Makanan Penyebab Kanker Usus yang Perlu Dibatasi

440
ilustrasi makanan penyebab kanker usus
Ilustrasi Makanan Penyebab Kanker Usus (Image by congerdesign from Pixabay)

Diedit:

Makanan dianggap sebagai salah satu faktor penyebab utama kanker usus. Karena itulah banyak artikel kesehatan mengenai kanker usus menyertakan pola makan sehat sebagai cara pencegahannya. Sebenarnya apa saja jenis makanan yang bisa menyebabkan kanker usus?

Dalam artikel ini akan dijelaskan hasil penelitian yang menyelidiki tentang pengaruh makanan terhadap risiko kanker usus. Dengan membaca hasil penelitian ini, Anda akan lebih tahu apa yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit kanker ini.

Apa Benar Makanan Penyebab Kanker Usus?

Kanker usus, disebut juga kanker kolorektal, adalah penyakit kanker nomor 3 terbanyak kasusnya di seluruh dunia. Karena itu kanker ini merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diteliti. Berbagai penelitian itu telah membuktikan bahwa pola makan punya peran besar dalam memicu perkembangan kanker di usus.

Berbagai laporan penelitian menunjukkan bahwa seseorang bisa menurunkan risiko kanker usus dengan mengonsumsi banyak makanan dari sumber nabati (buah dan sayur), mengonsumsi produk susu dalam jumlah sedang, serta membatasi konsumsi daging merah, daging olahan, makanan dari biji-bijian yang digiling, dan gula. Salah satunya adalah laporan berjudul “Dietary Patterns and the Risk of Colorectal Cancer.”

Penelitan lain juga menunjukkan adanya peran inflamasi (peradangan) dalam perkembangan kanker usus. Itu dikemukakan dalam laporan berjudul “Association of Dietary Inflammatory Potential With Colorectal Cancer Risk in Men and Women .” Inflamasi di dalam tubuh tidak bisa dipisahkan dengan pola makan. Mengurangi konsumsi makanan penyebab inflamasi terbukti dapat mengurangi risiko kanker di usus.

Jenis-jenis makanan penyebab/pemicu inflamasi di dalam tubuh antara lain: daging olahan, daging merah, jeroan, makanan dari biji-bijian yang digiling (refined grain), minuman manis, serta minuman kola dan minuman berkarbonasi. Bisa dikatakan bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan penyebab inflamasi tersebut punya risiko lebih besar untuk menderita kanker usus.

Kesimpulannya; walaupun makanan bukan satu-satunya penyebab kanker usus, tetapi jenis-jenis makanan tertentu terbukti dapat memperbesar risiko seseorang untuk menderita kanker usus. Sekarang mari kita cari tahu apa saja jenis-jenis makanan yang perlu dihindari/dibatasi agar terbebas dari risiko kanker usus?

Apa Saja Jenis Makanan Penyebab Kanker Usus?

Informasi ini khususnya penting bagi orang-orang yang punya riwayat keluarga penderita kanker usus, pernah memiliki polip di usus, atau pernah mengidap penyakit radang usus. Mereka memiliki risiko lebih besar untuk mengembangkan kanker di ususnya. Meski begitu, siapapun yang ingin hidup sehat juga perlu menghindari/membatasi konsumsi jenis makanan penyebab kanker usus di bawah ini.

Daging Merah

Sebuah review ilmiah bertajuk “Red Meat and Colorectal Cancer” mengumpulkan bukti dari berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa daging merah meningkatkan risiko kanker kolorektal sebesar 20-30%. Jenis daging merah yang ditemukan dapat meningkatkan risiko dalam review tersebut yaitu daging sapi, babi, dan domba.

daging merah
Daging Merah (Image by Aga Maszota from Pixabay)

Selain itu, konsumsi daging kambing juga disebutkan sebagai salah satu faktor penyebab kanker usus dalam laporan ilmiah lainnya. Review itu juga menuliskan pedoman untuk batas aman konsumsi daging merah, yakni 500 g / minggu atau 70 g / hari bagi orang sehat.

