Apa Penyebab Multiple Sklerosis? Bagaimana Gejala dan Cara Memeriksanya!

718
Google Image

Diedit:

Pernahkah Anda kehilangan penglihatan secara tiba-tiba? Apakah Anda juga kehilangan fungsi sebagian tubuh? Bagaimana dengan nyeri di bagian kepala? Jika, gejala-gejala ini Anda rasakan dan disertai dengan rasa lelah yang berkepanjangan, bisa jadi Anda mengidap Multiple Sklerosis.

Apa itu Multiple Sklerosis?

Multiple Sklerosis adalah penyakit yang menyebabkan radang kronis pada sistem saraf pusat (CNS)—otak dan saraf tulang belakang. Penyakit ini juga digolongkan sebagai penyakit auto-imun, dimana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan (sel) tubuh sendiri.

  • Apa penyebab timbulnya Multiple Skerosis?

Dan, bagaimana penyakit ini menyerang tubuh? Walau penyebab Multiple Sklerosis belum dapat dipastikan, namun faktor pemicunya bisa jadi dikarenakan oleh infeksi virus. Hal ini menyebabkan bagian dalam sistem kekebalan tubuh menyerang selubung myelin (unsur lemak penting) yang membungkus serat-serat saraf pusat.

Serangan ini meninggalkan bekas berupa bercak atau lecet pada selubung myelin tersebut. Sebenarnya myelin memiliki fungsi yang penting dalam melindungi serat saraf tertentu dengan menyediakan sejenis isolasi listrik (materi yang mencegah aliran listrik) pada saraf pusat.

Bila myelin pecah, rangsangan listrik tersebut dapat menghalangi atau mengkorsleting saraf-saraf di sekitarnya, sehingga menghasilkan impuls tak normal yang dapat merusak apapun pada sistem saraf pusat, itulah sebabnya tidak semua pasien memiliki gejala yang sama.

  • Apa saja gejala Multiple Sklerosis?

Gejala Multiple Sklerosis pada umumnya sama seperti uraian kata pengantar artikel ini, yaitu: keletihan, rasa lemah, mati rasa pada anggota tubuh, kesulitan berjalan, penglihatan kabur, rasa perih atau terbakar, dan gangguan pada kandung kemih ataupun terganggunya fungsi usus besar.

Penderitanya juga tidak bisa menyimak, bahkan kehilangan kemampuan dalam menilai sesuatu. Namun masih ada sisi positif yang dialami oleh kebanyakan pasien, menurut Lembaga Sklerosis Multipel Nasional di Amerika Serikat, penderitanya tidak menjadi cacat parah.

Baca juga:  Bagaimana Cara Mengatasi Multiple Sklerosis?

Diagnosis awal bisa sulit dilakukan, mengingat gejalanya serupa dengan beberapa penyakit. Tetapi, setelah kejadian ini berulang para dokter biasanya dapat melakukan penilaian yang lebih tepat.

  • Siapa saja yang beresiko mengidap Multiple Sklerosis?

Uniknya, ada sekitar 2,5 juta orang yang positif mengidap Multiple Sklerosis di seluruh dunia. Angka itu termasuk 50.000 orang Kanada dan 350.000 penduduk Amerika Serikat.

Sebuah referensi medis mengatakan bahwa penyakit ini sering menyebabkan kelumpuhan saraf pada masa awal dan pertengahan usia dewasa. Dan, Multiple Sklerosis lebih sering menjangkiti wanita daripada pria, dengan gejala awal yang biasanya muncul antara usia 20 dan 50 tahun.

Apakah ada pemeriksaan standar bagi pasien yang diduga terjangkit Multiple Slerosis?

Tayangan resonansi magnetik (MRI): MRI menghasilkan tampilan gambar jaringan otak yang terperinci dan memperlihatkan tanda-tanda reaksi dari Multiple Sklerosis.

Analisis cairan serebrospinal (CSF): CSF diperoleh dari tulang belakang dengan mencari tingkat ketidaknormalan unsur pada sistem kekebalan tertentu maupun unsur yang diperoleh dari pecahnya myelin.

Uji pancing respons: Dengan bantuan teknologi komputerisasi, jumlah waktu rata-rata yang diperlukan bagi sinyal-sinyal saraf untuk menempuh jalur-jalur saraf dapat dihitung. Dan, respon yang tidak normal biasanya terlihat pada 80 hingga 90 persen pasien Multiple Sklerosis.

Lalu, bagaimana dengan penanganan yang bisa ditempuh oleh penderita Multiple Sklerosis? Nantikan info tersebut dalam artikel berikutnya!