Kanker Kelenjar Getah Bening Menular, Bisakah?

533
kanker kelenjar getah bening bisa menular?
Kanker Kelenjar Getah Bening Bisa Menular? (Credit: Aslysun / Shutterstock)

Diedit:

Kanker kelenjar getah bening banyak dianggap paling mematikan. Bahkan ada anggapan bahwa kanker kelenjar getah bening menular. Bagaimana informasi sebenarnya mengenai kanker getah bening ini? Apakah Benar kanker kelenjar getah bening  menular? Apa sebenarnya penyebab kanker kelenjar getah bening atau kanker limfoma ini?

Untuk itu mari kita coba pahami lebih baik, apa sebenarnya penyakit kanker limfoma ini? Mungkinkah kanker kelenjar getah bening menular? apa sebenarnya penyebab kanker kelenjar getah bening?

Apa Sebenarnya Kelenjar Getah Bening?


Sebelum kita membahas lebih jauh apakah benar kanker kelenjar getah bening menular dan apa saja sebenarnya penyebab kanker kelenjar getah bening, kita akan mencoba memahami dulu apa itu organ kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening sebenarnya merupakan bagian dari sistem limfatik pada tubuh manusia. Selain kelenjar getah bening, juga terdapat sejumlah organ lain yang berperan dalam sistem limfatik, yakni limpa, tonsil, kelenjar timus, amandel dan sumsum tulang. Termasuk pula di dalamnya adalah saluran pembuluh getah bening.

Sistem limfatik sendiri adalah sebuah sistem dalam tubuh manusia yang terdiri dari sejumlah organ dan jaringan yang memiliki tugas utama untuk meluruhkan toksin, residu metabolisme dan material asing yang tidak dibutuhkan tubuh.

Di sini, sistem limfatik akan menjalankan fungsi sirkulasi cairan getah bening menuju seluruh tubuh. dalam cairan getah bening terdapat plasma darah dan elemen darah putih terutama limfosit. Darah putih yang terlarut dalam getah bening inilah yang bertugas menarik elemen asing, residu dan toksin dari dalam tubuh.

Sirkulasi getah bening akan melalui sejumlah nodul yang  tersebar di dalam tubuh.  Pada umumnya nodul akan berada di area dekat organ. Nodul inilah yang menjadi filter untuk kembali menyegarkan cairan getah bening yang telah menarik banyak unsur toksin, residu dan elemen asing.

Nodul juga terdapat pada sejumlah titik tubuh dimana terdapat persimpangan sirkulasi darah dan sirkulasi limfatik. Nodul besar ini berada pada sejumlah titik khusus seperti leher, ketiak, dagu, belakang telinga, pangkal paha dan bagian belakang kepala. Nodul besar ini kemudian dikenal dengan istilah kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening berfungsi ganda selain sebagai filter yang menyaring komponen kotoran dan zat asing dalam cairan getah bening. Juga berfungsi mendaur ulang cairan getah bening. Menarik cairan plasma darah dari pembuluh darah utama dan mengembalikan plasma darah lama menuju pembuluh darah utama.

kanker limfoma
Kanker Limfoma (draxe.com)

Penyakit Kanker Kelenjar Getah Bening


Penyakit kanker pada kelenjar getah bening secara umum merupakan bagian dari jenis kanker limfoma. Sedang kanker limfoma adalah kanker yang terjadi pada cairan getah bening. Ketika cairan getah bening atau cairan limfatik mengalami kerusakan karena sel kanker masuk dan menginvasi cairan ini.

Kanker limfoma adalah sebuah jenis kanker yang kompleks. Sementara jenis kanker lain secara khusus menyerang sebuah organ, merusak jaringan di dalamnya dan lambat laun merusak fungsi dari organ.

Maka kanker limfoma menyerang sebuah sistem dan dapat melibatkan sejumlah organ limfatik sekaligus. Kanker ini menyerang cairan getah bening dan merusak fungsi cari cairan ini.

Kerusakan cairan getah bening dapat berawal dari satu bagian organ yang menjadi bagian sistem limfatik. Dari sana kemudian menyebar ke seluruh sistem dan merusak cairan getah bening.

Kanker dapat berawal sumsum tulang belakang yang merusak cairan darah putih limfosit yang diproduksi. Kemudian akhirnya merusak seluruh sistem limfatik.  Tetapi kanker limfoma juga dapat berawal dari kelenjar getah bening dan sejumlah nodul yang berada dalam tubuh. dan inilah yang kemudian dikenal sebagai kanker kelenjar getah bening.

