Cara Terbaik Mengobati Jantung Rematik


By Fery Irawan

Jantung rematik adalah sebuah penyakit berupa terjadinya penyempitan atau kebocoran pada katup jantung, khususnya katup mitral (stenosis katup mitral). Penyakit ini dalam dunia medis dikenal sebagai Rhematic Heart Disease (RHD).

Serangan jantung rematik bermula dari bakteri bernama Streptococcus beta hemolyticus group A yang menyerang saluran pernapasan atas. Bakteri tersebut kemudian membuat terjadinya demam rematik yang menyebabkan radang di saluran tenggorokan.

Kemudian, virus tersebut akan menyebar melalui sirkulasi darah dan membuat radang di katup jantung. Radang tersebut akan membuat katup mengalami penebalan yang membahayakan fungsi organ jantung.

Bakteri Streptococcus yang masuk itu tidak dapat dikenali oleh sistem pertahanan tubuh karena bakteri tersebut menumpangi protein yang membuatnya terlihat seperti protein normal. Padahal yang terjadi kemudian bakteri itu perlahan mulai merusak jaringan tubuh, khususnya di jantung.

Demam rematik umumnya menyerang orang berusia antara 5-15 tahun. Sangat jarang penderita demam rematik yang berusia di bawah 5 tahun. Mungkin ini disebabkan karena pada usia tersebut, anak-anak biasanya suka bermain di luar. Bakteri Streptococcus tersebut biasanya memang suka berada di lingkungan yang tidak bersih.

Serangan demam rematik yang tidak kunjung sembuh kemudian akan menyebabkan terjadinya jantung rematik. Terjadinya jantung rematik ini akan diawali oleh gejala dan tanda seperti penderita mudah sesak nafas, mudah mengalami nyeri, cepat lelah, sakit perut, dan muncul benjolan kecil di kulit.

Gejala jantung rematik ini akan mulai tampak dari minggu pertama sampai minggu keenam setelah bakteri masuk ke kerongkongan. Untuk itu sangat bijak agar segera memeriksakan diri saat gejala-gejala demam rematik itu mulai terasa.

Untuk memastikan terjadinya penyakit jantung rematik, pihak medis akan memeriksa kondisi fisik pasien, gejala-gejala pada fisik pasien, serta hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan kadang juga akan menggunakan Echocardiografi yang berfungsi melihat kondisi otot dan katup jantung.

Untuk mengobati sakit jantung rematik, pihak medis biasanya akan memberikan obat antibiotik dan anti radang untuk membersihkan kuman Streptococcus. Obat antibiotik yang diberikan biasanya adalah Benzathine, Erythromycin, atau Cephalosporin. Sedangkan obat anti radang adalah Cortisone dan Aspirin.

Sementara, untuk mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi, biasanya pasien akan diberi diet gizi tinggi. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi penyebaran virus yang potensial menyebabkan trombo-emboli atau gagal jantung. Ini merupakan cara kedua pengobatan penyakit jantung rematik.

Cara ketiga untuk mengobati sakit jantung rematik adalah dengan menggunakan pengobatan alternatif. Penggunaan obat herbal untuk mengatasi jantung rematik biasanya paling sering digunakan karena tingkat keberhasilannya yang tinggi.

Bagaimanapun mencegah jantung rematik jauh lebih baik daripada mengobatinya. Cara pencegahan paling efisien adalah dengan rajin membersihkan tempat tinggal. Karena bakteri Streptococcus, pembawa penyakit demam rematik yang memicu terjadinya jantung rematik, biasanya berkembang di lingkungan yang tidak bersih.

Berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat juga harus dilakukan untuk menjaga tingkat kekebalan tubuh. Menghindari rokok dan memakai masker di udara berdebu sangat baik untuk dilakukan. Berhati-hati juga saat terjadi perubahan cuaca ekstrem. Sebab di waktu tersebut biasanya bakteri Streptococcus sering menginfeksi.

Kalau kondisi jantung rematik semakin memburuk, pilihan terakhir adalah operasi. metode pengobatan jantung rematik ini mau tidak mau harus dilakukan agar jiwa pasien bisa diselamatkan, walaupun biayanya tidak murah.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}