Amenorhea: Info Seputar Gangguan Menstruasi

533
amenorhea
Credit: Shutterstock

Diedit:

Daniela, 20 tahun, baru saja didiagnosis amenorhea. Dia tidak datang bulan sampai 6 bulan, dan dia merasa khawatir apakah nantinya dia bisa hamil. Mungkin itu juga yang Anda khawatirkan. Anda sudah tidak menstruasi selama beberapa waktu, dan cemas karena takut terjadi apa-apa pada diri Anda. Sebenarnya apa yang menjadi penyebab amenorhea?

Jika Anda punya kekhawatiran seperti itu, ada baiknya simak artikel ini sampai habis. Di sini Anda akan menemukan informasi tentang penyebab amenorhea, gejala amenorhea yang mesti diperhatikan, dan apa saja pengobatan amenorhea yang disarankan dokter.

Apa Itu Amenorhea?

Amenorhea adalah masalah terhentinya periode menstruasi selama sedikitnya satu bulan. Masalah ini sebenarnya biasa dialami di saat-saat awal pubertas, sewaktu sedang hamil, dan di masa menopause.

Jika Anda seorang wanita di usia subur, dokter akan lebih dulu memastikan apakah masalah ini disebabkan oleh kehamilan. Jika bukan, barulah dokter akan mencari tahu apa sebenarnya penyebab amenorea yang Anda alami. Lalu, apakah penderita amenore primer bisa hamil?

Gejala Amenorhea

Gejala amenorea tidak dicirikan oleh haid yang tidak teratur. Ciri-ciri amenorea yang paling khas adalah menstruasi yang sama sekali tidak ada, walaupun Anda sudah melalui pubertas, tidak hamil, dan belum menopause.

Mungkin ada gejala dan tanda-tanda amenorea yang lainnya, tetapi itu sangat beragam dan bergantung pada penyebab amenorea tersebut. Contohnya, jika penyebabnya adalah ketidakseimbangan hormon maka gejala amenorea yang muncul bisa jadi termasuk menstruasi yang tidak teratur, rambut/bulu yang tumbuh berlebihan, suara yang berubah, atau jerawatan.

Kapan harus periksa ke dokter? Yang pasti, setelah Anda yakin bahwa gejala amenorea yang dialami bukan disebabkan oleh kehamilan atau masa peralihan ke menopause.

Penyebab Amenorhea

Amenorea bisa terjadi karena berbagai alasan. Beberapa penyebab amenorea adalah sesuatu yang biasa terjadi dalam kehidupan wanita, sedangkan beberapa yang lain akibat efek samping dari konsumsi obat, atau karena suatu penyakit. Berdasarkan informasi dari Mayo Clinic, berikut adalah beberapa pemicunya:

  • Penyebab alamiah. Contohnya masa kehamilan, menyusui, dan menopause.
  • Efek kontrasepsi. Ada yang tidak haid karena mengonsumsi pil KB. Bahkan setelah berhenti minum pil KB, butuh beberapa waktu sebelum menstruasi kembali normal. KB suntik atau yang ditanam juga bisa menyebabkan amenorea, begitu juga dengan KB spiral (IUD).
  • Efek konsumsi obat. Contoh obat-obat yang bisa menghentikan haid yaitu: obat antipsikotik, kemoterapi kanker, antidepresan, darah tinggi, dan alergi.
  • Pengaruh gaya hidup. Misalnya karena terlalu kurus, kebanyakan olahraga, atau terlalu stres.
  • Dampak ketidakseimbangan hormon. Contohnya pada penyakit PCOS, gangguan tiroid, tumor hipofisis, dan menopause dini.
  • Akibat masalah pada organ seksual. Misalnya karena luka di rahim, organ reproduktif yang tidak sempurna, serta kelainan struktur vagina.
Baca juga:  Amenorea: Amenore Primer dan Amenore Sekunder

Diagnosis Amenorhea

Untuk mendiagnosis amenorea, dokter harus melakukan pemeriksaan medis yang cermat untuk mencari tahu penyebab dari gejala-gejala yang dirasakan pasien. Pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan panggul, juga perlu dilakukan.

Bergantung pada hasil dari pemeriksaan medis yang telah dilakukan, mungkin dokter akan melanjutkan dengan tes-tes lain. Misalnya tes darah untuk memeriksa kadar dari hormon-hormon di ovarium, kelenjar hipofisis, dan tiroid. Tes-tes ini antara lain untuk mengukur hormon prolaktin, FSH, estrogen, tirotropin, DHEA-S, juga testosteron. Kadang-kadang, dokter akan meminta pasien menjalani tes kehamilan sebagai tes pertama.

Pemeriksaan dengan teknik pencitraan (imaging), seperti USG, sinar-X, dan CT atau MRI scan, mungkin juga diminta dilakukan pada pasien-pasien tertentu. Pemeriksaan tersebut untuk membantu memastikan penyebab amenorea yang sebenarnya.

