Asam Lemak Esensial yang Bermanfaat Bagi Tubuh Benarkah


By Fery Irawan

Jika Anda terdiagnosa kolesterol, tentu Anda akan melakukan diet protein dan lemak yang dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda. Tapi, tidak semua asam lemak itu buruk, misalnya saja asam lemak tak jenuh yang disebut juga sebagai asam lemak esensial. Jenis asam lemak ini tergolong baik karena mengandung nutrisi yang dibutuhkan jantung, otak, kulit, dan sistem peredaran darah. Asam lemak esensial bahkan mampu mengikat kolesterol jahat dan membantu proses pembuangannya. Asam lemak esensial yang bermanfaat adalah asam linoleat, asam linolenat, maupun asam arakidonat.

Asam lemak ini dapat Anda peroleh dari minyak zaitun, maka dari itu banyak penduduk Amerika yang disarankan untuk mengonsumsinya sebanyak satu sendok teh setiap hari. Namun belakangan kebiasan ini ditingggalkan, mengapa?

Rupanya muncul laporan bahwa minyak zaitun dapat menyebabkan kanker indung telur. Bagaimana mungkin? Sebenarnya asam lemak tak jenuh dalam minyak zaitun, sangat mudah mengalami oksidasi. Ini dikarenakan proses ekstrasinya. Jika Anda menginginkan manfaat yang diberikan oleh asam lemak tak jenuh, sebaiknya mengonsumsi ikan sebagai cara alami yang menyehatkan. Beberapa jenis asam lemak yang menyehatkan adalah DHA (Docosahexaenoic acid) dan EPA (Eicosapentaenoic acid). Jenis asam lemak ini banyak ditemukan pada ikan sarden dan makarel (blue fish).

Jika anda suka ikan tuna, cobalah untuk memakan bagian berlemak dari mata ikan itu yang dipercaya dapat meningkatkan fungsi otak. Memang tidak semua orang menyukainya, namun jika Anda ingin mendapatkan asam lemak tak jenuh yang tidak teroksidasi, carilah sumber alami – ketimbang mengonsumsi minyak yang diekstrak. Maka dari itu, jika mungkin hindarilah penggunaan minyak untuk mengolah makanan. Namun, terkadang ada unsur makanan yang tak dapat diserap lebih jika makanan. Apa itu? Contohnya vitamin A yang hanya dapat larut dalam lemak atau terurai melalui minyak.

Tapi, tunggu dulu – ini tidak berarti bahwa Anda harus menambahkan minyak dalam jumlah besar sewaktu mengolah makanan yang mengandung vitamin A. Karena rupanya hanya sedikit minyak saja untuk menguraikan vitamin sehingga mudah diserap. Sekalipun Anda tidak mengolahnya dengan minyak, tidak salah juga. Tapi ini harus disertai dengan konsumsi kacang kedelai dan biji wijen yang mengandung minyak untuk menyerap vitamin. Makanan lainnya yang mengandung minyak terdapat pada biji-bijian, polong-polongan, dan kacang-kacangan. Lalu apa yang perlu diingat?

Ingatlah hal-hal yang disebutkan tadi akan membantu Anda mengurangi konsumsi minyak langsung, karena sudah ada pada makanan tertentu yang menghasilkan minyak. Apapun jenis minyak yang Anda gunakan berpotensi mengalami oksidasi saat terkena oksigen. Apa yang dapat Anda simpulkan? Hindari proses memasak menggunakan minyak, ada kalanya memasak dengan merebus, mengukus, dan memanggangnya di oven lebih baik ketimbang menggorengnya.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}