Baca juga:  7 Tanda-Tanda Kanker Usus Stadium Awal

Daging Olahan

Lembaga International Agency for Research on Cancer (IARC) dari WHO telah menggolongkan daging olahan sebagai karsinogen (pemicu/penyebab kanker). Daging olahan tersebut antara lain: hot dog, ham, sosis, bacon, dan beberapa jenis daging deli (iris). Metode pengolahan untuk daging misalnya: pengasinan, pengawetan, fermentasi, dan pengasapan.

Para ahli telah menemukan bahwa mengonsumsi 50 gram daging olahan setiap hari akan meningkatkan risiko kanker kolorektal sebesar 18%. Itu setara dengan kira-kira 1 hot dog atau 4 lembar bacon. Jadi jika masih ingin makan makanan seperti hot dog, burger, atau sosis, sebaiknya tidak lebih dari jumlah itu dan jangan setiap hari jika tidak ingin menjadi penyebab kanker usus.

Daging Jeroan

Yang dimaksud daging jeroan adalah organ-organ dalam (internal) dan isi perut hewan seperti usus, babat, otak, lidah, ginjal, hati, jantung, pankreas, testis, dan lambung. Dalam sebuah penelitian di tahun 1999 yang dilakukan di Prancis oleh Boutron-Ruault & rekan-rekannya didapati adanya hubungan signifikan antara konsumsi daging jeroan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal (terutama pada kanker di bagian rektum).

Penelitian lain di tahun 2004 yang dilakukan di Madrid oleh Juarranz Sanz & rekan-rekannya juga melaporkan hal yang serupa. Kemudian di tahun 2015, dilakukan penelitian lain yang lebih besar di Kanada dan AS oleh Amit D. Joshi & rekan-rekannya. Mereka juga melaporkan hal yang sama, yakni meningkatnya risiko kanker kolorektal bersamaan dengan meningkatnya jumlah konsumsi daging jeroan.

Makanan dari Biji-Bijian yang Digiling

Makanan dari biji-bijian yang digiling (refined grain) contohnya: roti putih, mie, pasta, nasi putih, kue, dan biskuit. Sebagaimana sudah disinggung di bagian awal artikel, makanan ini termasuk sebagai makanan yang bisa menjadi penyebab inflamasi di dalam tubuh, yang kemudian dapat memicu perkembangan kanker di usus.

Lembaga United States Department of Agriculture menganjurkan agar membatasi konsumsinya tidak lebih dari 6 ons setiap hari untuk ukuran diet 2000 kalori. Satu setengah mangkuk nasi atau pasta atau sepotong roti sama dengan 1 ons.

Minuman Bersoda, Berkarbonasi, dan Minuman Kemasan Lain

Selain makanan, ada juga minuman penyebab kanker usus. Laporan penelitian yang baru dirilis pada Maret 2019 menunjukkan bahwa mengonsumsi sekaleng minuman soda setiap hari dapat memicu perkembangan tumor-tumor yang terkait kanker usus. Penelitian itu dilakukan oleh para peneliti dari Weill Cornell Medicine dan NewYork-Presbyterian.

Mereka menyelidiki pengaruh pemberian sirup jagung tinggi fruktosa (high-fructose corn syrup) dalam dosis besar pada tikus lab yang rentan terhadap kanker usus. Dosis sirup jagung yang diberikan setara selama 8 minggu itu setara dengan sekaleng minuman soda untuk orang dewasa. Akibatnya, tikus memiliki tumor usus yang lebih besar dibandingkan dengan tikus yang tidak mengonsumsi sirup jagung itu.