Kanker limfoma ini dapat digolongkan menjadi dua. Jenis kanker limfoma jenis hodgins ketika ditemukan adanya sel Reed sternberg dalam diagnosa. Atau jenis non hodgins bila sel Reed sternberg tidak ditemukan pada tubuh pasien.

Lebih dari 70% kasus dari kanker limfoma sendiri adalah kanker sekunder. Artinya kanker merupakan akibat dari proses metastasis dari kanker yang sebelumnya sudah menyerang organ lain sebagai kanker primer.

Namun tidak menutup kemungkinan kanker primer justru terbentuk pada kelenjar getah bening. Kanker kelenjar getah bening terjadi ketika sel-sel dalam kelenjar mengalami gangguan genetik atau kerusakan DNA sehingga membentuk sel-sel baru secara abnormal.

Baca juga:  Kanker Limfoma: Kanker pada Sistem Getah Bening

Pada jenis kasus kanker ini, sel kanker dapat ditandai dengan pertumbuhan masif dan berhentinya kematian sel lama. Namun dapat pula dikenali dengan munculnya sel-sel baru yang berkarakter abnormal sehingga fungsi kelenjar tidak berjalan sebagaimana mestinya.

penyebab kanker kelenjar getah bening
Penyebab Kanker Limfoma (lymphomanewstoday / gettyimages)

Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening


Untuk melihat apakah penyakit kanker kelenjar getah bening menular atau tidak, kita perlu melihat lebih jauh apa saja sebenarnya penyebab kanker kelenjar getah bening. Memahami apa yang menjadi penyebab kanker limfoma ini akan memberi gambaran adakah aspek yang sifatnya dapat menular ke orang lain.

Sebagaimana sudah dijelaskan sebagian besar kasus kanker limfoma adalah jenis kanker sekunder. Penyebab kanker kelenjar bening sekunder adalah persebaran sel kanker yang mulai bermetastasis.

Pada stadium lanjut, kanker yang sejak awal berkembang pada organ tertentu mulai meluas dan kemudian melepaskan diri dari sel induknya dan menyerang nodul limfatik yang ada paling dekat darinya.

Terserangnya nodul oleh kanker akan mengakibatkan cairan getah bening yang keluar dari nodul akan mengandung sel kanker mikro. Sementara cairan ini akan bersirkulasi menuju organ lain dalam tubuh. memungkinkan sel kanker menyebar dan membentuk invasi baru pada organ lain. Lepasnya sel kanker mikro dari sel induknya dan menyebar menuju organ lain ini disebut dengan proses metastasis.

Ketika satu nodul sudah mulai terserang kanker, tidak menutup kemungkinan kanker akan menyebar ke nodul-nodul lain termasuk pada organ limfatik lain seperti kelenjar getah bening. Pada umumnya terserangnya sistem limfatik oleh kanker karena efek kanker sekunder akan menjadi tanda bahwa kanker primer sudah mencapai stadium akhir.

Namun hal berbeda dengan kanker kelenjar getah bening primer. Penyebab dari jenis kanker primer adalah proses mutasi genetik dan gangguan kinerja DNA. Perlu ada pemicu untuk sel-sel dalam jaringan limfatik mengalami gangguan genetik hingga berkembang menjadi kanker.

Adapun sejumlah unsur pemicu yang diduga kuat dapat menjadi penyebab kanker kelenjar getah bening adalah sebagai berikut.

  • Pernah terpapar virus Epstein Barr

    Virus Epstein Barr atau EBV adalah jenis virus yang menyerang kelenjar.  Pasien akan mengalami demam kelenjar disertai peradangan ringan. Namun, mereka yang pernah terserang infeksi RBV akan memiliki resiko lebih tinggi untuk mengidap kanker limfoma jenis hodgkin.

  • Terserang infeksi tuberkulosis

    Selama ini tuberlukosis adalah jenis infeksi yang identik dengan paru-paru. Tetapi bakteri penyebab TBC, Mycobacterium tuberculosis juga dapat menyerang organ lain selain paru-paru. Beberapa organ lain yang juga mungkin terserang TBC adalah otak, tulng, ginjal, perut hingga kelenjar getah bening.  Dan dari banyak jenis organ non paru-paru yang terserang TBC, TBC kelenjar adalah yang paling sering terjadi.

    Akibat TBC kelenjar ini, kelenjar getah bening akan membengkan. Dan meski sudah dinyatakan sembuh, pasien memiliki resiko relatif tinggi untuk mengalami kanker getah bening atau kanker limfoma ke depannya.

