Cara Deteksi Kanker Payudara, Mana yang Efektif?

352
cara deteksi kanker payudara
Cara Deteksi Kanker Payudara (Credit: WavebreakMediaMicro / Adobe Stock)

Diedit:

Cara deteksi kanker payudara adalah teknik yang dapat dilakukan untuk mengetahui ciri-ciri kanker payudara pada seseorang. Dengan deteksi kanker payudara kita akan cepat mengenali keberadaan dan letak kanker payudara, bahkan sebelum gejalanya muncul ke permukaan.

Deteksi dini tentu saja akan sangat efektif meningkatkan manfaat dari terapi. Semakin awal kanker payudara terdiagnosa, semakin besar kemungkinan bertahan hidup dari pasien. Dan akan semakin efektif pula penyembuhan dapat dicapai.

Untuk itu, pada kesempatan ini kita akan mencoba mengulas mengenai cara deteksi kanker payudara sejak dini. Kita akan mencoba melihat apakah sebenarnya ciri-ciri kanker payudara  dan apa saja cara yang dapat dilakukan untuk menemukan kanker payudara sedini mungkin.

Ciri-Ciri Kanker Payudara

Kanker payudara adalah perkembangan sel kanker yang bersumber dari sel-sel dalam payudara. Kanker payudara berada pada urutan kedua sebagai kanker paling mematikan pada wanita. Juga menjadi kanker yang paling banyak ditemukan pada wanita.

Kanker payudara pada umumnya terbentuk dari sel duktal atau sel-sel yang berkaitan dengan produksi dan saluran air susu.  Akan tetapi, dalam jumlah kecil kanker payudara juga dapat terjadi pada bagian lain dari payudara termasuk puting, lobular dan jaringan lemak dalam payudara.

Lepas dari sel awal terbentuknya sel kanker payudara dan letak kanker payudara, ternyata pada umumnya memiliki ciri-ciri kanker payudara yang hampir serupa.  Dengan mengenali ciri-ciri kanker payudara, kita akan lebih awal menyadari adanya ketidak normalan pada payudara kita yang mungkin merupakan tanda kanker. Ciri-ciri kanker payudara tersebut antara lain:

  • Munculnya benjolan pada payudara atau area sekitar ketiak
  • Kulit yang terasa menebal pada satu area payudara
  • Perubahan pada ukuran dan bentuk dari payudara
  • Perubahan bentuk puting atau puting yang tampak lebih masuk atau lebih keluar
  • Munculnya perubahan tekstur pada permukaan kulit payudara
  • Kulit payudara atau puting yang tampak merah meradang
  • Area payudara yang terasa mengeras dan padat dari sekitarnya
  • Munculnya cairan dari puting baik berupa darah, cairan bening atau cairan putih
  • Muncul rasa nyeri pada payudara

Pentingnya Cara Deteksi Kanker Payudara

Kadang, pembengkakan atau munculnya benjolan pada payudara tak selalu menjadi ciri-ciri kanker payudara. Sejumlah pembengkakan dan benjolan hanya reaksi hormonal dan aktivitas kelenjar susu pada periode tertentu yang akan hilang dalam beberapa pekan.

Beberapa pembengkakan dan benjolan juga bisa muncul lebih lama dengan menyisakan rasa nyeri pada payudara. Namun itupun tidak lantas mutlak menjadi ciri-ciri kanker payudara.  Sejumlah besar benjolan adalah sejenis pembesaran kelenjar atau tumor tidak ganas yang tidak berbahaya.

Itulah sebabnya, kita perlu melakukan deteksi kanker payudara. Cara deteksi kanker payudara ini akan memastikan apakah ciri-ciri kanker payudara yang dialami pasien memang positif merupakan tanda kanker atau keluhan payudara lain.

Deteksi kanker payudara juga tidak hanya memastikan apakah kelainan yang muncul pada payudara merupakan positif ciri-ciri kanker payudara. Ini juga akan membantu kita memastikan dimana letak kanker payudara.

Sejumlah metode pengobatan kanker modern diterapkan secara khusus pada lokasi dimana letak kanker payudara berkembang. Tujuannya untuk memastikan terapi lebih efektif dan mengurangi efek samping yang dapat terjadi. Dan informasi untuk penetapan terapi yang tepat ini tentu saja diperoleh dari cara deteksi kanker payudara.

Macam Cara Deteksi Kanker Payudara

Ada banyak cara deteksi kanker payudara yang dapat dilakukan. Dan cara paling mudah dan sederhana yang dapat dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara adalah dengan metode sadari. Metode sadari adalah cara deteki kanker payudara yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah.

