Akar Bajakah Tunggal Obat Kanker Alami dari Hutan Kalimantan

324
akar bajakah tunggal, obat kanker alami yang tumbuh di hutan kalimantan
Hutan Kalimantan (Credit: ROMEO GACAD / AFP / GettyImages)

Diedit:

Catatan: Artikel ini akan terus diperbaharui seraya informasi tentang tanaman Akar Bajakah Tunggal sebagai obat kanker alami dari Hutan Kalimantan terus bertambah, kami menerima berbagai masukan dari pembaca untuk memperkaya artikel ini. 

Indonesia kaya akan bahan-bahan obat alami yang dapat membantu pemulihan dari penyakit berat, seperti gangguan jantung, diabetes, hingga kanker. Kulit Manggis, Daun Sirsak, dan Keladi Tikus adalah contoh tanaman yang hingga saat ini terus diandalkan sebagai bahan obat alami untuk kanker. Dan baru-baru ini diberitakan penemuan bahan obat kanker alami asal Kalimantan, yaitu Akar Bajakah Tunggal.

Akar Bajakah Tunggal dikabarkan memiliki kemampuan luar biasa untuk membasmi sel-sel kanker. Sebenarnya sebelum tanaman ini, ada tanaman asli Indonesia lain yang lebih dulu trending pada tahun 2006 sebagai tanaman pembunuh kanker, yaitu Sarang Semut Papua. Sejak saat itu hingga sekarang popularitas Sarang Semut Papua terus bertahan, bahkan bertambah, karena tanaman ini sudah terbukti membantu ribuan orang penggunanya.

Bagaimana tidak, Sarang Semut Papua mampu memberikan reaksi cepat dalam mengatasi dan memulihkan dampak-dampak kanker, yakni dalam waktu 3 bulan atau kurang. Para penggunanya sering melaporkan bahwa dalam waktu itu mereka sudah merasa bahwa rasa sakitnya menghilang, bisa kembali berjalan, bisa kembali makan dengan normal, ukuran kanker mengecil, dan masih banyak lagi.

Tak jarang juga para penggunanya mendapati bahwa benjolan kanker mereka akhirnya benar-benar hilang dan tidak ada lagi gejala-gejala yang mereka rasakan. Dan kondisi itu tidak dialami hanya sementara, mereka tetap bebas dari kanker hingga bertahun-tahun sesudahnya.

Salah satu laporan seorang pengguna Sarang Semut yang pulih dari kanker hanya dalam waktu satu bulan bisa dibaca di sini: Obat Kanker Alami: Gempur Kanker dalam Satu Bulan dengan Herbal Asli Indonesia! Lihat juga kumpulan testimonial pengguna Sarang Semut lainnya di halaman testimonial ini.

Melihat hal-hal positif yang telah dicapai oleh Sarang Semut, kita tentu bertanya-tanya apakah Akar Bajakah Tunggal bisa mengikuti jejaknya, yaitu untuk digunakan sebagai obat herbal yang benar-benar membantu menghilangkan kanker? Untuk mengetahui jawabannya, kita perlu terlebih dulu mengenali apa itu tanaman Bajakah.

Apa Itu Tanaman Bajakah?

Kayu Bajakah Kalimantan (Repro bidik layar YouTube Kompas TV)

Sebenarnya “Bajakah” bukanlah nama yang merujuk pada satu jenis tanaman spesifik, melainkan sebutan yang diberikan oleh masyarakat setempat. Kepala Balitbangkes, dr. Siswanto, DTM, MPH, menerangkan bahwa “Bajakah” artinya adalah “akar-akaran”.
Jadi ini hanya sebutan untuk tumbuhan jenis akar-akaran secara umum. Hingga saat ini masih belum diketahui apa jenis atau spesies yang spesifik dari tanaman Bajakah yang diklaim sebagai obat kanker payudara.

Dr. Siswanto juga menjelaskan bahwa tanaman ini masih terbatas digunakan secara indigenous. Artinya Bajakah hanya diproduksi, tumbuh, dan hidup secara alami di daerah tertentu, yaitu di hutan pedalaman Provinsi Kalimantan Tengah. Tanaman ini belum tumbuh ke daerah lain karena belum dibudidayakan oleh masyarakat sekitar.

Tanaman ini tumbuh di bagian hutan yang sulit diakses, yang tertutup rimbunnya hutan dan hanya sedikit ditembus cahaya matahari. Penampilan tanaman ini biasa saja, tidak menonjol dari pohon-pohon yang ada di sekitarnya.

Bedanya tanaman ini tumbuh merambat. Rambatannya bisa mencapai lebih dari 5 meter sampai ke puncak pohon yang dirambatinya. Bagian akarnya menancap ke dalam dasar aliran air pada tanah gambut.

