Kudis: Scabies, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?

847

Diedit:

Apa itu Scabies? Ini adalah penyakit kudis yang menyebabkan gatal, kebotakan, dan timbulnya keropeng. Penyakit ini sifatnya menular melalui kontak fisik dengan penderitanya. Maka dari itu tempat-tempat umum seperti, angkutan umum, kereta api, bus, sekolah atau kantor juga menyebabkan sentuhan antar kulit sehingga penyakitpun menular.

Penyebab Scabies

Kudis disebabkan oleh tungau atau sejenis kutu bernama Sarcoptes scabiei, tungau ini biasanya membentuk liang atau lubang pada lapisan tanduk kulit, sehingga menyebabkan rasa gatal yang menyengat. Ia akan terus menggali lubang untuk bersarang di dalam kulit, saat tungau betina dibuahi ia akan menetap dalam ujung lubang yang digalinya dan bertelur.

Ada beberapa fase hingga tungau ini menjadi dewasa, fase awal ditandai saat menetasnya tungau setelah 2 atau 4 hari menjadi larva. Lalu, 1 hingga 2 hari kemudian mereka berubah menjadi nimfa. 2 hingga 4 hari mendatang barulah mereka memulai fase kedua yang siap untuk berkembang biak, sekali bertelur dapat menghasilkan 3 butir telur, umur tungau dapat mencapai 4 minggu.

Gejala Scabies

Karena liang kulit yang digali oleh tungau, tentu saja ini menyebabkan iritasi yang sangat gatal khususnya pada malam hari. Ruam dapat terlihat pada tangan, kaki, pergelangan kaki, siku, pinggang, punggung, perut, ketiak, bokong, dan area sekitar kemaluan. Untuk mendiagnosanya secara pasti diperlukan penandaan dengan menggunakan pen tetracycline topikal yang akan bercahaya saat terkena sinar khusus. Hal ini dilakukan untuk mencari jejak, telur, dan liang tungau.

Proses pencarian dapat sangat menyulitkan jika Anda menggaruk area yang gatal, jika pola zig-zag atau ‘S’ timbul, itu adalah tanda keberadaan tungau. Kudis tidak dapat dihilangkan dengan mandi secara teratur atau penggunaan obat yang dijual bebas.

Baca juga:  Obat Kudis yang Paling Mujarab

Pengobatan Scabies

Pengobatannya dapat dilakukan dengan menghilangkan tungau dalam kulit terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan krim ataupun lotion selama 8 jam pertama. Lalu pengobatan lanjutan dilakukan jika muncul ruam yang baru atau timbul liang di area lainnya. Seluruh anggota keluarga juga perlu diobati, walau tidak memiliki gejala serupa guna menghindari penularan tungau.

Obat-obatan yang dapat digunakan berdasarkan resep dokter ialah krim dengan kandungan Permethrin 5%. Krim ini lebih aman digunakan ketimbang Lindane. Pada bayi dokter biasanya menerapkan krim Crotamiton yang dapat digunakan selama 2 hingga 5 hari.

Walaupun obat-obat tersebut dapat membunuh tungau, namun gatal tidak akan segera hilang dalam beberapa minggu. Dokter bisa saja memberikan obat invermectin untuk diminum bagi mereka yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, atau pengobatan diatas tidak segera menuntaskan masalahnya.

Pencegahan Scabies

Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan kebersihan lingkungan maupun kebersihan pribadi, misalnya; mencuci pakaian dan seluruh kain dengan sabun dan mengeringkannya pada suhu tinggi, khususnya 3 hari sebelum melakukan perawatan medis. Hal ini bertujuan menghambat penyebaran dan pertumbuhan tungau di sekitar pasien.

Anda juga perlu menjaga kebersihan binatang peliharaan Anda. Jangan menyimpan barang-barang yang tidak dapat dicuci atau tidak terpakai dalam wadah plastik yang tertutup. Ada baiknya untuk meletakkannya di luar ruangan, seperti garasi. Tujuannya agar tungau mati kelaparan selama 1 minggu.