Cara Melakukan SADARI Kanker Payudara


SADARI merupakan singkatan dari Periksa Dada Sendiri. Pemeriksaan ini disarankan untuk dilakukan secara reguler oleh wanita di usia dewasa hingga memasuki masa-masa menjelang manula.

Cara ini efektif menemukan bentuk tidak normal dari payudara, bahkan bila posisi benjolan cukup tersembunyi. Meski diakui tidak efektif memastikan apakah ketidak normalan tersebut merupakan ciri-ciri kanker payudara.

Metode SADARI diawali dengan bercermin dalam keadaan bertelanjang dada. Amati kedua bentuk payudara untuk memastikan bentuknya normal dan wajar. Bentuk asimetris mungkin saja dianggap normal, selama ketidak seimbangan tidak terlalu signifikan.

Cara deteksi kanker payudara berikutnya dilakukan dengan meraba dan memijat secara teratur payudara sendiri. Lakukan pijatan memutar searah jam dari lingkar luar ke dalam hingga area aerola dan puting. Ulangi lagi dengan arah berlawanan.

Berikan tekanan pada pijatan untuk menemukan adanya bentuk tidak normal dan benjolan yang teraba. Tekan ringan payudara seolah sedang memerah untuk melihat apakah payudara mengeluarkan cairan.

Tentu saja metode sadari bukan cara deteksi kanker payudara yang efektif dan mutahir. Ada banyak cara lain yang lebih mutahir dan tentu lebih efektif untuk mengidentifikasi sel kanker pada payudara. adapun beberapa cara deteksi kanker payudara yang diakui medis tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

Baca juga:  Makanan untuk Penderita Kanker Payudara

Cara Deteksi Kanker Payudara: Mammogram

deteksi ciri-ciri kanker payudara dengan mammogram
Deteksi Kanker Payudara dengan Mammogram (Credit: Tyler Olson / Adobe Stock)

Mammogram adalah metode pemeriksaan payudara yang cukup klasik namun masih digunakan hingga sekarang. Mammogram dianggap sebagai cara deteksi kanker payudara yang efektif, meski sejumlah kontroversi seputar efek samping pemeriksaan banyak muncul.

Mammogram dilakukan dengan membuat foto x-ray atas penampang payudara.  Proses pengambilan gambar dilakukan secara khusus dengan perangkat  spesifik. Payudara akan ditekankan pada sebuah bidang datar, kemudian ditekan dan dipipihkan sebelum pengambilan gambar x-ray dilakukan. Tujuannya untuk mendapatkan gambar lebih akurat hingga bagian dalam dari payudara.

Mammogram secara efektif akan menemukan benjolan dan bentuk tidak normal yang ukurannya relatif kecil sehingga sulit terdeteksi dari luar.  Juga sangat efektif menemukan benjolan yang berada cukup dalam di tengah payudara sehingga tidak dapat teraba.

Akan tetapi, mammogram tidak cukup mampu membedakan apakah benjolan bersangkutan merupakan kanker atau sekedar pembengkakan biasa. Bisa dikatakan ini merupakan cara deteksi kanker payudara tahap awal. Meski dengan mammogram, kita dapat memperkirakan letak kanker payudara dengan cukup efektif.

Mammogram disarankan untuk dilakukan secara reguler, terutama oleh wanita dengan tingkat resiko kanker payudara relatif tinggi. Intervalnya sendiri akan berbeda sesuai kebutuhan dan pandangan medis masing-masing dokter. Tetapi setidaknya, wanita usia matang disarankan pernah melakukan mammogram sebelum menginjak usia 50 tahun untuk memastikan tingkat resiko yang dimiliki.

Di sisi lain, efek pengambilan gambar dengan sinar radiasi juga ditengarai tidak sepenuhnya aman untuk wanita. Itu sebabnya, muncul sejumlah perbedaan pandangan seputar interval atau seberapa kerap mammogram perlu dilakukan.  Sejumlah pandangan mengkhawatirkan adanya potensi efek radiasi dari mammogram berlebihan justru dapat memicu kanker.

Saran Pemeriksaan Mammogram oleh American Cancer Society:


  • Usia 40 – 44: Diharapkan sudah mulai melakukan mammogram
  • Usia 45 – 54: pemeriksaan mammogram rutin tahunan atau setiap 2 -3 tahun
  • Usia  55 – dst: pemeriksaan rutin tahunan

Cara Deteksi Kanker Payudara: USG payudara

USG payudara
USG Payudara (Credit: 7postman / iStock)

USG adalah singkatan dari Ultrasonografi, sebuah metode screening atau pengambilan gambar pemeriksaan yang didapat dari gelombang suara.  Dalam beberapa hal cara deteksi kanker payudara satu ini memiliki sejumlah kelebihan dari pada metode mammogram.

