Cara Mengobati Kanker Rahim secara Alami

47
Ilustrasi Cara Mengobati Kanker Rahim secara Alami
Credit Photo: Kwangmoozaa / iStock

Mengapa banyak orang beralih ke pengobatan tradisional untuk kanker rahim? Salah satu alasannya adalah karena efek sampingnya yang lebih sedikit dibandingkan dengan pengobatan konvensional. Pengobatan tradisional berupaya mengobati dengan secara alami meningkatkan fungsi kekebalan tubuh untuk cara melawan kanker rahim. Apa saja obat tradisional yang efektif untuk kanker rahim?

Di alam Indonesia tersedia tanaman-tanaman herbal yang telah digunakan secara tradisional untuk pengobatan kanker rahim maupun kanker-kanker lainnya. Artikel ini akan membahas 3 herbal yang dapat dimanfaatkan untuk obat tradisional kanker rahim: Sarang Semut Papua, Tapak Dara, dan Daun Sirsak.

Meski begitu perlu diingat bahwa obat tradisional ini tidak menjamin kesembuhan; sebenarnya tidak ada jenis pengobatan apapun, baik medis maupun tradisional, yang bisa menjamin kesembuhan. Para penderita kanker sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mulai mengonsumsi herbal atau obat tradisional lain apapun.

Cara Mengobati Kanker Rahim secara Alami: Sarang Semut Papua

Sarang Semut Papua adalah tumbuhan herbal asli Papua yang secara tradisional digunakan oleh penduduk setempat untuk pengobatan berbagai jenis kanker, termasuk kanker rahim. Kini berbagai penelitian modern telah mengetahui bahwa herbal ini mengandung komponen-komponen anti-kanker.

Contohnya adalah komponen flavonoid yang terbukti mempunyai mekanisme khusus untuk melawan sel-sel kanker. Berikut adalah mekanisme-mekanisme anti-kanker dari flavonoid:

  • Inaktivasi karsinogen: Menonaktifkan zat aktif yang memicu perkembangan kanker.
  • Anti-prolierasi: Menghambat proses perbanyakan sel-sel kanker.
  • Penghambatan siklus sel: Menghambat siklus pembelahan dari sel-sel kanker.
  • Induksi apoptosis: Memicu dimulainya kematian terprogram pada sel-sel kanker.
  • Inhibiasi angiogenesis: Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada kanker yang mengalirkan makanan/nutrisi bagi sel-sel kanker.
  • Pembalikan resistensi multi-obat: Membantu mencegah tubuh mengalami resistensi/kebal terhadap obat-obat kanker yang dikonsumsi.

Selain flavonoid, obat tradisional untuk kanker rahim ini juga mengandung alfa-tokoferol yang sanggup meredam radikal bebas sampai hampir 100%. Maka tidak heran jika Sarang Semut dikenal mempunyai reaksi cepat dalam membantu mengobati dan meringankan dampak-dampak kanker.

Cara Mengolah Sarang Semut Papua:


  • Potong-potong bongkahan Sarang Semut menjadi kurang-lebih 6 x 5 cm, lalu cuci sampai bersih.
  • Rebus potongan Sarang Semut dengan 1 gelas air bersih. Jangan pakai panci yang berbahan aluminium.
  • Rebus hingga airnya berkurang dan berwarna kemerahan. Biarkan beberapa saat sampai airnya mengendap.
  • Saring dengan saringan air minum, sebaiknya yang terbuat dari kain supaya ampas tidak ikut.
  • Minum air rebusan yang sudah disaring itu sebanyak 2 – 3 kali sehari.

Catatan: Sudah tersedia produk olahan Sarang Semut yang sudah diekstrak, yang konsentrasi senyawa aktifnya lebih tinggi. Produk ekstrak juga lebih aman dikonsumsi untuk jangka panjang karena tidak meninggalkan endapan di ginjal dan hati, juga tidak memperberat kerja dari dua organ itu. Temukan info tentang produk ekstrak Sarang Semut di halaman ini.

Cara Mengobati Kanker Rahim secara Alami: Tapak Dara

Tapak dara (Catharanthus roseus) adalah tumbuhan tropis yang dibudidayakan terutama karena kandungan alkaloidnya, yang memiliki kemampuan anti-kanker. Bagian daun dan batangnya merupakan sumber alkaloid dimeric, vinacristine, dan vinblastine yang adalah bahan obat kanker yang sangat penting.

Baca juga:  Kenali Gejala Kanker Rahim dan Pilihan Pengobatan Herbal Terbaiknya

Riset-riset farmakologis menunjukkan bahwa tapak dara secara alami mengandung lebih dari 70 jenis alkaloid dan agen kemoterapi yang efektif dalam pengobatan berbagai jenis kanker, seperti kanker rahim, payudara, paru-paru, melanoma, serta limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin.