  • Terserang infeksi sejumlah virus dan bakteri lain

    Sejumlah infeksi lain trnyata dapat menjadi pemantik munculnya kanker limfoma. Di antaranya adalah infeksi akibat human herpesvirus 8, human Tlymphotropic  Virus yang memicu leukimia tertentu, hingga  infeksi Human Papilloma virus (HPV). Bahkan sejumlah riset melihat akan adanya potensi hepatitis C  juga dapat meningkatkan resiko seseorang mengidap kanker kelenjar getah bening.

    Dalam sejumlah kasus juga ditemukan mereka yang terinfeksi virus HIV juga akan memiliki tingkat kerentanan tinggi untuk mengalami kanker getah bening. Virus ini merusak sistem pertahanan tubuh manusia, termasuk di antaranya menyerang kinerja sum-sum tulang belakang dalam memproduksi limfosit sehat. gangguan ini dalam jangka tertentu akan memicu kerusakan limfosit yang mengarah pada kanker.

  • Aspek genetik

    Aspek genetik berpengaruh kuat pada kanker limfoma. Kasus kanker limfoma tidak sebanyak jenis kanker lain. kebanyakan kasus kanker pada getah bening merupakan jenis kanker sekunder. Kecenderungan genetik untuk mengalami mutasi genetik pada fungsi limfatik tubuhnya mendorong seseorang lebih mudah terserang kanker limfoma.

    Jadi, apabila seseorang memiliki orang tua atau kakek nenek yang mengidap kanker limfoma. Secara genetik orang tersebut memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami kanker getah bening.

  • Merokok dan alkohol

    Peran alkohol dalam mendorong terbentuknya kanker limfoma memang masih simpang siur. Beberapa pakar melihat adanya potensi alkohol mencegah kanker non Hodgkin selama konsumsi dipertahankan dalam level moderat dan ringan.

    Tetapi alkoholik yang terbiasa mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar akan memiliki resiko lebih tinggi. ini karena sejatinya komponen ethanol dalam minuman keras memiliki efek karsinogen dalam jumlah besar.

    Berbeda dengan rokok, yang secara tegas dikatakan memiliki efek lebih jelas dalam memicu pembentukan kanker. Rokok mengandung cukup banyak komponen kimia bersifat karsinogen yang bila terpapar organ tubuh kita akan memicu kerusakan DNA dalam jangka panjang.

  • Terpapar unsur radiasi dan kimia berbahaya

    Dalam sejumlah temuan di lapangan disebutkan bahwa penyebab kanker kelenjar getah bening bisa berupa paparan radiasi dan kimia berbahaya. Mereka yang dalam kesehariannya terpapar unsur-unsur karsinogen seperti ini memang cenderung lebih mudah untuk mengalami kerusakan DNA yang mengacu pada kanker. termasuk di antaranya kanker kelenjar getah bening.

  • Aspek usia

    Usia memiliki pengaruh cukup signifikan meningkatkan resiko seseorang mengidap kanker kelenjar getah bening. Meski tidak menjadi penyebab dan pemicu, tetapi pada rentang usia tertentu resiko seseorang mengidap kanker limfoma lebih tinggi.

    Prosentasi kanker limfoma jenis hodgkin tertinggi menyerang pada usia 20 – 35 tahun.  Dan kasus tertinggi lain juga terdapat pada usia 55 tahun. Tetapi jenis  Kanker Non Hodgin juga dapat menyerang pada anak-anak dan  usia belasan tahun.

  •  Obesitas

    Mereka dengan kondisi obesitas juga ditengarai akan meningkatkan resiko untuk mengidap kanker getah bening. Terutama pada jenis non hodgkin limfoma. Meski masih banyak pertentangan, sejumlah pakar melihat pandangan ini cukup beralasan.

    Salah satu alasannya karena mereka dengan kondisi obesitas cenderung bermasalah secara hormonal. Sedang hormon memiliki peran cukup signifikan terhadap fungsi kelenjar getah bening. Selain itu, pola diet seperti kegemaran mengonsumsi lemak, produk susu, daging merah juga dapat meningkatkan resiko Non Hodgkin. Termasuk pula dalam hal ini adalah kebiasaan untuk tidak terlalu aktif.

Baca juga:  Gejala Kanker Limfoma Hodgkin & Non Hodgkin

Mungkinkah Kanker Getah Bening Menular?


Yang kemudian menarik untuk dibahas mengenai penyakit kanker kelenjar getah bening adalah isu yang mengatakan bahwa kanker kelenjar getah bening menular. Pandangan ini menyebabkan pasien akan diperlakukan sebagaimana pengidap penyakit infeksi berbahaya oleh lingkungannya.

Benarkah pandangan ini?