Proses pemeriksaan dilakukan dengan pasien berada pada posisi rebahan untuk memudahkan proses deteksi. Pihak medis akan mengoleskan sejenis gel khusus pada payudara  untuk memudahkan pergerakan perangkat usg pada payudara.

Sebuah perangkat USG akan diletakan di atas payudara dan diputar di seluruh area payudara untuk melihat setiap bagian dari payudara.  USG ini cukup efektif menemukan suspek letak kanker payudara.

Hasil dari proses pengambilan gambar ini kurang lebih sama dengan metode pada Mammogram.  Karena juga dianggap sangat efektif menemukan bentukan dan benjolan abnormal pada payudara. Meski lagi-lagi cara deteksi kanker payudara ini tidak dapat mengidentifikasi benjolan sebagai kanker atau sel tidak ganas.

Kelebihan dari cara deteksi kanker payudara ini adalah efek sampingnya yang jauh lebih ringan. Karena pengambilan gambar diperoleh dengan gelombang suara, maka proses USG tidak melibatkan radiasi yang dianggap berbahaya bagi pasien.

Baca juga:  Mitos vs Fakta: Remas Payudara Menyebabkan Kanker

Kelebihan lain adalah kemampuan dari metode ini untuk menemukan kedalaman dari letak kanker payudara. Juga mengenali lebih baik apakah benjolan pada payudara adalah massa padat atau kista atau benjolan berisi cairan.

Cara Deteksi Kanker Payudara: MRI Payudara

MRI adalah singkatan dari Magnetic Resonance Imaging. Ini merupakan cara pengambilan gambar dalam pemeriksaan medis dengan memanfaatkan gelombang magnetik pada ruang khusus dan gelombang radio.

Untuk melakukan proses pemeriksaan atau scanning, pasien perlu berada dalam posisi berbaring dan masuk ke dalam tabung khusus. Tabung ini mengandung magnet kuat yang akan memberi efek tekanan khusus pada tubuh pasien.

Pada pasa pemeriksaan, mesin MRI scan akan mengeluarkan suara khusus yang berasal dari proses gelombang elektrik dan radio yang bekerja pada proses pengambilan gambar. Proses ini akan berlangsung sekitar 15 – 90 menit sementara pasien akan diberikan penutup telinga untuk mengurangi efek suara pada telinga pasien.

MRI bekerja pada sistem ion tubuh. Efek dari magnet dan gelombang listrik menyebabkan ion tubuh bereaksi dan menjadi semacam dinding khusus dalam tubuh ketika gelombang radiasi di arahkan pada tubuh. Inilah yang kemudian membuat mesin MRI scan menghasilkan gambar.

Meski bagi sejumlah pasien cara deteksi kanker payudara ini dianggap tidak nyaman, tetapi secara medis ini merupakan metode yang aman. Efek radiasi dari MRI scan dianggap masih aman untuk tubuh.

Metode MRI lazim diterapkan pada pasien dengan tingkat resiko relatif tinggi. Seperti pernah memiliki riwayat mengidap kanker payudara atau riwayat memiliki masalah benjolan abnormal non ganas pada payudara. Resiko tinggi juga dapat dialami pada wanita dengan unsur genetik sangat kuat untuk mengidap kanker payudara.

MRI juga akanakan disarankan ketika metode Mammogram atau USG menemukan ketidak normalan yang mencurigakan, hingga diperlukan pengambilan gambar yang lebih akurat. Juga sangat efektif menentukan letak kanker payudara dan kemungkinan persebarannya dengan tepat. Karena hasil pengambilan gambar dengan MRI memiliki tingkat ketajaman dan keakuratan yang cukup tinggi.

Cara Deteksi Kanker Payudara: Biopsi

Biopsi adalah metode standar untuk identifikasi sel kanker. Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan pada area yang dicurigai sebagai jaringan kanker untuk dilakukan tes khusus. Tes ini dilakukan secara kimiawi dan biologi untuk memastikan apakah sel bersangkutan merupakan sel kanker atau sel non ganas.