Cara Mengolah Tapak Dara:


  • Ambil daun tapak dara secukupnya, cuci bersih, dan keringkan di bawah sinar matahari.
  • Ambil 25 – 27 gram daun tapak dara yang sudah kering, rebus dengan 1 liter air hingga mendidih.
  • Saring air rebusannya dan biarkan hingga suhunya mendingin.
  • Minum sampai habis air rebusan tapak dara untuk 1 hari.
  • Lakukan berulang-ulang sampai kondisi membaik.
tapak dara, obat tradisional untuk kanker rahim
Tapak Dara (Credit: DEA / M. CERRI/De Agostini via Getty Images)

Cara Mengobati Kanker Rahim secara Alami: Daun Sirsak

Daun Sirsak (Annona muricata) mempunyai julukan sebagai “pembunuh kanker” karena secara alami dapat membantu pengobatan berbagai jenis kanker seperti kanker leher rahim (serviks), ovarium, kandung kemih, leukemia, paru-paru, dan lain sebagainya. Daun sirsak mengandung komponen senyawa bernama acetogenin yang punya kemampuan sebagai anti-kanker.

Senyawa acetogenin ini diketahui memiliki sejumlah mekanisme anti-kanker. Contohnya adalah induksi apoptosis untuk memicu terjadinya kematian terprogram pada sel-sel kanker; anti-proliferasi untuk menghambat perbanyakan sel-sel kanker; dan inhibisi angiogenesis untuk mencegah terbentuknya pembuluh darah baru pada kanker.

Cara Mengolah Daun Sirsak:


  • Ambil 10 lembar daun sirsak yang masih segar, lalu cuci sampai bersih.
  • Rebus daun sirsak dengan 3 gelas air memakai panci yang berbahan tanah liat.
  • Rebus sampai airnya berkurang hingga setengahnya.
  • Minumlah air rebusan itu sebanyak 3 kali sehari.

Terapi Alternatif untuk Membantu Pengobatan Kanker Rahim

Cara mengobati kanker rahim secara alami tidak hanya dengan mengonsumsi herbal, ada terapi-terapi alternatif lain yang juga bisa membantu. Terapi alternatif berikut ini dapat secara alami membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup penderita kanker rahim yang sedang menjalani pengobatan:

Baca juga:  Apa Itu Kanker Rahim?

Nutrisi

Mencukupi kebutuhan nutrisi khususnya penting bagi penderita kanker. Nutrisi yang dibutuhkan setiap pasien tentunya berbeda, jadi Anda perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini. Namun pada umumnya nutrisi-nutrisi yang paling penting ialah protein, karbohidrat, lemak sehat, air, vitamin, dan mineral. Anda bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi beragam jenis makanan sehat.

Akupuntur

Akupuntur adalah terapi menggunakan jarum khusus yang ditusukkan ke titik-titik tertentu pada tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa akupuntur dapat: membantu menghilangkan rasa sakit; mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi; serta meringankan gejala-gejala seperti mulut kering, hot flash, sakit kepala, letih, gangguan tidur, kecemasan, dan lain sebagainya.

Terapi Pijat

Penelitian memperlihatkan bahwa terapi pijat dapat membantu mengurangi rasa sakit, mengurangi stres dan tegang, membantu pemulihan setelah operasi, meredakan kecemasan dan depresi, serta membantu mengatasi gangguan tidur dan rasa lelah.

Para dokter biasanya hanya menyarankan pasiennya untuk mengonsumsi obat tradisonal sebagai pendamping pengobatan standar untuk kanker rahim. Misalnya untuk membantu menghambat penyebaran sel-sel kanker atau untuk meringankan gejala-gejala kanker yang dialami pasien.

Karena itu pasien perlu bertanya ke dokter apakah herbal yang akan dikonsumsinya dapat berpengaruh pada pengobatan yang sedang dijalaninya. Anda juga dianjurkan untuk berkontultasi dulu dengan dokter jika ingin melakukan terapi alternatif apapun. Bisa jadi dokter punya saran yang baik mengenai herbal atau terapi seperti apa yang cocok dengan kebutuhan Anda.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang cara mengobati kanker rahim secara alami. Semoga informasi ini dapat berguna khususnya bagi Anda yang sedang berjuang menghadapi penyakit ini. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker rahim hanya di Deherba.com.


Referensi Cara Mengobati Kanker Rahim secara Alami:

Sudiono, Janti, dkk. (2015). The Scientific Base of Myrmecodia pendans as Herbal Remedies. British Journal of Medicine & Medical Research. 8(3): 230-237. DOI: 10.9734/BJMMR/2015/17465

Ruskin. R, Shabi & S.R, Aruna. (2014). In-vitro and In-vivo Antitumor Activity of Catharanthus roseus. International Research Journal of Pharmaceutical and AppliedSciences. 4(6):1-4

Abdul Wahab, Siti Mariam, dkk. (2018). Exploring the Leaves of Annona muricata L. as a Source of Potential Anti-inflammatory and Anticancer Agents. Frontiers in Pharmacology. 9: 661. DOI: 10.3389/fphar.2018.00661

Cancer.Net. Types of Complementary Therapies. URL: https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/how-cancer-treated/integrative-medicine/types-complementary-therapies. Accessed: 2019-11-26