Share:

Aterosklerosis adalah endapan berlemak yang menyumbat pembuluh darah arteri. Memang, ini istilah yang rumit untuk gangguan kesehatan yang juga rumit. Bila masalah ini dibiarkan, maka bisa saja akan menimbulkan beragam penyakit berbahaya. Sebut saja penyakit jantung koroner, angin duduk, dan penyakit ginjal kronis!

Di artikel ini, Anda akan memperoleh informasi tentang penyebab aterosklerosis yang harus diwaspadai, gejala-gejala yang perlu diperhatikan, cara mencegahnya, dan cara pengobatannya. Mari kita perhatikan ulasannya yang terutama berguna bagi siapa pun yang peduli dengan kesehatan jantungnya.

Arti Aterosklerosis

Aterosklerosis berasal dari kata Yunani athero yang berarti endapan seperti bubur dan sclerosis yang berarti pengerasan. Jadi dari asal katanya, aterosklerosis dapat diterjemahkan sebagai “pengerasan endapan”.  Memang, gangguan pada pembuluh darah ini melibatkan endapan berlemak di arteri yang bisa mengeras sehingga menimbulkan masalah.

Endapan berlemak di pembuluh arteri disebut plak. Mereka terbuat dari kolesterol, zat lemak, limbah dari sel-sel tubuh, kalsium, dan fibrin. Jenis pembuluh arteri yang terpengaruh dan dimana plak itu terbentuk bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Ilustrasi Aterosklerosis

Kadang endapan di arteri disamakan seperti pipa yang tersumbat karena kotoran menumpuk di bagian dalam pipa. Memang, itu bukan perbandingan yang sama persis, karena endapan plak bukan hanya terbentuk di dinding arteri, tapi juga di dalamnya.

Namun perbandingan ini bisa memberikan sedikit gambaran. Seraya plak menumpuk, pembuluh arteri menjadi semakin tebal ke arah dalam. Ini menyempitkan salurannya, mengurangi alirah darah dan suplai oksigen ke sel-sel tubuh.

Plak mungkin menghambat sebagian atau seluruh aliran darah yang melalui arteri ukuran besar/sedang yang ada di jantung, otak, panggul, kaki, lengan, atau ginjal. Bila ini terjadi, maka bisa saja akan mengakibatkan berbagai penyakit, antara lain:

  • Penyakit jantung koroner—plak pada arteri yang ada di/menuju ke jantung.
  • Angina—juga disebut ‘angin duduk’—nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah di arteri yang menyuplai otot jantung.
  • Penyakit arteri karotid—plak pada arteri di leher yang menyuplai darah ke otak.
  • Penyakit arteri perifer—plak pada arteri di kaki dan tangan, terutama di kaki.
  • Penyakit ginjal kronis.

Apa Itu Arteri?

Arteri adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh. Kadang ada yang menyebutnya ‘nadi’.

Bila terbentuk plak, maka ada dua hal yang dapat terjadi. Pertama, sebagian plak bisa lepas lalu dibawa oleh aliran darah hingga dia tersangkut. Kedua, gumpalan darah (trombus) bisa terbentuk pada permukaan plak. Jika salah satu dari kedua hal tad terjadi, maka arteri dapat tersumbat dan aliran darah jadi terhenti.

Jika sumbatan terjadi di arteri yang menyuplai jantung atau otak, itu akan mengakibatkan serangan jantung atau stroke. Jika sumbatan terjadi di arteri yang menyuplai oksigen ke kaki dan tangan, itu akan menyebabkan gangren. Gangren adalah kematian pada jaringan.

Penyebab Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah gangguan kesehatan yang perkembangannya lambat, dan dapat dimulai sejak muda. Pada beberapa orang, masalah ini berkembang cepat saat mereka berusia 30-an. Sedangkan pada yang lainnya, pengendapan di arteri tidak menimbulkan masalah apa pun hingga mereka berusia 50 atau 60-an. Dan pengerasan arteri kadang menjadi hal yang wajar seiring bertambahnya usia.

Bagaimana persisnya gangguan ini mulai terjadi atau apa penyebab aterosklerosis masih belum jelas.  Namun banyak ilmuwan yakin bahwa plak terbentuk ketika ada kerusakan pada bagian dalam dinding arteri (disebut ‘endotelium’). Ada tiga hal yang dicurigai menjadi penyebab dari kerusakan tersebut:

  • Kenaikan kadar kolesterol dan trigliserida di dalam darah
  • Tekanan darah tinggi
  • Merokok tembakau

Dari ketiga hal di atas, merokok adalah yang berperan besar dalam pembentukan sumbatan di arteri koroner, aorta, dan arteri di kaki. Merokok membuat endapan berlemak lebih mudah terbentuk dan berkembang lebih cepat serta lebih besar.

