Tidur: Solusi Praktis Bagi Penderita Narkolepsi!

788

Diedit:

Satu lagi gangguan tidur yang akan memengaruhi aktifitas Anda, yaitu narkolepsi. Seperti apakah gejala yang dirasa oleh penderitanya? Bagaimana ini dapat memengaruhi Anda? Adakah solusi yang tepat bagi penderitanya? Namun sebelumnya ketahuilah, apa itu narkolepsi?

Mengenal lebih jauh mengenai narkolepsi!

Narkolepsi merupakan gangguan tidur kronis yang ditandai oleh rasa mengantuk pada siang hari dan tiba-tiba tertidur. Mereka yang mengalami gangguan ini, akan sulit mempertahankan keadaannya untuk tetap terjaga. Ingatlah bahwa narkolepsi tidak berkaitan dengan masalah mental seperti depresi, ataupun kejang, maupun kurang tidur semata.

Gejala Narkolepsi

Penderita Narkolepsi umumnya dapat tertidur dimana saja dan kapan saja, bahkan saat mereka sedang berbicara dengan orang lain ataupun saat bekerja. Hal ini dapat berlangsung selama 10 hingga 30 menit, setelah bangun dan merasa segar, mereka dapat tertidur lagi yang datang tiba-tiba.

Gangguan ini dapat menurunkan kemampuan Anda dalam mempertahankan kewaspadaan, hilangnya konsentrasi, melemasnya otot (katapleksi) yang dapat memengaruhi kemampuan berbicara atau tiba-tiba merasa lemas saat emosi Anda bergejolak, namun tidak semua orang akan mengalami katapleksi.

Penderita narkolesi juga mengalami gangguan tidur lainnya, seperti sleep paralysis atau kelumpuhan sementara saat tidur yang menyebabkan Anda tak bisa bergerak atau bicara dan terjadi pada fase REM (saat sedang bermimpi). Selain itu, gangguan ini dapat menimbulkan halusinasi yang membuat penderitanya sulit membedakan kenyataan dengan mimpi. Gangguan Narkolepsi biasanya dialami oleh anak-anak usia 10 tahun hingga orang dewasa berusia 30 tahun.

Penyebab dan Diagnosis Narkolepsi

Penyebab yang jelas belum diketahui, hanya saja beberapa faktor seperti genetika dan keberadaan infeksi dicurigai dapat memperparah keadaan ini. Halnya sama jika Anda kekurangan hipokretin yang didapat dari tulang belakang, karena serangan penyakit auto-imun.

Diagnosis dapat dilakukan dengan menelaah sejarah gangguan tidur ini dengan mengajukan serangkaian pertanyaan pada “Epworth Sleepiness Scale”. Selanjutnya ada metode pencatatan keadaan yang terjadi saat Anda tidur, hal ini dilakukan dengan alat bernama actigraph yang akan mencatat aktivitas tidur secara otomatis. Selain itu, adapula tes lainnya berupa; polysomnogram, tes latensi tidur, dan senyawa hipokretin dalam tubuh.

Akibat dan Komplikasi Narkolepsi

Narkolepsi seringkali mengakibatkan kesalahpahaman, penderitanya sering dianggap malas atau tidak memiliki semangat, sehingga dapat memicu masalah yang berkaitan dengan hubungan sosial, juga beresiko mengalami kecelakaan yang dapat melukai kondisi fisiknya.

Selain itu, bagi pasangan menikah yang memiliki gangguan ini seringkali bermasalah saat berhubungan intim. Penderitanya bisa saja tertidur saat sedang berhubungan seksual, bahkan kehilangan hasrat seksual. Anda juga beresiko mengalami obesitas.

Bantuan Bagi Penderita Narkolepsi

Narkolepsi dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup, namun sifatnya bukanlah menyembuhkan, hanya saja mengurangi dampak dari gejala yang timbul. Hal ini dilakukan dengan menetapkan jadwal istirahat yang teratur, sekalipun itu akhir pekan atau hari libur. Tujuannya, agar tubuh mengenali jadwal kapan ia harus beristirahat.

Anda juga dapat tidur siang selama 20 menit setiap harinya agar dapat terjaga selama 3 jam setelahnya. Berolahragalah sebelum tidur malam, paling tidak 4 hingga 5 jam sebelumnya. Hindarilah konsumsi apapun yang mengandung nikotin dan alkohol. Beberapa obat-obatan juga dapat digunakan, hanya saja penggunaannya harus berdasarkan konsultasi dokter.