Pengaruh Kekurangan Progesteron pada Wanita


By Cindy Wijaya

Artikel kali ini akan membahas mengenai pengaruh kekurangan progesteron pada wanita dan pada lain waktu kami akan mengulas pengaruh kelebihan progesteron terhadap tubuh wanita. Tetapi sebelum kita lebih dalam membahas pengaruh kekurangan progesteron, kami akan mencoba mengingatkan Anda kembali mengenai manfaat dan fungsi progesteron dalam tubuh wanita.

Berbeda dengan hormon estrogen yang kental dengan fungsinya sebagai hormon feminin atau fungsi testosteron sebagai hormon maskulin, maka hormon progesteron memiliki fungsi berbeda. Fungsi utamanya adalah untuk memaksimalkan reproduksi.

Pada wanita fungsinya kuat pada proses pelepasan telur, pembentukan penebalan pada dinding rahim termasuk mendorong pelepasan semua senyawa dan protein penting yang dibutuhkan wanita untuk menjaga bayi dalam kandungannya. Progesteron juga berperan besar dalam produksi ASI. Sedangkan pada pria, progesteron juga dibutuhkan untuk mendorong kualitas dan kuantitas sperma dan produksi semen.

Artinya di sini justru progesteron dibutuhkan oleh pria maupun wantita dan berfungsi untuk menjalin kerjasama baik dengan hormon dominan gender untuk memaksimalkan fungsi reproduksi dan genital. Meski begitu, progesteron memang lebih banyak diproduksi wanita mengingat peran besarnya dalam menjaga kondisi rahim dan janin dalam masa kehamilan hingga masa menyusui.

Selain itu, ditemukan pula fakta bahwa progesteron berperan besar membantu menjaga kadar estrogen dan testosteron dalam tubuh tetap stabil. Juga membantu menetralisir efek samping dari kedua jenis hormon pada tubuh, fungsi ini bekerja baik pada wanita maupun pria.

Dengan kata lain, mereka yang memiliki masalah dengan kekurangan kadar progesteron dalam tubuh kerap menemui masalah terkait dengan ketidakstabilan atau malah dominasi dari hormon estrogen atau hormon testosteron dalam tubuh. Kondisi ini juga akan memicu beberapa masalah kesehatan terkait dengan kelebihan estrogen atau kelebihan testosteron.

Beberapa keluhan seperti PMS, jerawat, migrain dan sakit kepala hebat, penurunan fungsi seksual, peningkatan atau penurunan libido berlebihan, rasa lelah berlebihan atau malah produksi energi berlebihan sampai tubuh cenderung merasa gelisah, keringat dingin dan sulit tidur bisa menjadi pengaruh kekurangan progesteron.

Atau bisa dikatakan beberapa gejala yang biasa Anda alami bila estrogen Anda terlalu tinggi atau malah terlalu rendah, kondisi yang Anda alami ketika testosteron Anda terlalu tinggi atau terlalu rendah justru bisa jadi disebabkan oleh pengaruh kekurangan progesteron.

Itu sebabnya beberapa penanganan PCOS, terapi kanker payudara stadium awal dan beberapa keluhan reproduksi termasuk endometriosis, masalah prostat dan masih banyak lagi bisa dilakukan dengan terapi progesteron atau progestin, sejenis progesteron buatan.

Masalah terbesar yang menjadi pengaruh kekurangan progesteron justru terjadi pada wanita hamil. Karena peran progesteron sangat besar dalam masa kehamilan. Progesteron berperan besar dalam menjaga ketebalan dinding rahim, kualitas kondisi dinding endometrium yang menjadi lokasi perlekatan janin dalam rahim termasuk menjaga kualitas plasenta.

Bahkan terbukti pada wanita hamil terdapat peningkatan progesteron bisa mencapai 3 kali lipat dari kadar tertinggi wanita di periode normal mereka. Progesteron ini terus tinggi sampai masa pasca melahirkan dan tetap bertahan selama beberapa bulan masa menyusui. Biasanya pada masa ini, hormon estrogen dan testosteron menajdi rendah karena efek dari dominasi progesteron ini.

Akan menjadi masalah besar ketika seorang wanita hamil mengalami kekurangan progesteron. Mulai dari masalah perdarahan kehamilan, rasa nyeri pada perut, keluhan kehamilan toksemia dan khamilan ektopik. Beberapa kasus kekurangan progesteron bisa menyebabkan keguguran.

Progesteron juga menjadi salah satu indikator kesuburan wanita. Dan ketika seorang wanita mengalami kekurangan progesteron, bisa jadi dinding rahim tidak cukup tebal untuk menjadi perlekatan telur setelah masa pembuahan. Pelepasan telur juga menjadi tidak lancar sehingga pelepasan telur dengan peluruhan dinding rahim terjadi secara tidak singkron.

Temuan lain terkait masalah pengaruh kekurangan progesteron adalah adanya kemunculan gejala alergi. Fakta ini terkait erat dengan hormon tiroid yang ikut terganggu akibat rendahnya kadar progesteron dalam tubuh.

Itulah pengaruh kekurangan progesteron pada tubuh wanita. Besarnya pengaruh progesteron baik sebagai penjaga keseimbangan hormonal dan menekan efek samping dominasi hormon gender membuat penting bagi Anda menjaga kadar progesteron dalam tubuh.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}