Baca juga:  Sarang Semut Papua vs Bajakah Kalimantan untuk Obat Kanker Alami Anda?

Bagaimana Sampai Ditemukan sebagai Obat Kanker Alami?

Penemuan khasiat tumbuhan ini berawal dari tahun 1970 – 1980-an dan pertama kali disampaikan oleh Daldin, seorang warga suku Dayak asli di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Rupanya ia juga yang pertama kali memberikan nama “Bajakah” untuk tumbuhan herbal ini.

Pada waktu itu ayah dari Daldin pergi ke hutan mencari tumbuhan ini untuk mengobati kanker payudara yang diderita oleh istrinya, yang adalah ibu dari Daldin. Waktu itu dokter menyatakan bahwa kanker ibu Daldin sudah di stadium 4, sehingga kondisinya sangat memprihatinkan, dimana beberapa bagian tubuhnya yang terkena kanker sudah keluar nanah.

Tapi setelah seminggu mengonsumsi rebusan tumbuhan ini, kondisinya mulai membaik. Luka di payudaranya mulai pulih sampai benar-benar sembuh satu bulan setelahnya. Keadaannya menjadi semakin baik seraya ia terus mengonsumsinya. Sampai akhirnya dokter pun menyatakan bahwa kankernya sudah hilang sepenuhnya. Dan hingga sekarang kondisi ibunya masih sehat walafiat.

Bukti kehebatan khasiat tanaman herbal ini tak berhenti hanya pada kisah ibu dari Daldin. Tanaman ini terus digunakan secara tradisional oleh orang-orang pedalaman untuk menyembuhkan penyakit mereka, termasuk untuk kanker payudara juga.

Dan baru-baru ini, dua siswi asal Kalimantan Tengah berhasil memperkenalkan kemampuan Bajakah sebagai obat kanker alami di hadapan dunia. Kedua siswi itu meneliti dan membuktikan bahwa bagian akar dari tanaman ini, yang mereka sebut Akar Bajakah Tunggal, mampu menyembuhkan kanker payudara.

Pengujian Laboratorium atas Khasiat Akar Bajakah Tunggal

Dua siswi dari SMA Negeri 2 Palangka Raya, yaitu Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri, berhasil memperoleh medali emas pada ajang kompetisi World Invention Creativity Olympic (WICO) 2019 yang diadakan di Seoul, Korea Selatan, pada 25 Juli 2019. Kompetisi ini diikuti oleh ribuan siswa-siswi dari 22 negara berbeda di seluruh dunia.

Pada kompetisi itu, mereka berdua memperkenalkan Akar Bajakah Tunggal asal hutan Kalimantan Tengah sebagai obat alami untuk kanker payudara. Karya ilmiah yang mereka buat dan tampilkan menarik perhatian para juri, yang akhirnya menjadikan mereka juara tingkat dunia.

Sebenarnya awal mula kisah luar biasa ini sederhana saja. Aysa dan Anggina mengikuti sebuah kegiatan ekstrakurikuler setiap minggu di SMA mereka yang melatih mereka untuk menerapkan ilmu pengetahuan alam dalam kehidupan sehari-hari.

Pada waktu mencari ide tentang bahan penelitian untuk ekstrakurikuler, mereka tertarik dengan Akar Bajakah Tunggal yang dikonsumsi oleh nenek dari seorang teman mereka yang pulih dari kanker payudara setelah mengonsumsinya selama 3 bulan. Siswa-siswi yang tergabung dalam tim ekstrakurikuler lalu menemui nenek pengguna Akar Bajakah Tunggal tersebut dan orang-orang pedalaman lain yang juga menggunakan herbal ini.

Tim ekstrakurikuler itu kemudian mencari contoh Akar Bajakah Tunggal di Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, dan mengirimkannya ke Universitas Lambung Mangkurat di Kota Banjarmasin untuk diuji.

Benar saja, hasil uji laboratorium memperlihatkan bahwa tumbuhan asal Kalimantan ini memiliki berlimpah kandungan yang bermanfaat untuk obat kanker alami. Tumbuhan ini memiliki kandungan antioksidan mencapai ribuan kali lipat lebih banyak daripada yang pada umumnya dimiliki oleh jenis-jenis tumbuhan lain.

Ilustrasi Pengujian di Laboratorium (Credit: Trendsetter Images / BigStock)

Akar Bajakah Tunggal Diolah Menjadi Teh Herbal

Hasil uji laboratorium dari Universitas Lambung Mangkurat meyakinkan siswa-siswi tim ekstrakurikuler SMAN 2 untuk mengolah Akar Bajakah Tunggal menjadi dalam bentuk bubuk dan dikemas menjadi produk teh herbal.

Baca juga:  Sarang Semut Papua vs Bajakah Kalimantan untuk Obat Kanker Alami Anda?