Apakah penyakit kanker kelenjar getah bening menular?

Secara umum sebenarnya kanker tidak akan dapat menyebar dan menular. Sejumlah riset sudah mempertegas pernyataan ini. kanker terbentuk dari proses kerusakan DNA yang menyebabkan sel memiliki gen-gen yang tidak normal.

Gen-gen abnormal ini mendorong sel melakukan proses regenerasi dan pertumbuhan sel yang masif dan invasif. Termasuk pula sel menghentikan proses mematikan sel lama yang sudah usang. Gangguan sistem ini menyebabkan sel bertumbuh masif, membentuk massa yang sifatnya merusak sel-sel sehat sekitarnya.

Hal ini juga terjadi sebagai penyebab kanker kelenjar getah bening. Dan proses kerusakan DNA ini sama sekali tidak dapat ditularkan pada orang lain. Bahkan pada mereka yang berinteraksi dengan intensitas tinggi bersama pasien. Artinya dapat dikatakan pernyataan bahwa kanker kelenjar getah bening menular tidak sepenuhnya benar. hanya dalam kondisi tertentu pandangan ini dapat dibenarkan.

mungkinkah kanker kelenjar getah bening menular
Ilustrasi Perawatan Kanker Limfoma (cancercenter / istock)

Bagaimana Cara Kanker Kelenjar Getah Bening Menular?

Ada catatan penting yang perlu Anda cermati di sini. Meski kerusakan DNA tidak dapat menular, tetapi beberapa kasus yang menjadi latar belakang kanker adalah infeksi. Dan tentu saja infeksi baik karena bakteri ataupun virus dapat menular.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, salah satu penyebab kanker getah bening adalah infeksi. Sejumlah jenis infeksi seperti akibat HPV, HIV, Virus Epstein Barr atau EBV, tuberculosis hingga hepatitis C dapat menjadi awal dari perkembangan kanker limfoma.

Dan semua jenis virus serta bakteri ini jelas dapat menular pada orang lain. sehingga secara khusus pada kasus-kasus kanker limfoma akibat infeksi, maka pandangan bahwa kanker kelenjar getah bening menular dapat dibenarkan.

Namun sebenarnya, terlepas dari apakah penyakit kanker kelenjar getah bening menular atau tidak. Kebiasaan untuk memisahkan wadah makan dan minum serta kebiasaan menjaga higienitas dalam perawatan bukan ide yang buruk bagi pasien kanker.

Karena pasien sedang dalam kondisi buruk dengan daya tahan tubuh yang relatif rendah. Mereka akan lebih mudah tertular penyakit dari luar dibandingkan orang biasa. Dan ini akan memperburuk kondisi pasien.

Higienitas akan membantu mengurangi resiko untuk pasien tertular berbagam jenis penyakit infeksi. Tentu ini akan sangat efektif menjaga kondisi tubuh pasien tetap fit selama masa perawatan kanker.

Hanya sangat tidak disarankan untuk mengucilkan pasien hanya demi alasan takut tertular. Pasien kanker membutuhkan dukungan dan perhatian penuh dari seluruh keluarga dekatnya. Justru ini akan menjadi terapi psikologis yang mendukung penyembuhan.

Bisa disimpulkan, bahwa kanker kelenjar getah bening menular hanya bila kanker terjadi akibat efek infeksi atau paparan virus dan bakteri tertentu dalam jangka panjang. Itupun penularan bukan terjadi atas persebaran sel kanker pada limfatik, melainkan penularan atas infeksi yang terjadi.

Demikian artikel ini yang mengulas tentang kanker kelenjar getah bening. Semoga informasi ini membantu Anda untuk semakin waspada terhadap salah satu penyakit ganas ini. Nantikan juga info penting lain seputar penyakit kanker dan masalah kesehatan lain hanya di Deherba.com.


Referensi tentang Kanker Kelenjar Getah Bening Menular

Markus MacGill. Medical News Today. Reviewed: 2018-02-23. What does the lymphatic system do?. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/303087.php/. Accessed: 2019-05-18

Markus MacGill. Medical News Today. Reviewed: 2017-11-24. What you need to know about lymphoma. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/146136.php. Accessed: 2019-05-18

WebMD. Reviewed: 2018-02-04. What Is Lymphoma?. URL: https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/lymphoma-cancer#1. Accessed: 2019-05-18

Engels EA. Cancer Epidemiol Biomarkers Preview. Published: 2019-05-18. Infectious agents as causes of non-Hodgkin lymphoma. URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/m/pubmed/17337646/. Accessed: 2019-05-18

Advertisement
Alinesia