Berbagai Penyebab Mimisan yang Perlu Anda Ketahui


By Cindy Wijaya

Mimisan bisa jadi peristiwa yang mengerikan sekaligus dramatis, apalagi bagi mereka yang punya fobia terhadap darah. Beruntung, kebanyakan kasus mimisan tidaklah berbahaya dan dapat ditangani dengan mudah. Tetapi tentu Anda penasaran mau tahu apa sebenarnya penyebab mimisan, terlebih jika hidung Anda sering tiba-tiba mimisan.

Sebelum membahas penyebab mimisan, ada baiknya untuk terlebih dahulu memahami 2 jenis mimisan, berdasarkan apakah pendarahan berasal dari anterior (depan hidung) atau posterior (belakang hidung).

  • Mimisan anterior mencakup lebih dari 90% dari seluruh kasus mimisan. Pendarahan biasanya berasal dari pembuluh darah di bagian hidung paling depan. Mimisan anterior biasanya dapat dengan mudah diatasi sendiri atau dengan bantuan dokter.
  • Mimisan posterior jauh lebih jarang terjadi dan cenderung dialami oleh lansia. Pendarahan biasanya berasal dari arteri di bagian belakang hidung. Mimisan jenis ini lebih sulit ditangani dan biasanya perlu perawatan medis oleh dokter spesialis THT.

Mimisan cenderung terjadi selama bulan-bulan musim dingin ketika iklim sedang kering dan dingin. Mimisan paling sering dialami oleh anak-anak berusia 2 sampai 10 tahun dan pada orang tua berusia 50 sampai 80 tahun.

Yang paling sering jadi penyebab mimisan ialah trauma atau cedera pada hidung. Trauma di luar hidung—misalnya pukulan ke wajah—atau trauma di dalam hidung—misalnya akibat mengupil atau iritasi berulang akibat flu—dapat menyebabkan mimisan.

Sedangkan penyebab mimisan yang lainnya ialah akibat penyakit atau kelainan dalam tubuh, seperti ketidakmampuan untuk membekukan darah sehingga terjadi pendarahan di hidung. Ketidakmampuan membekukan darah seringkali disebabkan oleh konsumsi obat-obatan pengencer darah seperti warfarin atau aspirin.

Penyakit liver juga dapat mengganggu proses pembekuan darah. Kelainan pada pembuluh darah atau kanker di hidung juga bisa jadi penyebab mimisan, meski ini sangat jarang terjadi. Penyebab lainnya ialah tekanan darah tinggi, namun hal ini hampir tidak pernah jadi satu-satunya pemicu mimisan.

Baca Juga:  Mimisan, Cara Mengatasi dan Mencegahnya

Bagaimana Cara Mengatasi Mimisan?

Skenario umum dari mimisan adalah ketika seseorang yang pilek atau sinus membuang ingus dari hidungnya sekeras-kerasnya dan keluarlah darah dari hidungnya. Inilah alasannya mengapa menahan diri untuk tidak mengupil, membuang ingus, atau bersin dengan kencang biasanya sudah cukup untuk membantu menghentikan pendarahan.

Untuk menghentikan pendarahan mimisan:

  • Tetap tenang
  • Duduk tegak
  • Tundukkan kepala ke depan (jangan tegakkan kepala ke atas supaya darah tidak mengalir kembali ke dalam)
  • Jepit hidung dengan ibu jari dan telunjuk jari selama 10 menit
  • Ludahkan semua darah apapun yang berada di alam mulut dan jangan ditelan
  • Untuk mencegah iritasi hidung, jangan mengupil, buang ingus, dan bersin selama 24 jam setelah mimisan berhenti

Sebagian besar penyebab mimisan biasanya adalah sesuatu yang sederhana dan tidak butuh perawatan medis. Namun ada juga kasus mimisan yang perlu perawatan khusus dari dokter. Jadi sebaiknya cari bantuan medis apabila mimisan berlangsung lebih dari 20 menit atau akibat cedera parah di kepala.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}