Cara Mengobati Kanker Payudara Tanpa Operasi, Mungkinkah?

375
cara mengobati kanker payudara tanpa operasi
Ilustrasi Kanker Payudara (Copyright: okrasyuk / 123rf)

Diedit:

Sampai saat ini, hampir semua pasien kanker payudara dianjurkan untuk menjalankan operasi. Namun dengan semakin majunya perkembangan ilmu deteksi dini, pengobatan terapi sistemik, dan biopsi, para peneliti sedang meninjau ulang cara mengobati kanker payudara, apakah bisa dilakukan tanpa operasi?

Artikel ini akan mengulas salah satu kemajuan dalam bidang pengobatan kanker payudara, yaitu alternatif cara mengobati tanpa operasi. Metode baru yang sedang diselidiki oleh sebagian peneliti memungkinkan pasien kanker payudara menjalani terapi sistemik tanpa pembedahan.

Terapi Sistemik, Cara Mengobati Kanker Payudara Tanpa Operasi?

“Karena semua kemajuan ini, kami telah sampai pada titik dimana kami dapat mempertimbangkan mengeliminasi operasi untuk [pengobatan] kanker payudara invasif pada kelompok pasien tertentu,” kata Henry Kuerer, M.D., Ph.D., seorang profesor di Department of Breast Surgical Oncology pada The University of Texas MD Anderson Cancer Center.

Dr. Kuerer adalah peneliti utama percobaan klinis untuk menguji kelayakan dari pengobatan tanpa operasi pada pasien yang mencapai respons patologis lengkap (pathological complete response, disingkat pCR) terhadap terapi sistemik. “Bila metode ini terbukti aman, ini bisa mengubah paradigma untuk pengobatan lokal kanker payudara,” katanya.

Sejumlah kanker payudara HER2-positive dan triple-negative khususnya sensitif terhadap terapi sistemik. Setidaknya 50% dari pasien yang punya jenis-jenis kanker itu dan menerima terapi sistemik neoadjuvan (sebelum operasi) menunjukkan respons pCR. Respons pCR secara umum didefinisikan sebagai tidak adanya penyakit invasif pada payudara dan kelenjar aksila (kelenjar getah bening di ketiak).

“Kami telah mengetahui . . . bahwa para pasien dengan HER2-positive dan triple-negative adalah mereka yang terapi sistemiknya paling mungkin untuk menghilangkan kanker,” Dr. Kuerer menjelaskan. “Pasien yang menunjukkan respons seperti ini juga kemungkinan memiliki harapan kelangsungan hidup lebih panjang dan sangat kecil kemungkinannya untuk kambuh.”

Apa Itu Terapi Sistemik?

Terapi sistemik menggunakan obat-obatan untuk mengobati kanker payudara. Disebut terapi sistemik karena obat-obatan itu sanggup mencapai sel-sel kanker di hampir seluruh bagian tubuh. Mereka bisa diberikan dalam bentuk obat yang diminum atau langsung diinjeksi ke aliran darah.

Bergantung pada jenis kanker payudara yang didiagnosis, terdapat berbagai jenis terapi obat yang dapat digunakan, antara lain:

  • Kemoterapi
  • Terapi hormon
  • Terapi tertarget
  • Imunoterapi

Terapi sistemik dapat diberikan secara neoadjuvan, maksudnya diberikan sebelum operasi dilakukan, dengan tujuan untuk menyusutkan ukuran tumor sekecil mungkin. Namun belakangan ini para peneliti sedang menyelidiki kemungkinan terapi sistemik untuk digunakan sebagai cara mengobati kanker payudara tanpa operasi.

kemoterapi, cara mengobati kanker payudara tanpa operasi
Salah Satu Terapi Sistemik, Kemoterapi (Photo by Chris Hondros/Getty Images)

Cara Baru untuk Identifikasi Respons pCR pada Pasien Kanker Payudara

Jika terapi sistemik bisa membuat pasien tidak lagi kambuh kankernya, kenapa mereka harus operasi? Masalahnya, sampai saat ini, satu-satunya cara akurat untuk mengidentifikasi apakah pasien mencapai respons pCR adalah melalui pemeriksaan patologis dari spesimen bedah yang diperoleh dari operasi.

Tidak bisa melalui pemeriksaan fisik payudara dan kelenjar getah bening. Bahkan pemeriksaan imaging (seperti USG, mamografi, dan MRI) juga tidak cukup sensitif atau spesifik untuk memastikan respons pasien terhadap terapi sistemik.

Karena itu, Dr. Kuerer dan rekan-rekannya beralih ke biopsi jarum halus yang dipandu dengan gambar (image-guided). Jarum biopsi dimasukkan melalui payudara ke dalam area tumor dipandu oleh bimbingan USG atau mamografi dan diputar untuk mengambil sampel secukupnya dari area-area berbeda.

