Apa Itu Penyakit Chikungunya?

1047

Seseorang yang terinfeksi penyakit chikungunya biasanya akan mengalami demam tinggi dan nyeri di persendian. Penyakit ini biasa berjangkit di suatu kawasan tertentu sehingga menjadi penyakit endemik dan disebabkan oleh gigitan nyamuk yang sama dengan penyebab demam berdarah.

Artikel ini akan menjelaskan beberapa fakta mengenai penyakit chikungunya, cara menyebarnya, dan bagaimana penyebarannya di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

Apa Itu Virus Chikungunya?

Virus chikungunya terutama “menyebar dari orang ke orang melalui perantaraan nyamuk”, sebut Kristy Murray, DVM, PhD, seorang spesialis penyakit menular di Houston. Nama chikungunya berasal dari bahasa Afrika yang jika diterjemahkan berarti “yang membungkuk”. Menurut Murray ini dikarenakan pasien chikungunya seringkali membungkuk gara-gara nyeri di persendiannya.

Darimana Asal Penyakit Chikungunya dan Bagaimana Caranya Menyebar?

Para ilmuwan menduga bahwa virus chikungunya bermula dari Tanzania selatan di tahun 1952. Seorang spesialis penyakit menular lain dari Pittsburgh, Amesh Adalja, MD, mengatakan bahwa yang paling pertama terinfeksi kemungkinan ialah simpanse atau hewan lain.

Nyamuk-nyamuk yang menggigit hewan-hewan tersebut kemudian ikut terinfeksi lalu menggigit manusia dan menyebabkannya terinfeksi juga. Virus berdiam dalam tubuh orang tersebut selama sekitar seminggu. Ketika nyamuk lain menggigit orang yang terinfeksi, maka nyamuk tersebut bisa ikut terinfeksi lalu menggigit orang lain sehingga menyebarkan virusnya.

Nyamuk yang membawa virus chikungunya ialah nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Mereka adalah nyamuk yang juga menyebarkan virus demam berdarah dengue.

Dalam beberapa dekade belakangan, wabah chikungunya telah terjadi di wilayah-wilayah Afrika, Asia, Eropa, dan Samudera Hindia serta Pasifik. Di wilayah Amerika, virus pertama kali ditemukan di kepulauan Karibia pada akhir 2013. Lebih dari 20 negara dan wilayah di Karibia dan Amerika Selatan telah melaporkan adanya wabah chikungunya.

Sedangkan di Indonesia, wabah penyakit chikungunya yang dikategorikan kejadian luar biasa dilaporkan terjadi pada tahun 1982. Demam chikungunya sendiri dilaporkan pertama kali terjadi di Samarinda tahun 1973, lalu menyebar ke Kuala Tungkal, Ternate, Martapura, Yogyakarta (1983), Muara Enim (1999), Aceh, serta Bogor (2001).

Tahun 2002, penyakit chikungunya merebak lagi di Bekasi, Klaten, dan Purworejo. Sepanjang tahun 2001-2003 diperkirakan jumlah kasus chikungunya mencapai angka 3.918 jiwa, namun untungnya tidak ada angka kematian akibat penyakit ini.

Seberapa Parahkah Penyakit Chikungunya?

Penyakit ini jarang berakibat fatal, seperti yang disiratkan oleh tidak adanya angka kematian akibat chikungunya pada wabah penyakit ini di Indonesia dari tahun 2001-2003. Meski begitu, pasien chikungunya yang sudah lansia bisa jadi akan mengalami gejala-gejala lebih berat yang bahkan bisa berkontribusi menyebabkan kematian.

Satu-satunya cara mencegah penyakit chikungunya ialah dengan menghindari gigitan nyamuk pembawa virus. Hal ini khususnya sangat mendesak apabila Anda bepergian ke tempat-tempat yang banyak nyamuknya. Anda sebaiknya mengenakan pakaian tertutup saat di luar ruangan dan sebisa mungkin lakukan aktivitas di dalam ruangan yang dilindungi sekat nyamuk atau ruangan ber-AC.