Apa Perbedaan Psikopat dan Sosiopat?


By Cindy Wijaya

Anda mungkin pernah mendengar seseorang menyebutkan orang lain sebagai “psikopat”. Namun bagaimana dengan sebutan “sosiopat”? Di Indonesia mungkin kelainan mental sosiopat belum sepopuler psikopat, namun di dunia barat kedua kata ini sering digunakan untuk memaksudkan hal yang sama.

Apa sebenarnya arti dari kedua kata tersebut? Dokter atau ahli kesehatan lainnya tidak secara resmi menggunakan istilah “psikopat” atau “sosiopat”. Sebaliknya mereka menggunakan istilah “Gangguan Kepribadian Antisosial”.

Kebanyakan dari para ahli meyakini bahwa psikopat dan sosiopat memiliki karakter yang serupa. Orang-orang seperti itu memiliki penilaian hati nurani yang buruk terhadap apa yang benar dan salah. Mereka juga tidak bisa memahami atau berbagi perasaan dengan orang lain. Namun, ada sejumlah perbedaan antara psikopat dan sosiopat.

Apa Mereka Punya Hati Nurani?

Perbedaan kunci antara psikopat dan sosiopat ialah apakah hati nuraninya bekerja atau tidak—suara kecil di dalam diri kita yang membuat kita merasa bersalah. Hal ini diungkapkan oleh L. Michael Tompkins, seorang psikolog di Sacramento County Mental Health Treatment Center.

  • Hati nurani seorang psikopat tidak bekerja. Jika dia berbohong misalnya untuk mencuri uang, maka ia tidak akan merasa bersalah, meski dia berpura-pura demikian.
  • Seorang sosiopat hati nuraninya masih bekerja meski lemah. Ia mungkin tahu bahwa mencuri uang itu salah, dan mungkin sedikit merasa bersalah atau menyesal, namun hal itu tidak menghentikan perilakunya.

Keduanya kurang memiliki empati—kemampuan untuk menempatkan diri di posisi orang lain dan memahami apa yang mereka rasakan. Tetapi psikopat memiliki empati yang lebih sedikit. Mereka dengan gangguan kepribadian ini melihat orang lain sebagai objek yang dapat digunakan untuk kepentingannya sendiri.

Mereka Tidak Selalu Kasar

Di acara TV atau film, psikopat dan sosiopat biasanya digambarkan suka membunuh atau menyiksa orang tidak bersalah. Di kehidupan nyata, beberapa orang dengan kepribadian antisosial tidak selalu kasar. Sebaliknya mereka lebih sering menggunakan manipulasi dan perilaku sembrono untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Yang paling buruk, mereka bisa menjadi pembunuh berdarah dingin yang penuh perhitungan. Sementara yang lainnya kebanyakan adalah orang yang terampil meraih posisi di perusahaan, bahkan tega menyakiti orang lain untuk mencapai tujuannya.

Akan tetapi jika Anda mengenali karakter-karakter demikian di anggota keluarga atau rekan kerja, jangan dulu menuduhnya sebagai psikopat atau sosiopat. Hanya karena seseorang tampak jahat atau egois, itu tidak berarti ia memiliki gangguan kepribadian.

Tidak mudah untuk mengenali seorang psikopat. Seorang psikopat tampak cerdas, menawan, dan pandai menirukan berbagai emosi. Mereka mungkin berpura-pura tertarik pada Anda, namun kenyataannya, mereka mungkin sama sekali tidak peduli. Psikopat bisa dikatakan merupakan aktor ulung yang misi utamanya ialah memanipulasi orang demi keuntungan pribadi.

Sosiopat kurang mampu berpura-pura. Mereka membuat dengan jelas bahwa mereka tidak peduli pada siapapun kecuali diri sendiri. Mereka sering menyalahkan orang lain dan memiliki alasan untuk tindakannya.

Para ahli menggambarkan sosiopat sebagai “berkepala panas” yang bertindak tanpa memikirkan pengaruhnya bagi orang lain. Sedangkan psikopat digambarkan “berhati dingin” dan penuh perhitungan dalam menjalankan rencananya.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}