Cara pengolahan yang mereka lakukan sangat sederhana. Akar Bajakah Tunggal mereka keringkan terlebih dulu menggunakan sinar matahari atau menggunakan oven. Lalu setelah kering, mereka menumbuknya dengan alat tumbuk manual.

Setelah semua bahan ditumbuk menjadi bubuk, mereka mengemasnya menjadi produk teh siap seduh. Produk teh herbal yang mereka kemas dapat diseduh dengan takaran 1 gram bubuk Akar Bajakah Tunggal untuk 500 ml air, dan bisa diminum seperti teh biasa.

Dan untuk membuktikan manfaat produk Akar Bajakah Tunggal yang mereka kemas, mereka mencobanya terlebih dulu pada sebuah penelitian selama kurang-lebih 3 bulan. Penelitian itu dilakukan dengan uji coba pemberian Akar Bajakah Tunggal pada tikus putih yang memiliki sel-sel tumor dalam tubuhnya.

Dalam waktu sekitar 2 minggu pemberian Akar Bajakah Tunggal, sel-sel tumor menghilang dari tubuh tikus putih, dari yang tadinya sel tumornya positif sampai menjadi nol sentimeter. Bahkan tikus tersebut bisa tumbuh besar dan berkembang biak. Tentu itu adalah hasil yang sangat menggembirakan bagi siswa-siswi ini.

Hasil itulah yang kemudian disusun menjadi sebuah karya ilmiah dan didaftarkan pada ajang kompetisi Youth National Science Fair (YNSF) 2019 yang diikuti oleh sekolah-sekolah dari seluruh Indonesia. Setelah menang pada kompetisi itu, dua siswi lalu dikirim sebagai perwakilan ke kompetisi WICO di Korea Selatan dan akhirnya menang juga di sana.

Obat Kanker Alami Asal Kalimantan

Sekarang waktunya untuk menjawab pertanyaan di awal artikel, apakah Akar Bajakah Tunggal dapat mengikuti jejak dari Sarang Semut Papua, yaitu untuk digunakan sebagai obat herbal yang benar-benar sanggup menghilangkan kanker?

Sebenarnya masih terlalu dini untuk menyimpulkan jawaban yang pasti dari pertayaan itu. Sebab penelitian ilmiah tentang Akar Bajakah Tunggal yang ada saat ini masih sangat terbatas. Bukti empiris (berdasarkan pengalaman pengguna) juga masih sedikit dan hanya berfokus pada penyakit kanker payudara saja.

Namun dari bukti yang sudah ada, kita dapat melihat bahwa Akar Bajakah Tunggal memang punya potensi besar untuk dijadikan obat kanker alami, terutama kanker payudara. Waktu yang dibutuhkan untuk herbal ini sampai menunjukkan efek positifnya juga bisa sama cepatnya dengan Sarang Semut Papua, yakni dalam hitungan beberapa minggu atau bulan.

Meski begitu kita tetap perlu seimbang dalam menanggapi pemberitaan yang sedang hangat-hangatnya ini. Kita tentu senang dengan penemuan yang bermanfaat ini apalagi jika akhirnya bisa dikonsumsi oleh masyarakat luas. Namun kita juga harus ingat bahwa masih panjang perjalanannya bagi Bajakah agar klaim obat kanker payudaranya dapat diteguhkan.

Untuk membantu Anda punya pandangan yang seimbang sehubungan penggunaan herbal dalam mengobati kanker, bacalah perbandingan antara Bajakah dengan Sarang Semut di artikel ini: “Sarang Semut Papua atau Bajakah Kalimantan untuk Obat Kanker Alami Anda?


Sumber Referensi:

Witjaksono, Aiman. Siswa SMA di Kalimantan Tengah Jadi Juara Dunia Penyembuh Kanker. Published: 2019-08-12. URL: https://regional.kompas.com/read/2019/08/12/08242651/siswa-sma-di-kalimantan-tengah-jadi-juara-dunia-penyembuh-kanker?page=all. Accessed: 2019-08-12

Kalteng Pos Online. Berhasil Membuktikan Kekayaan Alam Kalteng, Dua Putri Dayak Raih Emas WICO di Korsel. Published: 2019-08-04. URL: https://kaltengpos.co/berita/-28926-berhasil_membuktikan_kekayaan_alam_kalteng,_dua_putri_dayak_raih_emas_wico_di_korsel.html. Accessed: 2019-08-12

Arnani, Mela. 5 Tanggapan Para Pakar atas Kontroversi Bajakah sebagai Obat Kanker. URL: https://sains.kompas.com/read/2019/08/16/203300823/5-tanggapan-para-pakar-atas-kontroversi-bajakah-sebagai-obat-kanker?page=all. Accessed: 2019-08-20


Advertisement
Alinesia