Baca juga:  Mitos vs Fakta: Remas Payudara Menyebabkan Kanker

Para peneliti melakukan biopsi yang dipandu gambar pada 40 pasien kanker payudara triple-negative atau HER2-positive. Mereka melakukannya setelah pasien menerima terapi sistemik neoadjuvan (sebelum operasi) dan membandingkan hasilnya dengan pasien yang menjalani pemeriksaan melalui spesimen bedah.

“Intinya . . . biopsi yang dipandu gambar memiliki keakuratan dalam mengidentifikasi penyakit residual sekitar 98%,” kata Dr. Kuerer. “Dan untuk 2% lainnya, hanya ada sejumlah kecil penyakit residual yang kami rasa dapat dengan mudah diberantas melalui radiasi.” Penyakit residual adalah residu sel-sel kanker yang tersisa setelah dilakukan upaya untuk menghilangkan kanker.

Cara Mengobati Kanker Payudara Tanpa Operasi di Kelenjar Getah Bening

Temuan itu memperlihatkan bahwa biopsi yang dipandu gambar bisa secara akurat mengidentifikasi respons pCR pada pasien, dan berpotensi menjadi cara untuk menentukan apakah bisa mengobati pasien kanker payudara tanpa operasi. Begitu mendapati temuan bagus itu, Dr. Kuerer dan rekan-rekannya melanjutkan penelitian mereka.

“Pertanyaannya berkembang menjadi, jika tidak ada lagi penyakit di payudara setelah kemoterapi, seberapa sering kami akan temukan kanker di kelenjar getah bening jika kami melakukan operasi standar di kelenjar itu?” kata Dr. Kuerer.

Operasi kelenjar getah bening di ketiak (aksila) biasa dilakukan bersamaan dengan operasi pengangkatan kanker payudara utama. Jadi jika tidak dilakukan operasi, apakah kanker di kelenjar getah bening akan terlewatkan dan tidak tertangani?

Meninjau Jejak Penyakit Residual pada Kelenjar Getah Bening

Untuk mencari tahu apakah operasi kelenjar getah bening aksila bisa tidak dilakukan, Dr. Kuerer dan rekan-rekannya memeriksa catatan dari 527 pasien yang menerima terapi sistemik yang diikuti operasi untuk kanker HER2-positive dan triple-negative.

Dari 116 pasien yang hasil USG awalnya menunjukkan penyakit node-negative dan yang mencapai respons pCR untuk terapi sistemik, tidak ada yang memiliki penyakit residual pada kelenjar getah bening mereka sesudah operasi.

Dari 237 pasien yang punya penyakit kelenjar getah bening dan yang mencapai respons pCR, sekitar 90% nya memiliki penyakit node-negative pada pemeriksaan patologis akhir. Node-negative artinya kanker tidak/belum menyebar ke kelenjar getah bening.

Dr. Kuerer menjelaskan bahwa temuan-temuan itu menunjukkan bahwa pasien yang menunjukkan respons pCR pada terapi sistemik bisa menghindari operasi kelenjar aksila di ketiak. Kini percobaan klinis sedang menyelidiki apakah bijaksana untuk melakukan cara mengobati kanker payudara tanpa operasi di payudara maupun di kelenjar aksila.

Pengobatan Tanpa Operasi bagi Pasien Kanker Payudara Lainnya

Percobaan klinis no. 2016-0046 melibatkan wanita 40 tahun atau lebih dengan kanker payudara HER2-positive atau triple-negative stadium 1 atau 2, tumornya 5 cm atau kurang, dan USG awalnya menunjukkan ada 4 (atau kurang) kelenjar aksila yang abnormal.

Mereka menerima terapi sistemik neoadjuvan sesuai arahan dokter onkolog mereka. Setelah pengobatan neoadjuvan, pasien yang hasil biopsinya menunjukkan respons pCR menjalani operasi dan menerima terapi radiasi ke seluruh payudara. Mereka yang hasil biopsinya menunjukkan tanda-tanda penyakit menjalani operasi standar pada payudara dan kelenjar aksila sebelum menerima radiasi.

Syarat untuk Menjalani Cara Mengobati Kanker Payudara Tanpa Operasi

Selama terapi neoadjuvan, yang biasanya berlangsung 5 – 6 bulan, pasien dipantau melalui pemeriksaan imaging payudara. Agar pasien memenuhi syarat untuk menjalani cara mengobati kanker payudara tanpa operasi, lesi (keadaan jaringan abnormal) di payudara mereka pada pemeriksaan imaging akhir harus 2 cm atau lebih kecil.

Baca juga:  Kanker Payudara pada Pria, Jangan Anggap Remeh!

“Kami pilih ukuran itu karena jika keabnormalan menyusut sebanyak itu, kami bisa memperoleh sampel yang benar-benar bagus dari area itu melalui biopsi jarum, hampir sama bagusnya dengan operasi itu sendiri,” jelas Dr. Kuerer.