Gejala Aterosklerosis

Karena gangguan ini berkembang secara bertahap, maka pada awalnya sering kali tidak muncul gejala apa-apa. Anda biasanya tidak akan mengalami gejala aterosklerosis sampai saatnya arteri menjadi terlalu sempit atau tersumbat sehingga tidak dapat menyuplai cukup darah ke organ atau jaringan. Kadang aliran darah benar-benar terhenti, atau gumpalan darah di permukaan plak pecah, lalu memicu serangan jantung atau stroke.

Gejala-gejala aterosklerosis yang akan muncul bisa berbeda-beda, tergantung pada arteri mana yang terpengaruh. Didasarkan atas informasi dari Mayo Clinic, berikut adalah beberapa gejala yang mungkin dirasakan:

  • Bila terjadi di arteri di jantung (arteri koroner):

    Anda mungkin akan mengalami gejala seperti nyeri atau tekanan di dada (angina).

  • Bila terjadi di arteri ke otak (arteri karotid):

    Anda mungkin akan mengalami gejala seperti kebas atau lemas tiba-tiba di kaki atau tangan, bicara tidak lancar, salah satu mata sementara tidak bisa melihat, atau otot-otot wajah turun ke bawah. Ini adalah tanda-tanda serangan stroke ringan—iskemik transien (TIA)—yang jika dibiarkan bisa mengarah ke stroke sungguhan.

  • Bila terjadi di arteri di kaki dan tangan (arteri perifer):

    Anda mungkin akan mengalami gejala penyakit arteri perifer, misalnya nyeri di kaki saat berjalan.

  • Bila terjadi di arteri ke ginjal (arteri renal):

    Anda mungkin akan mengembangkan tekanan darah tinggi atau gagal ginjal.

Periksakan Gejala Aterosklerosis ke Dokter!

Kalau Anda sudah merasakan gejala-gejala seperti di atas, sebaiknya periksakan ke dokter. Perhatikan juga tanda-tanda awal dari masalah kurang lancarnya aliran darah, misalnya nyeri dada (angina), dan kaki terasa sakit atau kebas.

Jika mampu didiagnosis serta diobati sejak awal, masalah penyumbatan tidak akan menjadi semakin parah sehingga mencegah terjadinya serangan jantung, stroke, atau gangguan kesehatan fatal lainnya.

Pencegahan Aterosklerosis

Seperti sudah disebutkan, orang yang merokok lebih rentan mengalami gangguan kesehatan ini. Selain itu, orang yang punya darah tinggi, punya kolesterol tinggi, kurang gerak, kegemukan, atau menderita diabetes, juga memiliki risiko lebih besar untuk mengalami penyumbatan arteri.

Karena itu, cara mencegah aterosklerosis biasanya berfokus pada menghindari, atau setidaknya mengendalikan, faktor-faktor di atas. Didasarkan atas informasi dari University of Rochester Medical Center, berikut adalah beberapa tips yang membantu pencegahan aterosklerosis:

  • Berhenti Merokok

    Para peneliti telah membuktikan bahwa merokok merusak dinding arteri yang dapat memicu aterosklerosis. Merokok juga mempermudah pengendapan plak. Merokok bahkan lebih berbahaya lagi jika Anda juga punya faktor risiko lain, seperti darah tinggi atau diabetes.

  • Pola Makan Sehat

    Banyak memakan yang berlemak dan mengandung kolesterol akan menaikkan kadar kolesterol. Kalau kolesterol tinggi, kemungkinan akan ada lebih banyak plak di dinding arteri serta mempersempit arteri Anda.

    Sebaiknya kurangi makan daging, telur, susu, dan olahan susu lain. Sebelum membeli makanan, periksalah label di kemasannya untuk mengecek kandungan lemak jenuh di dalamnya. Juga, batasi jumlah pemakaian garam dan gula. Waspadalah dengan makanan-makanan yang sudah diolah, misalnya makanan-makanan beku. Mereka biasanya mengandung banyak lemak, gula, garam, dan kolesterol.

    Pola makan Anda seharusnya terdiri dari sayur-sayuran & buah-buahan, daging tanpa lemak, ikan-ikanan, dan serealia utuh seperti beras merah, gandum utuh, dan oat (havermut). Saat memasak, pilihlah minyak tak jenuh seperti minyak canola, minyak biji bunga matahari, atau minyak zaitun, sebaliknya daripada minyak jenuh seperti minyak kelapa sawit atau mentega.

