Gangguan Tidur Narkolepsi, Sebabkan Kantuk Parah di Siang Hari


By Cindy Wijaya

Gangguan tidur narkolepsi dicirikan dengan rasa kantuk di siang hari yang parah dan terus-menerus. Rasa kantuk parah ini dapat mengganggu kegiatan di sekolah, pekerjaan, atau aktivitas lain serta meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera serius.

Walaupun jarang dibandingkan dengan berbagai jenis gangguan tidur lainnya, narkolepsi sebenarnya cukup banyak juga memengaruhi orang-orang, dewasa maupun anak-anak.

Memahami jenis-jenis narkolepsi dan gejalanya, penyebabnya, dan pengobatannya dapat membantu penderita narkolepsi untuk mengatasi gangguan tidur yang dialaminya.

Apa Itu Gangguan Tidur Narkolepsi?

Narkolepsi adalah gangguan yang mengganggu proses tidur-terjaga. Gejala utamanya adalah kantuk di siang hari yang berlebihan, yang terjadi karena otak tidak mampu mengatur proses keadaan terjaga dan keadaan tidur dengan baik.

Tidur normal berlangsung melalui serangkaian tahapan, dengan tidur gerakan mata cepat (REM) yang terjadi pada tahap akhir, biasanya satu jam atau lebih setelah tertidur. Pada narkolepsi, tidur REM tidak teratur dan sering dimulai dalam beberapa menit setelah tertidur, yang jauh lebih awal dari biasanya.

REM terjadi dengan cepat pada penderita narkolepsi karena perubahan di otak yang mengganggu cara kerja tidur. Gangguan ini juga menyebabkan kantuk di siang hari dan gejala narkolepsi lainnya.

Jenis-Jenis Narkolepsi

Berdasarkan International Classification of Sleep Disorders, Third Edition (ICSD-3), ada dua jenis narkolepsi: narkolepsi tipe 1 dan narkolepsi tipe 2.

Narkolepsi Tipe 1 (NT1)

NT1 dikaitkan dengan gejala cataplexy, yaitu hilangnya tonus otot (muscle tone) secara mendadak. NT1 sebelumnya dikenal sebagai “narkolepsi dengan cataplexy”.

Tidak semua pasien yang didiagnosis dengan NT1 mengalami gejala cataplexy. NT1 juga dapat didiagnosis jika seseorang memiliki kadar hipokretin-1 yang rendah, yaitu zat kimia dalam tubuh yang membantu mengontrol keadaan terjaga.

Bahkan meskipun tidak ada saat didiagnosis, gejala cataplexy akhirnya dialami oleh sejumlah besar orang dengan kadar hipokretin-1 yang rendah.

Narkolepsi Tipe 2 (NT2)

NT2 sebelumnya dikenal sebagai “narkolepsi tanpa cataplexy”. Orang dengan NT2 memiliki banyak gejala yang mirip dengan penderita NT1, tetapi mereka tidak memiliki cataplexy atau kadar hipokretin-1 yang rendah.

Jika seseorang dengan NT2 kemudian mengembangkan cataplexy atau kadar hipokretin-1 yang rendah, diagnosis mereka dapat diralat menjadi NT1. Perubahan diagnosis ini diperkirakan terjadi pada sekitar 10% kasus.

Bagaimana Gejala Gangguan Tidur Narkolepsi?

Gejala gangguan tidur narkolepsi dapat menimbulkan dampak besar pada siang dan malam hari. Berikut adalah gejala-gejala yang paling umum:

Kantuk parah di siang hari:

Ini adalah gejala utama narkolepsi, memengaruhi semua penderitanya. Rasa kantuk ini menimbulkan dorongan untuk tidur yang terasa tak tertahankan, dan paling sering muncul dalam situasi yang monoton.

Kantuk parah sering menyebabkan penyimpangan dalam perhatian. Narkolepsi dapat menyebabkan “serangan tidur”, yang membuat penderitanya tertidur secara mendadak. Setelah tidur yang singkat, penderita narkolepsi biasanya akan merasa segar untuk sementara waktu.

Perilaku otomatis:

Mencoba menghindari kantuk dapat memicu perilaku otomatis yang terjadi saat seseorang tidak sadar. Misalnya, seorang siswa di kelas dapat terus menulis tetapi sebenarnya hanya mencoret-coret tidak jelas di halaman bukunya.

Tidur malam yang terganggu: Penderita narkolepsi mungkin akan terbangun beberapa kali di malam hari. Masalah tidur mengganggu lainnya seperti gerakan fisik yang berlebihan dan apnea tidur juga lebih sering terjadi pada narkolepsi.

Kelumpuhan tidur (ketindihan):

Penderita gangguan tidur narkolepsi dapat lebih sering mengalami kelumpuhan tidur, yaitu perasaan tidak dapat bergerak yang terjadi saat mulai tertidur atau terbangun.

Halusinasi yang berhubungan dengan tidur:

Gambaran yang jelas dapat terjadi saat tertidur atau saat terbangun. Ini mungkin menyertai kelumpuhan tidur, yang bisa sangat mengganggu atau menakutkan.

Cataplexy:

Cataplexy adalah hilangnya kontrol otot secara tiba-tiba. Ini hanya terjadi pada orang dengan NT1 dan bukan NT2. Gejala cataplexy sering terjadi sebagai respons terhadap emosi positif seperti tawa atau kegembiraan. Cataplexy biasanya memengaruhi kedua sisi tubuh dan berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit.

Beberapa penderita NT1 hanya mengalami gejala-gejala cataplexy beberapa kali per tahun, sementara yang lain dapat mengalami belasan atau lebih episode per harinya.

