Gejala-Gejala Malaria


By Cindy Wijaya

Penyakit malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Banyak orang beranggapan bahwa penyakit malaria dan demam berdarah itu sama, karena gejala malaria dan demam berdarah dianggap mirip. Padahal itu adalah penyakit yang berbeda dan penanganannya pun berbeda. Gejala-gejalanya pun memiliki cukup banyak perbedaan. Apa sajakah gejala-gejala penyakit malaria?

Malaria disebabkan oleh parasit berukuran mikorskopis yang ditularkan oleh gigitan nyamuk yang telah terinfeksi parasit malaria. Ada 5 jenis parasit malaria, yakni Plasmodium (P.) falciparum, P. vivax, P. malariae, P. ovale, dan P. knowlesi.

Malaria merupakan penyakit yang berbahaya karena sanggup memakan korban jiwa sekitar 1 juta orang setiap tahunnya di seluruh dunia. Bagi yang tinggal di negara-negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, wajib untuk selalu waspada karena di wilayah ini banyak terdapat nyamuk-nyamuk pembawa parasit malaria.

Ketika nyamuk pembawa parasit sudah menggigit, gejala malaria biasanya mulai muncul seminggu kemudian. Namun, beberapa jenis parasit malaria dapat tertidur tidak menimbulkan gejala selama berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

Masa Inkubasi Gejala Malaria

Jangka waktu dari awal infeksi malaria sampai kemunculan gejala (masa inkubasi) biasanya berkisar antara:

  • 9-14 hari untuk P. falciparum
  • 12-18 hari untuk P.vivax dan P.ovale
  • 18-40 hari untuk P.malariae
  • 11-12 hari untuk P. knowlesi

Masa inkubasi ini bisa diperpanjang jika Anda mengonsumsi obat untuk mencegah infeksi malaria atau bisa juga karena tubuh sudah mengembangkan kekebalan setelah sebelumnya pernah terinfeksi.

Gejala malaria bisa bermula dengan gejala seperti flu. Pada tahap awal, gejala infeksi dari P.falciparum mirip dengan infeksi dari P. vivax, P. malariae, dan P. ovale. Anda mungkin tidak merasakan gejala apapun atau mungkin gejala yang lebih ringan apabila Anda mengembangkan kekebalan terhadap malaria.

Gejala-Gejala Umum Penyakit Malaria

Pada tahap awal perkembangannya, gejala malaria adakalanya menyerupai penyakit infeksi lain yang disebabkan bakteri, virus, atau parasit. Berikut adalah beberapa gejala-gejala umum:

  • Demam
  • Meriang
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Kelelahan
  • Mual dan muntah

Gejala-gejala malaria bisa muncul dalam siklus yang berulang. Selisih waktu antara kemunculan gejala-gejala dan waktu tidak ada gejala dapat bervariasi bergantung pada jenis parasit yang menginfeksi. Beberapa seri kemunculan gejala bisa terjadi:

  • Setiap 48 jam sekali jika terinfeksi P. vivax atau P. ovale
  • Setiap 72 jam sekali jika terinfeksi P. malariae

Sedangkan gejala-gejala yang diakibatkan parasit P. falciparum seringkali tidak muncul dalam siklus berulang. Pola siklus gejala malaria ini dikarenakan oleh siklus hidup parasit malaria seraya berkembang, bereproduksi, dan dilepaskan dari sel darah merah dan sel-sel hati dalam tubuh manusia. Siklus gejala berulang juga merupakan salah satu tanda utama bahwa Anda terinfeksi malaria.

Disamping gejala-gejala umum diatas, gejala malaria yang lainnya ialah batuk kering, nyeri otot, nyeri punggung, serta pembesaran limpa. Dalam kasus yang parah, malaria bisa mengakibatkan gangguan fungsi otak atau sumsum tulang belakang, kejang, atau hilang kesadaran. Infeksi P. falciparum biasanya menimbulkan gejala yang lebih parah dan bahkan berakibat fatal.

Ada penyakit-penyakit lain yang gejalanya mirip dengan gejala malaria. Sangat disarankan agar Anda segera mengunjungi dokter begitu gejala-gejala diatas mulai terlihat untuk mengetahui secara pasti penyebabnya.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}