samping magnesium hidroksida yang berat seperti berikut ini: reaksi alergi parah (ruam, gatal-gatal, kesulitan bernapas, sesak dada, pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, atau lidah); kehilangan selera makan; kelemahan otot; mual; refleks gerakan menjadi lambat; dan muntah-muntah.

Alternatif Herbal untuk Magnesium Hidroksida

Kelebihan asam lambung bisa ditekan dengan cara menjaga pola makan sehari-hari. Selain itu Anda juga dapat mengatasi masalah tersebut dengan mengonsumsi obat herbal atau obat alami yang dapat menetralisir kelebihan asam lambung.

Obat alami pertama adalah lidah buaya, caranya dengan meminum sekitar ½ jus lidah buaya asli sebelum makan. Lidah buaya dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan gejala kenaikan asam lambung.

Herbal selanjutnya ialah jahe yang diketahui mempunyai kemampuan sebagai obat asam lambung alami dan sudah digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan pencernaan sejak dahulu kala. Anda bisa menambahkan 2 sampai 3 potong jahe segar ke dalam 2 gelas air panas lalu diamkan sampai kira-kira ½ jam. Minumlah air jahe ini 20 menit sebelum dan sesudah makan.

Jika Anda ingin mengetahui pilihan alternatif lain, silakan kunjungi halaman ini: Obat Asam Lambung Alami. Ingatah bahwa untuk mengatasi masalah asam lambung, Anda perlu memperbaiki keseimbangan dan fungsi alami lambung. Ini sangat penting demi menjaga kesehatan jangka panjang Anda.

Karena itu Anda tidak bisa hanya mengandalkan obat asam lambung seperti obat magnesium hidroksida, Anda harus mengubah gaya hidup. Ini termasuk menghindari makanan pemicu asam lambung naik, jangan coba-coba telat makan, berhenti merokok, dan jaga berat badan tetap ideal—semua itu langkah penting demi menjaga kesehatan lambung Anda.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}