Kenapa Seseorang Bisa Jadi Kleptomania?

502

Diedit:

Apakah Anda merasa teman atau sanak saudara seorang kleptomania? Mungkin ketika memergoki mereka mencuri, rasanya sangat kesal dan kecewa, bahkan ingin sekali memarahi mereka. Namun, tahukah Anda bahwa kleptomania merupakan suatu gangguan mental?

Ya, kleptomania bukan sekadar kebiasaan atau kelemahan pribadi. Jadi, apa penyebab seseorang menderita kleptomania?

Tidak banyak diketahui apa yang menjadi penyebabnya. Ada beberapa teori yang menyebutkan bahwa perubahan di dalam otak mungkin menjadi akar masalahnya. Teori tersebut menghubungkan kleptomania dengan gangguan pada neurotransmiter otak, yaitu serotonin.

Serotonin berfungsi untuk mengatur perubahan mood dan emosi, dan kadar serotonin yang rendah bisa saja mengakibatkan seseorang memiliki kelainan perilaku impulsif—bertindak secara tiba-tiba menuruti perasaan.

Kleptomania mungkin juga masih berhubungan dengan gangguan adiktif, dan mencuri bisa saja memicu pelepasan dopamin (neurotransmitter lainnya). Dopamin sendiri menghasilkan perasaan senang dan puas, yang membuat beberapa orang berupaya mendapatkan perasaan ini berulang kali—kasusnya mirip dengan pecandu kopi atau alkohol.

Riset lain menemukan bahwa kleptomania dapat terjadi setelah seseorang mengalami cedera kepala. Walau begitu, masih dibutuhkan riset lebih lanjut untuk memastikan apa yang sebenarnya jadi penyebab kleptomania.

Faktor Pemicu Kleptomania

  • Riwayat keluarga. Jika ada anggota keluarga utama—orang tua atau saudara, yang menderita kleptomania atau obsessive-compulsive disorder (OCD), maka seseorang lebih berpotensi.
  • Jenis kelamin. Pria lebih jarang menderita kleptomania dibanding wanita. Diperkirakan sekitar dua-pertiga penderita kleptomania adalah seorang wanita.
  • Memiliki gangguan mental lain. Seorang penderita kleptomania seringkali mengidap gangguan mental lain juga, seperti bipolar disorder, gangguan kecemasan, kelainan perilaku makan, kecanduan narkoba atau gangguan kepribadian.
  • Cedera pada kepala atau otak. Perilaku kleptomania mungkin berkembang setelah seseorang mengalami kecelakaan.

Hubungan Kleptomania dengan Pengutil Toko

Kleptomania dianggap sebagai penyakit yang tidak umum. Namun, karena kebanyakan penderita kleptomania tidak pernah mencari bantuan atau langsung ditahan saat dipergoki mencuri, banyak kasus kleptomania tidak pernah ditangani atau didiagnosis dengan benar.

Baca juga:  Mengenal Lebih Dalam Kleptomania

Menurut situs kesehatan Mayo Clinic, diperkirakan sekitar 5 persen pengutil di toko menderita kleptomania. Umumnya perilaku kleptomania dimulai pada usia remaja atau dewasa, namun pada beberapa kasus, perilakunya dimulai setelah usia 50 tahun.

Bantuan bagi Penderita Kleptomania

Beberapa penderita kleptomania merasa bahwa obat-obat antidepresan bisa membantu mereka menghilangkan dorongan kuat untuk mencuri. Namun, penggunaan obat apapun harus sesuai petunjuk dan resep dokter. Yang lain merasa bahwa terapi psikis atau kejiwaan dapat membantu mengontrol perilaku mereka. Untuk mencari metode pengobatan yang tepat, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.

Karena penyebab kleptomania belum bisa dipastikan dan belum jelas pula tindakan pencegahannya. Namun dengan mencari bantuan dan pengobatan segera setelah perilaku mencuri dimulai mungkin akan membantu perilaku kleptomania agar tidak bertambah parah. Jika perilaku kleptomania dibiarkan semakin lama, bukan mustahil kondisi penyakit ini menjadi kronis dan sangat sulit untuk ditanggulangi.

Advertisement
Alinesia