  • Rutin Olahraga

    Olahraga aerobik yang teratur bisa membantu mengatasi penyumbatan arteri dengan cara menurunkan kadar lemak dalam darah, menurunkan tekanan dan kolesterol, serta mengendalikan berat badan Anda.

    Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai olahraga. Cobalah mulai dari yang gampang—jalan kaki, berenang, dan bersepeda. Tidak apa-apa jika awalnya tidak bisa lama. Tetapi buatlah tujuan untuk rutin olahraga setidaknya 30 – 40 menit, 4 – 5 hari dalam seminggu. Tapi sebelum mulai, bisa juga tanyakan dulu ke dokter mengenai jenis olahraga apa yang cocok untuk Anda.

  • Rutin Periksa Kesehatan

    Rutinlah periksa tekanan darah dan kolesterol Anda. Tekanan darah tinggi bisa memperparah masalah yang ditimbulkan oleh aterosklerosis—mengeraskan serta menebalkan dinding arteri. Kondisi ini disebut ‘arteriosklerosis’. Tanyakanlah ke dokter apakah ada kemungkinan Anda akan mengembangkan arteriosklerosis dan bagaimana cara mencegahnya.

  • Kendalikan Diabetes

    Anda harus mengobati diabetes yang Anda derita, tentunya dengan bantuan dokter. Orang yang menderita diabetes akan lebih cepat mengembangkan penyumbatan di arterinya. Dan Anda harus dengan cermat mengendalikan kadar gula darah Anda jika memiliki diabetes.

Karena gejala-gejala dari gangguan kesehatan ini sering kali baru muncul setelah kerusakan sudah sedemikian parah, maka jangan tunggu sampai muncul gejala-gejalanya. Mulailah lakukan pencegahan aterosklerosis dari sekarang—dengan mengupayakan gaya hidup sehat seperti tips-tips di atas.

Pengobatan Aterosklerosis

Apabila Anda sudah terlanjur didiagnosis menderita gangguan kesehatan ini oleh dokter, biasanya dokter akan menganjurkan Anda untuk segera melakukan perubahan gaya hidup. Adakalanya dokter akan menyarankan suatu jenis pengobatan aterosklerosis, misalnya konsumsi obat tertentu atau menjalankan operasi.

Konsumsi Obat

Ada obat-obatan yang dapat memperlambat—atau bahkan memulihkan—dampak dari aterosklerosis. Berikut adalah beberapa jenis obat yang sering diresepkan:

  • Obat Kolesterol:

    Akan secara agresif menurunkan kolesterol ‘jahat’ LDL, bisa memperlambat, menghentikan, atau bahkan memulihkan pengendapan berlemak di arteri. Juga akan menaikkan kolesterol ‘baik’ HDL.

    Dokter akan meresepkan salah satu dari beberapa jenis obat kolesterol, misalnya obat yang bernama statin dan fibrat. Di samping untuk menurunkan kolesterol, statin punya manfaat untuk membantu menstabilkan dinding arteri di jantung serta mencegah aterosklerosis.

  • Obat Anti-Platelet:

    Dokter mungkin meresepkan obat anti-platelet, seperti aspirin, untuk mengurangi kemungkinannya bagi platelet (trombosit) untuk menggumpal di arteri yang sudah menyempit. Obat ini bermanfaat untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah di permukaan plak yang bisa memperparah sumbatan.

  • Obat Beta Blocker:

    Sering digunakan untuk penyakit jantung koroner. Obat ini menurunkan detak jantung serta tekanan darah, mengurangi beban pada jantung, dan sering kali mampu meringankan gejala nyeri dada. Beta blocker mengurangi risiko terjadinya serangan jantung dan beberapa masalah pada irama jantung.

  • Penghambat Angiotensin-Converting Enzyme (ACE):

    Dapat membantu memperlambat perkembangan aterosklerosis dengan menurunkan tekanan darah serta menghasilkan efek-efek berguna lainnya pada arteri jantung. Penghambat ACE juga bisa mengurangi risiko kambuhnya serangan jantung.

  • Calcium Channel Blocker:

    Menurunkan tekanan darah dan kadang digunakan untuk mengobati angina.

  • Obat Pendorong Produksi Urin (Diuretik):

    Tekanan darah tinggi adalah salah satu pemicu utama dari gangguan kesehatan ini. Obat diuretik bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah.

Kadang dokter juga meresepkan obat-obatan lain untuk mengendalikan faktor-faktor tertentu yang menambah risiko terjadinya penyumbatan arteri, misalnya obat untuk diabetes. Kadang juga diresepkan obat spesifik untuk mengatasi gejala yang muncul, misalnya obat untuk meringankan rasa sakit di kaki saat berjalan.