Pengobatan Amenorhea

Pengobatan amenorea yang akan disarankan dokter bisa jadi berbeda-beda pada setiap pasien. Hal ini banyak bergantung pada penyebab amenorea tersebut. Secara medis, tujuan dari pengobatannya ialah untuk mengatasi gejala-gejala ketidakseimbangan hormon, menormalkan menstruasi, mencegah komplikasi, dan/atau untuk menjaga/mengembalikan kesuburan.

  • Operasi mungkin dibutuhkan untuk mengatasi amenorea yang disebabkan oleh masalah pada struktur organ seksual atau karena tumor.
  • Upaya menambah berat badan dan mengurangi aktivitas fisik akan membantu menghentikan amenorea yang disebabkan oleh tubuh yang terlalu kurus atau olahraga berlebihan.
  • Terapi hormon sering disarankan dokter bagi pasien yang kadar hormon dalam tubuhnya tidak seimbang.
  • Pengobatan bantuan untuk reproduksi dan pemberian obat gonadotropin mungkin akan disarankan bagi pasien yang masih ingin hamil dan punya anak.

Agar pengobatan medis dapat lebih efektif, Anda perlu mengimbanginya dengan mengupayakan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat yang dimaksud antara lain terdiri dari pola makan sehat yang bergizi seimbang, olahraga yang seimbang (tidak terlalu sering dan tidak terlalu sedikit), istirahat yang cukup, dan minum air yang cukup.

Baca juga:  Amenorea: Amenore Primer dan Amenore Sekunder

Pengobatan Amenorhea secara Herbal

Memang ada banyak perusahaan penjual herbal yang mengklaim bahwa produk mereka lah yang paling tepat untuk mengobati amenorea secara alami. Tapi sayangnya hingga saat ini belum ada produk herbal mana pun yang terbukti secara ilmiah untuk mengatasi amenorea. Lebih parah lagi, beberapa produk herbal menimbulkan efek samping yang cukup merugikan, bahkan ada yang mengandung racun.

Bila Anda ingin mencoba mengonsumsi herbal untuk membantu pengobatan amenorea, ada baiknya periksa dahulu keamanan dari herbal tersebut dan bila perlu tanyakan kepada dokter. Dan ingatlah bahwa dalam kasus amenorea, herbal umumnya hanya efektif membantu meringankan gejala-gejalanya, bukan sama sekali menghentikan amenorea. Karena bahkan pengobatan medis pun tidak bisa menjamin kesembuhan total dari amenorea.

Noni Juice Membantu Mengatasi Gejala Amenorea

Salah satu herbal yang bisa dipertimbangkan adalah Noni juice. Riset ilmiah memperlihatkan bahwa kandungan-kandungan penting dalam Noni mempunyai khasiat yang sangat luas untuk memperbaiki gangguan dalam tubuh. Contohnya saja, Noni juice berguna untuk menyeimbangkan kembali kadar hormon, memperbaiki kesuburan, menangani penyakit PCOS, menormalkan berat badan, bahkan juga membantu mengatasi tumor.

Itu hanya beberapa contoh dari masalah-masalah kesehatan yang terkait amenorea yang dapat dibantu ditanggulangi dengan konsumsi Noni juice. Itu artinya, bila seseorang mengonsumsi herbal ini secara teratur, maka kemungkinan besar dia akan merasakan berkurangnya dampak-dampak dari amenorea. Mungkin dia jadi lebih jarang jerawatan, kerontokan rambut berkurang, tidak lagi sering sakit kepala, dan datang bulan lebih teratur.

Tetapi sekali lagi, pengobatan herbal sebaiknya tidak diandalkan untuk menyembuhkan amenorea sama sekali. Walaupun begitu, Anda bisa meminimalkan gejala-gejala amenorea yang dirasakan bila mengonsumsi herbal yang tepat secara teratur.

Mengalami amenorhea berarti orang itu tidak datang bulan meskipun dia dalam usia subur. Yang perlu dikhawatirkan adalah jika penyebab amenorea bukan karena kehamilan atau peralihan ke masa menopause. Jika begitu maka disarankan untuk periksa ke dokter supaya diketahui penyebabnya lalu ditangani masalahnya. Bila masalah ini bisa diatasi dengan baik, maka tingkat kesuburan pun akan kembali pulih.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang amenorhea. Diharapkan setelah membacanya, Anda jadi lebih mengerti mengenai penyebab amenorea, gejala-gejala yang ditimbulkan, serta seperti apa pengobatan amenorea yang biasanya disarankan dokter. Dan semoga pengetahuan ini bisa mengurangi kekhawatiran Anda. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar info kesehatan, tips kesehatan, dan pengobatan alami hanya di Deherba.com.

Advertisement
Alinesia