Makanan Sumber Progesteron yang Menyeimbangkan Hormon Wanita


By Cindy Wijaya

Progsteron adalah salah satu hormon penting dalam fungsi seksual dan reproduksi wanita. Hormon ini penting untuk menjaga stabilitas tubuh, stabilitas hormonal, dan menekan efek samping dari ketidakseimbangan hormonal. Itu sebabnya beberapa pakar kesehatan menyarankan untuk meningkatkan produksi progesteron untuk menjaga kestabilan hormonal tubuh secara menyeluruh.

Salah satu caranya adalah dengan memakan makanan sumber progesteron. Sebenarnya, sebagian besar makanan di bawah ini tidak mengandung progesteron. Tetapi memiliki beberapa senyawa dan nutrisi yang mendorong tubuh memproduksi lebih banyak progesteron. Apa saja makanan sumber progesteron tersebut? Berikut ini daftarnya.

  • Susu murni hewani

    Progesteron secara alami diproduksi maksimal pada masa kehamilan dan menyusui. Dan secara otomatis juga akan Anda jumpai pada susu yang memang notabene diproduksi ketika tubuh memproduksi progesteron tinggi. Dan hal ini juga terjadi pada jenis hewan mamalia termasuk sapi, kambing, dan unta. Jadi Anda akan menemukan sejumlah progesteron alami dalam susu murni.

  • Makanan dengan kadar vitamin E

    Vitamin E terbukti mendorong tubuh meningkatkan produksi progesteron. Fakta ini diungkap dalam Journal of Ovarian Research tahun 2009 yang mengungkap 67% wanita yang menjalani diet dengan memaksimalkan asupan vitamin E akan mengalami peningkatan progesteron setidaknya 1,5 kali lebih baik. Beberapa makanan sumber vitamin E antara lain, kacang-kacangan, biji-bijian, termasuk pula kecambah dan tempe.

  • Makanan sumber vitamin C

    Dalam riset lain yang dilaporkan dalam journal “Fertility and Sterility” pada Agustus 2003, terbukti vitamin C bekerja efektif meningkatkan kadar progesteron. Dalam journal disampaikan bahwa riset melibatkan 122 wanita yang mengalami keluhan fertilitas dan mestruasi yang tidak teratur, serta terbukti mengalami masalah dengan kadar progesteron. Hasil dari riset menunjukan setidaknya pada lebih dari 80% populasi menunjukan peningkatan kadar progesteron pasca populasi menjalani konsumsi vitamin C 750 mg selama 3 pekan dan menunjukan kehamilan setelah konsumsi diteruskan lagi beberapa pekan. Beberapa sumber makanan kaya vitamin C antara lain buah noni, buah jeruk, dan tomat.

  • Buah dan sayuran

    Beberapa jenis buah dan sayuran mengandung beberapa senyawa yang terbukti meningkatkan produksi progesteron. Biasanya sayuran dan buah ini mengandung sejumlah jenis senyawa, vitamin C, E, dan A yang baik untuk sistem endokrin atau sistem domino kelenjar dalam tubuh yang dikelola oleh hipotalamus dalam otak. Senyawa utama yang banyak dijumpai adalah aneka jenis flavonoid. Beberapa buah dan sayuran yang direkomendasikan antara lain bayam merah, noni, aneka macam buah berry, srikaya, dan kiwi.

  • Beberapa jenis teh herbal

    Teh yang terbuat dari rosella, teh hijau, teh oregano, dan teh ekstrak sarang semut terbukti memiliki sejumlah senyawa unik bersifat anti oksidan yang baik melakukan detoksifikasi dan membantu memperbaiki fungsi endokrin termasuk membantu mendorong pembentukan progesteron. Sebenarnya teh herbal yang kami sebutkan di atas memiliki kandungan senyawa seperti caryophyllene, luteolin, quercetin, dan beberapa jenis senyawa lain merupakan bagian dari flavonoid juga. Malah beberapa memiliki sifat flavonoid yang lebih lengkap dengan kemampuan lebih cepat dalam meningkatkan kadar progesteron dalam tubuh.

Baca Juga:  Pengaruh Kekurangan Progesteron pada Wanita

Dengan mengonsumsi makanan-makanan diatas, maka keluhan kekurangan progesteron bisa dicegah. Diketahui sebelumnya, bahwa kedua hormon gender ini penting bagi tubuh tetapi dapat berakibat buruk bagi kesehatan bila berada dalam kadar berlebihan.

Namun, Anda juga perlu berhati-hati dalam mengonsumsi makanan sumber progesteron. Karena bila dilakukan berlebihan, kadar progesteron akan terlalu tinggi dan mendominasi. Secara natural ketika progesteron mendominasi, maka tubuh akan menurunkan kadar estrogen dan testosteron. Anda akan menunjukan gejala kekurangan estrogen atau testosteron yang juga bisa membahayakan tubuh.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}