Operasi atau Prosedur Medis

Adakalanya pengobatan harus lebih agresif lagi. Jika Anda mengalami gejala-gejala yang berat atau penyumbatan sudah sampai mengancam otot atau jaringan kulit, dokter mungkin menyarankan Anda untuk menjalankan salah satu operasi atau prosedur di bawah ini.

  • Percutaneous Coronary Intervention:

    Dokter memasukkan tabung tipis (kateter) ke dalam bagian arteri yang tersumbat atau menyempt. Lalu, melalui kateter itu, dimasukkan kateter kedua yang memiliki balon kempis di ujungnya. Balon itu lalu digembungkan, menekan plak ke dinding arteri. Setelahnya, sebuah ring (stent) biasanya ditinggalkan di arteri untuk menjaga arteri tetap terbuka.

  • Endarterektomi:

    Adakalanya endapan berlemak harus dihilangkan dari dinding arteri melalui operasi endarterektomi. Jika operasi dilakukan di arteri pada leher (arteri karotid), maka itu disebut endarterektomi karotid.

  • Terapi Fibrinolytic:

    Kalau Anda memiliki arteri yang tersumbat oleh gumpalan darah, dokter mungkin akan menggunakan obat pelarut gumpalan darah untuk memecahkannya.

  • Coronary Artery Bypass Grafting:

    Dokter akan membuat sebuah bypass cangkok menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain atau menggunakan tabung yang terbuat dari kain sintesis. Ini memungkinkan darah untuk mengalir mengelilingi arteri yang sudah tersumbat atau menyempit.

Operasi untuk membuka arteri atau menghilangkan sumbatan plak tidak akan mencegah terbentuknya plak-plak berikutnya. Jadi, setelah Anda menjalani operasi, dokter biasanya akan memberikan obat resep dan mengupayakan gaya hidup sehat agar plak atau endapan tidak kembali terbentuk di arteri.

Pengobatan Aterosklerosis secara Herbal

Selain mengandalkan pengobatan medis, Anda juga bisa memanfaatkan bantuan herbal untuk mengatasi masalah penyumbatan pada pembuluh arteri. Herbal yang dapat dianggap sebagai obat aterosklerosis alami haruslah berguna untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Sebab kedua hal itu adalah pemicu utama pembentukan endapan berlemak di arteri.

Dan salah satu herbal yang perlu dipertimbangkan ialah Noni juice. Dalam salah satu penelitian dibuktikan bahwa dalam 1 bulan dikonsumsi, Noni juice sudah mampu menurunkan total kolesterol. Para peserta penelitian itu adalah para perokok yang tadinya punya rata-rata kadar total kolesterol 235,2 mg/dL. Tapi setelah rutin minum Noni juice, rata-rata total kolesterol mereka menjadi 190,2 mg/dL.

Dalam penelitian lain, herbal ini juga dilaporkan mengandung sejenis fitonutrien, yaitu scopoletin, yang bermanfaat untuk melebarkan dan melenturkan pembuluh darah. Jika pembuluh darah menjadi lentur dan lebar, maka tekanan darah akan kembali normal. Berbekal dua kemampuan itu, Noni juice memang layak digunakan sebagai obat aterosklerosis alami.

Kesimpulan

Gangguan pada pembuluh arteri ini terjadi karena adanya endapan berlemak (plak) yang menyumbat arteri. Masalahnya bisa disamakan dengan saluran pipa yang tersumbat endapan kotoran. Satu-satunya cara agar saluran itu lancar kembali adalah dengan menghilangkan kotoran lalu menjaga agar kotoran tidak lagi mengendap di sana.

Begitu juga, agar arteri lancar kembali, endapan di plak harus dihilangkan lalu dijaga agar tidak lagi terbentuk di arteri tersebut. Bagaimana caranya? Salah satu yang harus dilakukan adalah mengupayakan gaya hidup sehat—tidak merokok, pola makan sehat, dan rutin olahraga. Ada saatnya Anda juga perlu mengonsumsi obat tertentu untuk menghilangkan dan mencegah pembentukan plak.

Demikianlah ulasan tentang aterosklerosis. Bacalah informasi penting yang terkait tentang penyebab aterosklerosis, gejala aterosklerosis, pencegahan aterosklerosis, dan pengobatan aterosklerosis. Nantikan juga artikel-artikel menarik lain seputar informasi kesehatan, tips kesehatan, dan pengobatan alternatif hanya di Deherba.com.

Fery Irawan

Editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.


Artikel di-posting oleh Fery Irawan dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.