Fakta Sebenarnya Tentang Amnesia

277

Diedit:

Amnesia merupakan gangguan daya ingat yang mengakibatkan kehilangan ingatan tentang suatu informasi, fakta, dan pengalaman. Menurut cerita di film atau sinetron, orang yang menderita amnesia tidak bisa mengingat siapa dirinya. Tapi tidak seperti di cerita fiksi, amnesia di kehidupan nyata umumnya tidak menyebabkan kehilangan identitas.

Malah, penderita amnesia biasanya bisa dengan jelas mengingat siapa dirinya. Tapi mereka akan merasa sulit untuk belajar atau menerima informasi, bahkan ingatan yang baru terbentuk.

Ada dua ciri utama amnesia, pertama adalah Anterograde amnesia yaitu ketidakmampuan untuk belajar informasi baru setelah menderita amnesia. Kedua, Retograde amnesia yaitu ketidakmampuan untuk mengingat kejadian di masa lalu.

Kebanyakan penderita amnesia mempunyai masalah dengan daya ingat jangka pendek. Ingatan-ingatan terbaru kemungkinan besar akan hilang, sementara ingatan yang sangat mendalam atau sudah dipelajari dari kecil mungkin akan tetap diingat.

Sebagai contoh, seorang penderita amnesia mungkin akan mengingat kejadian di masa kecil atau tahu nama-nama presiden tahun-tahun sebelumnya, namun tidak bisa ingat nama presiden di periode sekarang atau menu sarapan pagi ini.

Kehilangan ingatan tidak berarti seseorang akan kehilangan kecerdasannya. Begitu juga dengan pengetahuan umum, kesadaran, rentang perhatian, penilaian, kepribadian atau identitas biasanya tidak dipengaruhi oleh amnesia.

Seorang penderita amnesia masih bisa memahami kata-kata—baik secara lisan maupun tertulis, dan belajar keahlian tertentu (seperti bersepeda atau bermain piano). Mereka mungkin sadar jika sedang mengalami amnesia.

Walaupun gejalanya mirip, tapi amnesia tidak serupa dengan dementia. Dementia sering disertai dengan hilang ingatan, namun penyakit ini juga melibatkan masalah kognitif yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Hilang ingatan juga merupakan gejala umum dari gangguan kognitif ringan (Mild Cognitive Impairment—MCI), tapi tidak separah pada penyakit dementia.

Tanda dan gejala amnesia pada umumnya

  • Salah mengingat suatu kejadian atau menciptakan ingatan palsu (yang sama sekali tidak terjadi).
  • Masalah neurologis yang ditandai dengan gerakan yang tidak beraturan atau kejang, kebingungan atau disorientasi—ketidakmampuan untuk mengenal lingkungan sekitar.

Untuk menjalankan fungsi normal memori, banyak bagian otak yang terlibat dan penyakit atau cedera pada otak dapat mengganggu fungsi tersebut. Amnesia bisa saja diakibatkan oleh kerusakan pada struktur otak yang mengontrol emosi dan ingatan.

Amnesia yang disebabkan oleh cedera atau kerusakan pada otak dikenal sebagai amnesia neurologis/organik. Beberapa hal yang menyebabkan amnesia jenis ini adalah sebagai berikut:

  • Stroke
  • Radang otak (Encephalitis) yang diakibatkan oleh infeksi virus atau karena reaksi imun tubuh terhadap kanker di bagian tubuh lain.
  • Kondisi otak yang kekurangan oksigen
  • Penyalahgunaan konsumsi alkohol dalam jangka panjang.
  • Tumor tumbuh di bagian otak yang bertanggung jawab mengontrol memori.
  • Penyakit otak degeneratif, misalnya penyakit Alzheimer.
  • Efek samping obat atau pengobatan tertentu.

Dalam kisah fiksi diceritakan bahwa amnesia bisa disebabkan oleh cedera kepala, seperti ketika terjadi kecelakaan mobil. Namun pada kenyataannya, hal ini biasanya hanya menimbulkan kebingungan dan kesulitan dalam mengingat informasi baru, dan bersifat sementara.

Ada jenis lain amnesia, yaitu amnesia psikogenik/disosiatif yang disebabkan oleh trauma emosi. Misalnya, karena menjadi korban kekerasan. Pada jenis amnesia ini penderitanya mungkin akan kehilangan ingatan tentang tindak kejahatan yang dialaminya, tapi lama kelamaan ingatan tersebut dapat dipulihkan.