Biopsi akan dilakukan dengan sejumlah cara. Beberapa aspek yang menentukan bagaimana biopsi dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Ukuran benjolan
  • Ukuran area penyebaran yang dicurigai
  • Jumlah area mencurigakan yang terdeteksi
  • Adanya kasus kesehatan lain

Sesuai dengan kondisi dari tiap pasien, maka biopsi akan dilakukan sejumlah cara. Cara atau metode biopsi tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

  • Aspirasi Jarum Halus

    Sebuah jarum kecil dimasukan menuju area yang dicurigai untuk pengambilan sampel jaringan. Metode ini akan dengan mudah mengenali massa padat atau kista, karena bila jaringan bersangkutan adalah kista otomatis suntikan jarum akan membuatnya kempes. Metode ini akan efektif mengurangi bekas luka, sehingga menjadi pilihan paling favorit.

  • USG Biopsi

    Cara deteksi kanker payudara ini juga dilakukan dengan menggunakan jarum. Hanya saja untuk memandu jarum mencapai letak kanker payudara, pasien sekaligus juga akan menjalankan prosedur USG. Sehingga posisi jarum akan tepat mencapai lokasi mencurigakan.  Kemudian jarum akan mengambil sampel jaringan yang dimaksud sebagaimana ditengarai sebagai ciri-ciri kanker payudara.

  • Biopsi Sterotaktik

    Perangkat khusus yang terpadu dengan konsep mammogram akan memandu proses pengambilan sampel jaringan. Bagaimana proses perangkat memasuki payudara akan tergambar pada komputer sebagai panduan.  Biasanya metode ini dilakukan dengan pembedahan kecil.  untuk memasukan perangkat pengambil sampel jaringan dengan lebih efektif.

  • Biopsi Eksesional Terbuka

    Langkah biopsi ini dilakukan dengan tindakan operasi atau pembedahan yang lebih besar. Pasien akan mengalami pengirisan benjolan untuk diambil sampel dalam jumlah lebih besar. Untuk memandu proses pengambilan sampel, sebuah kabel pemancar x-ray akan turut digunakan sebagai perangkat untuk mengidentifikasi keberadaan sel abnormal yang dicurigai. Biasanya langkah ini dilakukan pada kasus kanker payudara pada stadium lebih lanjut.

  • Biopsi Nodul Sentinal

    Metode ini dilakukan pada kasus kanker payudara stadium lanjut untuk menguji area nodul limfa bilamana sudah terserang kanker atau belum. Sehingga pengambilan jaringan nodul dilakukan secara khusus selain pengambilan jaringan payudara.

Bila Letak Kanker Payudara Terlalu Dalam


Meski terhitung jarang, sejumlah kecil kasus kanker payudara terjadi pada lokasi yang cukup tersembunyi sehingga sulit terdeteksi. Letak kanker payudara bisa jadi tertutupi oleh jaringan lemak yang memang biasanya relatif tinggi prosentasinya di dalam jaringan payudara.

Bila demikian yang terjadi, metode sadar akan relatif sulit untuk menemukan keberadaan benjolan. Itu sebabnya, wanita obesitas diharapkan juga lebih waspada untuk melakukan pemeriksaan. Baik itu dengan metode mammogram maupun dengan USG. Karena metode ini akan lebih efektif menemukan letak kanker payudara yang lebih tersembunyi.

Biopsi untuk kasus letak kanker payudara yang tersembunyi juga akan dilakukan secara khusus dibawah panduan seperti dengan metode USG biopsi atau dengan biopsi stereotaktik.  Karena letaknya yang kadang sulit dicapai dengan tebalnya jaringan lain yang menghalangi.

Itulah sejumlah cara deteksi kanker payudara yang efektif dan disarankan secara medis untuk dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan kanker payudara. Itulah sebabnya penting bagi kita mengenali ciri-ciri kanker payudara sedini mungkin. Semakin dini pemeriksaan dilakukan dan semakin dini temuan letak kanker payudara dapat dilakukan, semakin efektif pengobatan dapat dilakukan.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang cara deteksi kanker payudara. Semoga informasi ini dapat berguna khususnya bagi Anda yang punya risiko lebih besar untuk mengidap kanker ini. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker payudara hanya di Deherba.com.


Referensi Cara Deteksi Kanker Payudara:

Christian Nordqvist. Medical News Today. Updated: 2018-11-13. What you need to know about breast cancer. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/37136.php.

WebMD. Breast Cancer Screening & Diagnosis. URL: https://www.webmd.com/breast-cancer/breast-cancer-detection.

Cancer.org. Breast Cancer Early Detection and Diagnosis. URL: https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/screening-tests-and-early-detection.html.


Advertisement
Alinesia