Baca juga:  Makanan untuk Penderita Kanker Usus yang Disarankan Ahli

Para peneliti mengatakan bahwa temuan ini memperlihatkan bahwa penderita kanker usus atau mereka yang berisiko tinggi harus menghindari minuman manis. Kadang makanan kemasan juga menggunakan sirup jagung, jadi juga perlu dibatasi konsumsinya agar tidak menjadi penyebab kanker usus.

minuman bersoda
Minuman Bersoda (Image by rawpixel from Pixabay)

Dr. Marcus Goncalves, penulis utama laporan itu, menganjurkan, “Jika Anda rentan memiliki polip, Anda tidak boleh minum minuman manis (sugar-sweetened).” Beliau melanjutkan, “Jika Anda mengidap kanker kolorektal, Anda bisa jadi memberi makan tumor Anda dengan minuman mengandung sirup jagung tinggi fruktosa.”

Sirup jagung tinggi fruktosa biasa digunakan untuk minuman bersoda, minuman berkarbonasi, dan minuman kemasan lainnya. Ini adalah bahan pemanis buatan yang telah terbukti kurang sehat dibandingkan dengan jenis pemanis lainnya.

Kesimpulan tentang Makanan Penyebab Kanker Usus

Berbagai bukti dari penelitian menunjukkan bahwa memang ada jenis-jenis makanan yang dapat menjadi penyebab kanker usus, atau setidaknya memicu & mempercepat perkembangannya. Terutama jika dikonsumsi secara berlebihan dan dalam jangka waktu lama.

Jenis-jenis makanan penyebab kanker usus yang mesti dihindari/dibatasi yaitu: daging merah, daging olahan, daging jeroan, makanan dari biji-bijian yang digiling (refined grain), minuman bersoda, minuman berkarbonasi, dan minuman kemasan lain yang diberi pemanis buatan.

Membatasi konsumsi makanan-makanan ini khususnya penting bagi orang-orang yang punya risiko lebih besar untuk mengembangkan kanker di ususnya. Misalnya mereka yang punya riwayat keluarga penderita kanker usus, pernah memiliki polip di usus, atau pernah mengidap penyakit radang usus.

Tapi siapapun yang ingin bebas dari risiko kanker dianjurkan untuk menghindari atau setidaknya mengurangi konsumsi makanan-makanan ini. Semoga artikel tentang makanan penyebab kanker usus menambah kepedulian Anda terhadap kesehatan diri sendiri maupun keluarga. Nantikan juga info penting lain seputar kanker dan masalah kesehatan lainnya hanya di Deherba.com.


Referensi Makanan Penyebab Kanker Usus:

Fung, Teresa T., dkk. (2013). Dietary Patterns and the Risk of Colorectal Cancer. Current Nutrition Reports. 2(1): 48-55. doi:10.1007/s13668-012-0031-1

Tabung, Fred K., dkk. (2018). Association of Dietary Inflammatory Potential With Colorectal Cancer Risk in Men and Women. JAMA Oncology. 4(3): 366-373. doi:10.1001/jamaoncol.2017.4844

Aykan, Nuri F. (2015). Red Meat and Colorectal Cancer. Oncology Reviews. 9(1): 288. doi: 10.4081/oncol.2015.288

Simon, Stacy. World Health Organization Says Processed Meat Causes Cancer. Published: 2015-10-26. URL: https://www.cancer.org/latest-news/world-health-organization-says-processed-meat-causes-cancer.html. Accessed: 2019-05-21

Goncalves, Marcus D., dkk. (2019). High-fructose corn syrup enhances intestinal tumor growth in mice. Science. 363(6433): 1345-1349. doi: 10.1126/science.aat8515

IARC Working Group on the Evaluation of Carcinogenic Risk to Humans. Red Meat and Processed Meat. Lyon (FR): International Agency for Research on Cancer; 2018. (IARC Monographs on the Evaluation of Carcinogenic Risks to Humans, No. 114.) 2. CANCER IN HUMANS. URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507972/

Goncalves, Marcus D., dkk. (2019). High-Fructose Corn Syrup Enhances Intestinal Tumor Growth in Mice. Science. 363(6433): 1345-1349. doi: 10.1126/science.aat8515


Advertisement
Alinesia