Gangguan Mental Skizofrenia: Beberapa Gejala yang Ditimbulkannya


By Cindy Wijaya

Skizofrenia kerap disebut sebagai gangguan mental yang terberat, di mana penderitanya tidak sanggup menafsirkan realitas secara normal. Sebaliknya dari apa yang dipercayai kebanyakan orang, skizofrenia bukan mengartikan adanya banyak kepribadian dalam satu tubuh. Jadi, apa sebenarnya gejala gangguan mental skizofrenia?

Belum banyak diketahui apa yang menyebabkan seseorang mengidap skizofrenia, namun para peneliti memercayai bahwa kombinasi faktor genetik dan lingkungan berkaitan dengan perkembangan gangguan ini. Masalah pada zat kimia otak tertentu, termasuk neurotransmiter dopamin dan glutamat, juga dapat menyebabkan skizofrenia.

Sebuah studi menunjukkan adanya kelainan pada struktur otak dan sistem saraf pusat penderita skizofrenia. Meskipun studi tersebut tidak menjelaskan apa yang mengakibatkan kelainan tersebut, para peneliti mengatakan bahwa ini adalah bukti skizofrenia merupakan penyakit di otak.

Apa Beberapa Gejala yang Ditimbulkan Skizofrenia?

Pada pria, gejala skizofrenia umumnya mulai terlihat di awal usia 20-an. Sedangkan wanita, gejalanya sering terlihat ketika usianya mencapai 20-an akhir. Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, gejala skizofrenia sudah terlihat dari usia kanak-kanak atau baru terlihat saat berusia 45 tahun ke atas.

Karena melibatkan aspek yang luas dari kemampuan berpikir (kognitif), perilaku serta emosi, gejala atau tanda dari skizofrenia bisa bervariasi, yaitu:

1Delusi. Maksudnya kepercayaan yang dipegang kuat namun tidak berdasarkan realitas. Sebagai contoh, Anda merasa sedang disakiti atau dilecehkan, gerakan atau komentar tertentu ditujukan pada Anda, merasa punya kemampuan khusus, atau merasa bisa meramalkan suatu kejadian, padahal kenyataannya tidak demikian. Delusi dialami oleh sekitar 4 dari 5 orang penderita skizofrenia.

2Halusinasi. Biasanya berhalusinasi melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada, namun seluruh panca indera juga mungkin terlibat—seperti merasa disentuh sesuatu. Halusinasi yang dialami pengidap skizofrenia lebih dari apa yang sering dialami orang normal. Mereka merasakan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa dari halusinasinya.

3Cara Berpikir yang Berantakan. Hal ini diperlihatkan dari cara berbicara dan menjawab pertanyaan. Pasien skizofrenia sering kali merasa sulit menyampaikan cara berpikirnya melalui kata-kata dan menjawab pertanyaan dengan jawaban yang tidak berkaitan. Kata-kata yang diucapkan mungkin diselingi dengan ucapan yang sama sekali tidak ada artinya, seperti menggumam.

4Berperilaku Tidak Teratur atau Abnormal. Berkisar dari perilaku kekanak-kanakan sampai perilaku agresif. Pergerakan yang abnormal juga mencakup postur yang tidak pantas atau aneh, sangat kurang dalam merespon instruksi, atau gerakan-gerakan yang berlebihan dan tidak berguna.

5Gejala Negatif Lain—yang mengacu pada berkurangnya kemampuan tubuh untuk berfungsi secara normal. Pengidap skizofrenia dapat terlihat kurang emosi, seperti: menghindari tatap mata saat berkomunikasi, kurang ekspresi wajah, bicara tanpa nada atau datar-datar saja, serta tidak menambahkan gerakan tangan atau kepala yang umum dilakukan untuk memberi penekanan emosional dalam pembicaraan.

Juga, pasien skizofrenia mungkin kesulitan membuat rencana atau beraktivitas normal sehingga membuat kebersihan tubuhnya kurang terjaga, tidak tertarik untuk melakukan kegiatan sehari-hari dan lebih banyak diam, atau menarik diri dari pergaulan.

Orang dengan skizofrenia sering tidak menyadari gejala yang dialaminya, akibatnya dia merasa tidak butuh bantuan apapun—padahal sangat butuh! Banyak kasus skizofrenia pertama kali disadari oleh orang terdekatnya, jadi jika merasa ada anggota keluarga atau teman yang menderita gangguan ini, bicarakanlah dengannya dan dukung dia untuk mencari bantuan profesional.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

Artikel Terkait