Apa Gejala Tumor Kolon?

411

Diedit:

Bicara soal gejala tumor kolon, sebenarnya dapat berbeda-beda – hal ini bergantung pada jenis tumor yang Anda derita. Tumor kolon disebut juga sebagai tumor usus besar, setidaknya ada 3 jenis utama dari tumor kolon yaitu; polip non-neoplastik, polip epitel neoplastik, dan lesi mesenchymal.

Namun, kali ini kita akan membahas polip non-neoplastik yang terdiri dari beragam jenis dengan gejala tumor kolon yang berbeda-beda. Polip non-neoplastik merupakan jenis polip usus yang terjadi secara sporadis (menyebar) dan frekuensinya meningkat seiring dengan usia.

  • Pertama, polip hiperplastik – polip ini disebut juga metaplastic, memiliki diameter kurang dari 5 milimeter, terjadi secara ganda, hampir tidak menunjukan gejala tumor kolon, pertumbuhannya lambat dengan rentang umur lebih panjang di banding sel mukosa normal yang berdekatan, tidak berpotensi menjadi tumor ganas, terdapat di rektum (bagian akhir dari usus besar) dan sigmoid (diatas rektum) atau di puncak lipatan mukosa serta katup. Sewaktu Anda melakukan pemeriksaan endoskopi, warna polip hiperplastik dapat serupa dengan mukosa (lapisan selaput) dubur.
  • Kedua, hamartomas – perpaduan antara jaringan normal dan abnormal yang terjadi secara sporadis atau menyebar dan berhubungan dengan sifat dominan bawaan yang langka (rare autosomal dominant) pada sindrom polip juvenile.
  • Ketiga, polip juvenile (polip remaja) – polip ini merupakan jenis tumor kolorektal yang paling sering dialami oleh anak-anak, 80% dari polip terdapat pada rektum dan tersebar di seluruh usus besar, memiliki ukuran lebih dari 1 sentimeter, dan permukaannya tampak seperti kista yang penuh dengan lendir. Apa lagi yang masuk dalam jenis ini?

    Adapula yang disebut dengan sindrom poliposis juvenile – terdapat di usus besar dan saluran pencernaan. Memiliki gejala tumor kolon berupa; keluarnya darah dari anus (hematochezia), kekurangan zat besi pembentuk sel darah merah (Iron-deficiency anemia), terjadi penurunan protein dalam darah (hypoproteinemia), penurunan potassium dalam darah (hypokalemia), mengalami kondisi dimana tubuh gagal bereaksi terhadap antigen (anergy).

    Jika sindrom poliposis juvenile terjadi pada balita, hal buruk yang mungkin terjadi ialah diare yang berlebihan, usus tidak dapat mencerna protein, perdarahan, dan rektum keluar dari anus – hanya terjadi pada anak-anak dan jarang terjadi.

  • Keempat, polip Peutz-Jeghers – polip yang terjadi secara tunggal atau beberapa dan tersebar di seluruh saluran pencernaan, mukosa melanotik, pigmentasi kulit sekitar bibir, mukosa mulut, wajah, alat kelamin dan permukaan telapak tangan. Gejala tumor kolon yang paling umum ialah sakit perut yang sering disebabkan oleh obstruksi usus (polip sendiri atau intususepsi) disertai dengan pendarahan anus. Masih adakah jenis tumor kolon lainnya? Tentu!

  • Kelima, polip inflamasi – polip ditandai dengan adanya tonjolan karena perbaikan selaput lendir yang meradang dan dikelilingi koreng, terjadi pada pasien radang usus yang berlangsung lama (kolitis ulserativa atau penyakit Crohn).

  • Keenam, polip limfoid – tumor jinak bersifat sentral atau menyebar yang biasanya terjadi karena keberadaan folikel limfoid. Ditandai dengan ukuran yang kecil, bersifat lokal, disertai dengan luka, perubahan kebiasaan buang air besar, sakit perut, dan perdarahan.

Baca juga:  Apa Ciri-Ciri Tumor Kolon?

Ini semua adalah gejala tumor kolon atau polip non-neoplastik yang sering kali terjadi. Apabila Anda merasakan tanda-tanda pada tubuh yang berkaitan dengan gejala-gejala tadi, maka ada baiknya untuk segera periksa ke dokter.

Advertisement
Alinesia