Selain itu, pasien yang USG awalnya menunjukkan penyakit node-negative akan menjalani operasi kelenjar aksila. Mereka yang hasil biopsi sebelum terapi sistemiknya menunjukkan penyakit pada 1 – 4 kelenjar aksila, akan menjalani pembedahan aksila yang tertarget, dimana kelenjar yang terlibat akan diangkat melalui sayatan yang sangat kecil.

Semua pasien akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan payudara secara imaging dan fisik setiap 6 bulan selama 5 tahun. Percobaan ini dapat menjadi salah satu langkah untuk mengawali penemuan cara mengobati tanpa operasi pada lebih banyak pasien kanker payudara.

“Kami terus-menerus mengidentifikasi obat dan agen baru yang terus semakin baik dalam membasmi kanker payudara,” Dr. Kuerer meyakinkan. “Jadi saya bisa bayangkan bahwa, di masa depan, operasi tidak lagi diperlukan bagi sebagian besar pasien kanker payudara ataupun tumor padat lainnya.”

Pengobatan Herbal, Alternatif Tanpa Operasi Lainnya

Sebagian pasien yang ingin menghindari operasi mungkin beralih ke pengobatan herbal. Memang dokter umumnya tidak menganjurkan pasien untuk benar-benar beralih ke herbal, tetapi dokter sering kali tidak masalah jika pasiennya ingin mengonsumsi herbal sebagai terapi pendamping pengobatan medis.

Sebenarnya, sudah ada banyak penelitian yang memperlihatkan manfaat positif dari menggabungkan antara pengobatan medis dengan herbal yang terbukti sebagai anti-kanker. Salah satu herbal anti-kanker yang telah dibuktikan kemampuan anti-kankernya oleh penelitian modern ialah Sarang Semut.

Sarang Semut (Myrmecodia pendans) didapati mengandung senyawa aktif penting yang berguna sebagai anti-kanker, seperti flavonoid, tokoferol, fenolik, dan berbagai mineral penting. Senyawa tersebut saling bekerja sama untuk melawan kanker dan tumor, misalnya untuk menghambat perbanyakan dan pembelahan sel-sel kanker, merangsang kematian sel-sel kanker, dan menghambat pengaliran nutrisi ke sel-sel kanker.

cara mengobati kanker payudara tanpa operasi
Tanaman Sarang Semut (Credit: U-Report)

Dan berdasarkan pengalaman yang dikirimkan oleh para pengguna ekstrak Sarang Semut kepada kami, ada dari mereka yang batal operasi benjolan abnormal di payudaranya karena sudah mengecil setelah rutin mengonsumsi herbal ini. Bukan hanya mengecil sampai tidak kelihatan lagi, benjolan abnormal itu juga tidak kambuh lagi hingga bertahun-tahun sesudahnya. Hasil positif itu dirasakan rata-rata 1 – 3 bulan sejak konsumsi Sarang Semut.

Bagi Anda yang ingin memanfaatkan herbal sebagai terapi pendamping, coba pertimbangkan baik-baik. Konsultasikan selalu dengan dokter Anda. Dan jangan lupa untuk terus pantau kondisi Anda dengan melakukan pemeriksaan medis secara rutin.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang cara mengobati kanker payudara tanpa operasi. Semoga informasi ini dapat menjadi titik terang bagi Anda yang sedang berjuang menghadapi penyakit kanker. Nantikan juga ulasan menarik lain seputar kanker dan masalah kesehatan lainnya hanya di Deherba.com.


Referensi Cara Mengobati Kanker Payudara Tanpa Operasi:

Munch, Joe. Breast Cancer Treatment without Surgery. URL: https://www.mdanderson.org/publications/oncolog/breast-cancer-treatment-without-surgery.h1415-1592202.html. Accessed: 2019-05-13

HM, Kuerer & GM, Rauch & S, Krishnamurthy & BE, Adrada, dkk. (2017). A Clinical Feasibility Trial for Identification of Exceptional Responders in Whom Breast Cancer Surgery Can Be Eliminated Following Neoadjuvant Systemic Therapy. Annals of Surgery. 267(5): 945–931

HM, Kuerer & Peeters, Vrancken & DW, Rea & M, Basik, dkk. (2017). Nonoperative Management for Invasive Breast Cancer After Neoadjuvant Systemic Therapy: Conceptual Basis and Fundamental International Feasibility Clinical Trials. Annals of Surgical Oncology. 24(10): 2855–2862

AB, Tadros & WT, Yang & S, Krishnamurthy & GM, Rauch, dkk. (2017). Identification of Patients with Documented Pathologic Complete Response in The Breast After Neoadjuvant Chemotherapy for Omission of Axillary Surgery. JAMA Surgery. 152(7): 665–670

OncoLog, Mei-Juni 2018, Volume 63, Terbitan 5-6


Advertisement
Alinesia