Langkah Tepat Menangani Bisul

543

Diedit:

Bisul merupakan infeksi kulit yang sering muncul tiba-tiba dan berupa benjolan merah yang terasa nyeri—biasanya bernanah. Ukurannya beragam, bisul dapat sekecil kacang atau sebesar bola golf. Kulit disekitar bisul dapat berwarna merah dan ikut membengkak.

Bisul terbentuk karena adanya infeksi bakteri Staphylococus aureus. Bakteri ini menyerang salah satu atau lebih folikel rambut. Ketika bakteri sudah menginfeksi, bisul terbentuk mulai dari benjolan kecil berwarna merah.

Benjolan ini dengan cepat diisi oleh nanah, lalu semakin membesar dan semakin terasa nyeri sampai akhirnya pecah dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Bisul kecil cenderung sembuh tanpa bekas, namun bisul yang besar seringkali meninggalkan jaringan parut atau bekas luka.

Bagian tubuh manapun bisa ditumbuhi oleh bisul, tapi yang paling sering adalah bagian wajah, leher, ketiak, bokong dan paha. Bagian-bagian ini adalah area tumbuhnya rambut yang paling sering berkeringat dan mengalami gesekan—inilah yang memicu bisul.

Segera periksa ke dokter jika…

  • Bisul besar yang muncul di lebih dari satu bagian tubuh
  • Bisul besar di wajah
  • Bisul yang bertambah parah dalam waktu singkat
  • Disertai rasa sakit yang berlebihan
  • Disertai demam
  • Besarnya lebih dari 5 cm
  • Tak kunjung sembuh dalam 2 minggu
  • Muncul berulang kali dalam waktu singkat

Perlu diingat bahwa bisul disebabkan oleh infeksi bakteri, jadi bisul bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Untuk mencegah penyebaran infeksi dan meminimalisir ketidaknyamanan akibat bisul, disarankan agar Anda mengikuti langkah-langkah berikut ini.

1Jangan memecahkan bisul dengan sengaja—misalnya dengan memencet atau menusuk bisul. Hal ini malah akan membantu penyebaran infeksi.

2Basahi area bisul dengan handuk waslap atau kompres hangat. Lakukan selama minimal 10 menit dan beberapa kali dalam sehari. Hal ini akan mempercepat bisul pecah dan mengeluarkan nanah.

Baca juga:  Bisul: Carbuncle, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?

3Bersihkan bisul dengan sabun antibakteri. Lakukan secara perlahan agar tidak membuat bisul pecah. Lalu, oleskan dengan salep kulit yang biasa dijual di toko obat atau apotek. Setelah itu tutupi bisul dengan perban.

4Cuci bersih tangan setelah mengobati bisul. Ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi lanjut dengan bakteri. Selain itu, cuci handuk, kompres, dan pakaian yang bersentuhan dengan bisul dan area sekitarnya.

Bagi Anda yang belum mengalaminya, lebih baik lakukan langkah pencegahan mulai dari sekarang. Langkah pencegahan ini meliputi rutin mencuci tangan dengan sabun, menutup luka di kulit agar terbebas dari infeksi, dan menjaga agar barang pribadi seperti handuk dan pakaian tidak dipakai bersama.

Bisul mungkin tidak selalu bisa dicegah, maka tidak ada salahnya mengingat langkah tepat menangani bisul di artikel ini sebelum bisul ini menghampiri Anda.

Advertisement
Alinesia