Bagaimana Cara Mencegah Gangguan Selama Proses Persalinan?

499
Google Image

Diedit:

Siapa yang tidak sabar menanti kehadiran sang buah hati, setelah 9 bulan lamanya ia berada di dalam kandungan sang ibu? Setiap pria tentu merasa bangga demikian halnya dengan wanita yang melahirkan, apakah Anda juga merasakan hal yang sama? Namun gambaran indah demikian bisa berubah menjadi tragis, jika Anda tidak memerhatikan kesehatan saat sedang hamil. Gangguan selama proses persalinan dapat di minimalisasi sehingga Anda tak perlu khawatir.

Penyebab Gangguan Selama Proses Persalinan

Seorang konsultan dokter anak bernama Cheung Kam-Lau di rumah sakit Prince of Wales (Hong Kong) mengatakan “kehamilan Anda berada dalam keadaan yang sangat berbahaya jika perawatan pra-lahir tidak dilakukan”, kondisi berbahaya apa yang dihadapi oleh kebanyakan ibu yang tidak melakukan perawatan pra-lahir?

Journal of the American Medical Women’s Association menjelaskan bahwa mereka dapat mengalami komplikasi berupa: tekanan darah tinggi, terhambat atau persalinan macet, mengalami perdarahan yang berlebihan, dan infeksi selama proses persalinan yang dapat menyebabkan kematian.

Sebuah kantor berita di Filipina juga menambahkan bahwa seringkali hal ini tidak di lakukan karena para ibu kurang terinformasi dan lalai dalam mengupayakan perawatan pra-lahir tersebut. Berapa banyak orang yang mengalami hal ini?

United Nations Population Fund (UNFPA) mencatat ada sekitar 536.000 wanita yang meninggal pertahun karena komplikasi kehamilan di tahun 2007. Sebuah majalah tepercaya UN Chronicle juga melaporkan bahwa ada 3,3 juta bayi meninggal saat dilahirkan dan ada 4 juta yang meninggal setelah 28 hari sejak kelahirannya.

Perawatan Sebelum Proses Persalinan

UN Chronicle—memberikan solusi bagi komplikasi demikian, mereka melaporkan bahwa sebanyak ⅔ kematian bayi yang baru lahir dapat dicegah dengan perawatan modern tanpa teknologi rumit sejak dini.

Baca juga:  Persalinan ILA: Persalinan dengan Nyeri yang Minimal

Namun, seringkali ada kendala lain yang menjadi penghambat, seperti: fasilitas yang tidak memadai atau kondisi ekonomi yang tidak memadai guna membayar biaya medis tersebut. Di luar hambatan tersebut, khususnya jika kondisi Anda memungkinkan berupayalah selalu untuk memperoleh perawatan di tangan profesional, seberapa sering ini dilakukan?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerangkan bahwa wanita yang memeriksa kondisi kehamilannya selama 4 kali saja sudah memiliki hasil yang sama dengan wanita yang memeriksa kandungan lebih dari 12 kali. Ya, perawatan demikian tidak harus dilakukan setiap minggu.

Anda juga perlu waspada terhadap pemberian transfusi darah pada bayi prematur yang mengalami anemia, terutama terjadi pada bayi yang organ dalamnya belum dapat menghasilkan sel darah merah, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter yang menangani persalinan dan ahli di bidangnya sebelum menerima setiap perawatan medis yang tersedia.

Cara Dokter Membantu Anda Selama Pemeriksaan Medis

Pertama-tama dokter akan memeriksa riwayat medis pasien guna menentukan risiko juga mengantisipasi terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin.

Saat melakukan pemeriksaan, bisa jadi mereka mengambil contoh darah dan air seni untuk memastikan adanya anemia, infeksi, ketidaksesuaian Rh (Rhesus), diabetes, rubella, penyakit ginjal atau penyakit seksual.

Adakalanya, mereka memberikan suplemem vitamin seperti asam folat dan vaksin yang berkaitan dengan tetanus, influenza, maupun ketidaksesuaian Rh. Demikianlah informasi seputar cara mencegah gangguan selama proses persalinan.

Advertisement
Alinesia