Walaupun semua penderita gangguan tidur narkolepsi memiliki gejala kantuk parah di siang hari, namun hanya kurang dari seperempat penderita yang memiliki semua gejala di atas. Selain itu, gejala-gejalanya mungkin tidak muncul secara bersamaan. Misalnya, tidak jarang cataplexy baru muncul bertahun-tahun setelah seseorang mulai mengalami kantuk parah di siang hari.

Apa Penyebab Gangguan Tidur Narkolepsi?

Penelitian masih terus dilakukan untuk mengungkapkan penyebab yang mendasari gangguan tidur narkolepsi. Penderita narkolepsi tipe 1 (NT1) memiliki kadar hipokretin kimia yang rendah. Hipokretin adalah zat kimia penting di otak yang membantu mengatur keadaan terjaga dan tidur REM.

Kadar hipokretin sangat rendah pada mereka yang mengalami gejala cataplexy. Apa yang menyebabkan hilangnya sel-sel penghasil hipokretin di otak belum diketahui secara pasti, tetapi para ahli menduga itu karena reaksi autoimun.

Kemungkinan juga ada peran genetika dalam perkembangan narkolepsi. Tetapi risiko orang tua menurunkan kelainan ini kepada anak mereka sangatlah rendah—hanya sekitar 1%.

Penelitian juga menunjukkan kemungkinan hubungan antara paparan virus flu babi (flu H1N1) dan bentuk tertentu dari vaksin H1N1 yang saat ini diberikan di Eropa, namun belum jelas alasannnya.

Bagaimana Pengobatan Gangguan Tidur Narkolepsi?

Saat ini masih belum ada obat untuk menyembuhkan narkolepsi, namun tersedia obat-obatan dan penyesuaian gaya hidup untuk membantu mengatasi gejala-gejalanya.

Obat-obatan:

Obat-obatan untuk narkolepsi sering menghasilkan perbaikan gejala, tetapi juga dapat menyebabkan efek samping. Obat-obatan ini memerlukan resep dan harus digunakan secara hati-hati dan sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh dokter dan apoteker.

Beberapa obat yang paling sering diresepkan untuk gangguan tidur narkolepsi antara lain:

  • Modafinil dan armodafinil: Kedua obat ini untuk meningkatkan kesadaran dan biasanya digunakan sebagai pengobatan pertama untuk mengatasi kantuk parah di siang hari.
  • Methylphenidate: Ini adalah obat jenis amphetamine yang dapat mengurangi kantuk parah di siang hari.
  • Solriamfetol: Obat ini telah disetujui oleh FDA pada 2019 dan telah menunjukkan efek yang sebanding dengan modafinil pada gejala kantuk parah di siang hari.
  • Sodium oxybate: Obat ini dapat mengurangi cataplexy, kantuk parah di siang hari, dan gangguan tidur di malam hari, tetapi mungkin perlu waktu berminggu-minggu untuk mengurangi kantuk parah di siang hari.
  • Pitolisant: Obat ini juga telah disetujui FDA pada 2019, fungsinya untuk meningkatkan kesadaran yagn juga menunjukkan efek positif pada cataplexy.

Tidak semua obat efektif pada semua pasien, dan beberapa pasien mungkin mengalami efek samping atau interaksi yang mengganggu dengan obat lain. Selalu bekerja sama lah dengan dokter untuk menemukan obat dan dosis yang tepat sesuai kondisi Anda.

Penyesuaian Gaya Hidup

Penyesuaian gaya hidup adalah bentuk terapi non-medis, dan ada banyak cara yang dapat dimasukkan ke dalam kebiasaan sehari-hari seorang penderita gangguan tidur narkolepsi.

  • Tidur siang singkat: Menjadwalkan waktu untuk tidur siang singkat di siang hari dapat mengurangi kantuk.
  • Memiliki kebiasaan tidur yang sehat: Ini termasuk jadwal tidur yang konsisten (untuk waktu tidur dan bangun tidur), lingkungan tidur yang minim gangguan, dan membatasi penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur.
  • Menghindari alkohol dan obat penenang lainnya: Zat apapun yang menyebabkan kantuk dapat memperburuk gejala narkolepsi di siang hari.
  • Mengemudi dengan hati-hati: Tidur siang sebelum mengendumi dan menghindari perjalanan panjang atau monoton adalah contoh langkah-langkah untuk meningkatkan keselamatan. Konsultasikanlah dengan dokter mengenai hal ini.
  • Makan makanan bergizi seimbang: Penderita narkolepsi memiliki risiko obesitas lebih besar, sehingga harus mengupayakan pola makan sehat untuk mencegahnya.
  • Berolahraga: Menjadi aktif dapat membantu mencegah obesitas dan dapat meningkatkan kualitas tidur di malam hari.

Gangguan tidur narkolepsi adalah kondisi seumur hidup. Akan tetapi kondisi ini biasanya tidak akan bertambah parah seiring dengan bertambahnya usia, berbeda dari kebanyakan masalah kesehatan lain. Anda bisa mengendalikan bahkan mengatasi gejala-gejala narkolepsi dengan pengobatan dan penyesuaian gaya hidup yang tepat.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang gangguan tidur narkolepsi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Mayo Clinic. Narcolepsy – Symptoms & causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/narcolepsy/symptoms-causes/syc-20375497

Mayo Clinic. Narcolepsy – Diagnosis & treatment. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/narcolepsy/diagnosis-treatment/drc-20375503

Sleep Foundation. Narcolepsy. https://www.sleepfoundation.org/narcolepsy

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>