Cari Tahu Apa Gejala-Gejala Meningitis!

519

Diedit:

Sangatlah mudah untuk salah mengira bahwa gejala meningitis yang dialami hanyalah gejala dari influenza. Ya, memang gejala-gejala awal meningitis bisa jadi serupa dengan tanda-tanda flu. Padahal penyakit meningitis sangat jauh lebih berbahaya daripada penyakit flu, oleh karena itu penting bagi Anda untuk bisa membedakan gejala-gejala meningitis.

Apa Itu Meningitis?

Meningitis adalah peradangan pada selaput yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang. Pembengkakan akibat meningitis seringkali menimbulkan tanda-tanda dan gejala khas dari penyakit ini, yakni sakit kepala, demam, dan leher kaku.

Sebagian besar kasus dari penyakit meningitis disebabkan oleh infeksi virus, tetapi infeksi bakteri dan jamur juga bisa menyebabkan meningitis. Bergantung pada penyebab infeksi, meningitis dapat pulih sendiri dalam waktu beberapa minggu—atau dapat menjadi penyakit fatal yang membutuhkan pengobatan antibitok secepat mungkin.

Oleh karena itu, apabila Anda atau anggota keluarga Anda diduga menunjukkan gejala meningitis, sebaiknya segera cari bantuan dokter. Pengobatan dari sedini mungkin bisa mencegah terjadinya komplikasi yang serius.

Tanda dan gejala meningitis biasanya berkembang selama beberapa jam atau selama lebih dari satu hari. Gejala-gejala yang akan dialami oleh siapapun yang berusia diatas 2 tahun biasanya mencakup:

  • Mendadak demam tinggi
  • Sakit kepala yang teramat parah
  • Leher menjadi kaku
  • Muntah atau mual yang disertai sakit kepala
  • Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi
  • Kejang-kejang
  • Mengantuk atau sulit bangun tidur
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Kurang selera makan dan minum
  • Beberapa pasien mengalami ruam di kulit

Gejala Meningitis pada Bayi

Bayi baru lahir dan bayi di bawah 2 tahun mungkin tidak mengalami beberapa tanda dan gejala seperti diatas. Sebaliknya, tanda-tanda meningitis pada kelompok usia ini dapat termasuk:

  • Demam tinggi
  • Terus-menerus menangis
  • Kantuk berlebih atau gampang marah
  • Lesu dan tidak aktif bergerak
  • Nafsu makan buruk
  • Adanya tonjolan di ubun-ubun kepala bayi
  • Tubuh dan leher bayi jadi kaku

Bayi yang menderita meningitis mungkin jadi sulit untuk ditenangkan ketika menangis, dan bahkan menangis lebih kencang saat digendong.

Segeralah cari bantuan medis apabila Anda atau seorang anggota keluarga Anda memiliki tanda dan gejala meningitis berikut: demam, sakit kepala yang tak tak kunjung berhenti, kebingungan, muntah, dan leher kaku.

Baca juga:  Gejala Meningitis, Kenali Sekarang Sebelum Terlambat

Penyakit meningitis yang diakibatkan oleh virus mungkin dapat pulih tanpa pengobatan medis, tetapi meningitis akibat bakteri adalah penyakit serius yang dapat bertambah parah secara cepat dan membutuhkan pengobatan antibiotik untuk dapat dipulihkan.

Menunda pengobatan untuk meningitis yang disebabkan oleh bakteri akan meningkatkan risiko kerusakan otak permanen atau bahkan kematian. Disamping itu, gejala meningitis akibat bakteri bisa menjadi amat parah hanya dalam hitungan hari.

Satu-satunya cara untuk mengetahui jenis meningitis yang diderita adalah dengan bantuan dokter. Beliau dapat mendiagnosis penyakit meningitis berdasarkan riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan tes-tes diagnostik tertentu.

Selama pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan mengecek gejala-gejala infeksi di sekitar kepala, telinga, tenggorokan, dan kulit di sepanjang tulang belakang. Sedangkan tes-tes diagnostik yang dilakukan dapat mencakup:

  • Kultur darah. Darah yang diambil dari pembuluh vena diperiksa di laboratorium untuk dilihat apakah terkandung mikoorganisme, khususnya bakteri, di dalamnya. Sampel darah juga ditempatkan pada noda Gram untuk diperiksa menggunakan mikroskop.
  • Tes pencitraan (imaging). Scan sinar-X dan CT scan di kepala, dada, atau sinus dapat menunjukkan adanya pembengkakan atau peradangan. Tes-tes ini juga dapat membantu dokter Anda untuk mencari adanya infeksi di bagian tubuh lainnya yang berkaitan dengan meningitis.
  • Cairan tulang belakang. Diagnosis meningitis membutuhkan analisa terhadap cairan serebrospinal (CSF) yang diambil selama prosedur medis yang disebut sebagai spinal tap. Pada penderita meningitis, cairan CSF seringkali menunjukkan kadar gula darah yang rendah dan peningkatan jumlah sel darah putih serta protein.

Analisa terhadap cairan CSF juga membantu dokter untuk mengidentifikasi secara tepat jenis bakteri yang menyebabkan penyakit meningitis. Jika dokter menduga bahwa gejala meningitis disebabkan oleh virus, maka ia mungkin melakukan tes-tes lain untuk memeriksa antibodi-antibodi yang melawan jenis virus tertentu. Hal ini bertujuan untuk memastikan penyebab pasti dari meningitis. Dengan mengetahui secara jelas apa penyebab meningitis, maka dokter dapat menentukan metode pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Baca juga:  Akibat Meningitis Pada Otak Penderitanya