4 Ciri-Ciri Kanker Esofagus yang Paling Mudah Dikenali


By Cindy Wijaya

Angka ketahanan hidup penderita kanker esofagus paling tinggi jika terdeteksi sejak stadium awal, saat kanker masih belum menyebar ke luar esofagus. Ya, semakin awal tanda dan gejala kanker esofagus dikenali, semakin besar juga peluang untuk pulihnya. Apa saja ciri-ciri dan gejala terkena kanker esofagus?

Untuk membantu Anda mendeteksi kanker ini sejak awal, artikel ini akan menjelaskan ciri-ciri dan gejala kanker esofagus yang sering dialami oleh para penderitanya. Semua informasi di artikel ini didasarkan atas sumber-sumber yang bisa dipercaya, Anda bisa melihatnya pada “sumber referensi” di akhir artikel.

Apa Saja Ciri-Ciri Terkena Kanker Esofagus?

Kanker esofagus biasanya terdeteksi karena gejala-gejala yang ditimbulkannya. Jarang kanker ini terdeteksi pada orang yang masih belum menunjukkan gejala apapun. Dan sering kali dokter tidak sengaja mendeteksi kanker ini pada saat melakukan pemeriksaan untuk masalah kesehatan lain.

Sayangnya, sebagian besar kanker esofagus stadium awal tidak menimbulkan tanda dan gejala yang kentara sampai kankernya mencapai stadium lanjut, sewaktu sudah lebih sulit untuk diobati. Namun untuk mengantisipasi, Anda perlu mengetahui apa saja ciri-ciri atau gejala yang umumnya dialami oleh penderita kanker esofagus. Apa saja ciri-ciri itu?

Kesulitan Menelan:

Gejala paling umum dari kanker esofagus ialah kesulitan menelan, yang terasa seperti makanan tersangkut di tenggorokan atau dada, atau bahkan tersedak. Istilah medis untuk masalah ini adalah disfagia. Gejala ini seringnya tidak begitu kentara pada awal-awal, tetapi lama-kelamaan tambah buruk seraya lubang di dalam esofagus semakin sempit akibat kanker.

Jika menelan sudah sulit, orang-orang biasanya tanpa sadar mengubah pola makan dan kebiasaan makan mereka. Mereka akan makan dalam porsi lebih kecil dan mengunyah secara perlahan. Ketika kanker tumbuh lebih besar, masalahnya bisa semakin buruk. Orang-orang mungkin mulai makan makanan yang lembut supaya bisa lebih mudah melewati esofagus. Mereka mungkin menghindari roti dan daging, karena akan tersangkut.

Masalah kesulitan menelan bahkan menjadi cukup buruk sampai-sampai beberapa orang sepenuhnya menghindari makanan padat dan beralih ke makanan-makanan cair. Jika kanker terus bertumbuh, bisa jadi nantinya makanan cairan pun sulit untuk ditelan.

Untuk membantu melewatkan makanan melalui esofagus, tubuh akan memproduksi lebih banyak air liur. Ini menyebabkan beberapa orang mengeluh karena mengeluarkan banyak lendir atau air liur yang kental.

Baca Juga:  Kanker Esofagus: Penyakit Kanker pada Kerongkongan
Ilustrasi Tanda dan Gejala Kanker Esofagus
Credit Photo: Sorrorwoot Chaiyawong / EyeEm / Getty Images

Nyeri Dada:

Kadang-kadang orang bisa mengalami nyeri atau tidak nyaman di dada bagian tengah. Beberapa juga mungkin merasakan tekanan atau seperti terbakar di dada mereka. Ciri-ciri atau gejala ini lebih sering disebabkan oleh masalah biasa, misalnya naiknya asam lambung dan heartburn, jadi jarang dianggap sebagai tanda-tanda awal kanker esofagus.

Menelan dapat terasa sakit apabila kanker tumbuh cukup besar sampai membatasi saluran makanan untuk melewati esofagus. Rasa sakitnya dapat dirasakan beberapa detik setelah menelan, ketika makanan atau cairan mencapai kanker dan kesulitan melewatinya.

Berat Badan Turun:

Sekitar setengah dari para penderita kanker esofagus mengalami penurunan berat badan. Penurunan berat badan ini terjadi karena mereka kesulitan menelan sehingga tidak mampu mengonsumsi makanan yang cukup untuk mempertahankan berat badan normalnya. Faktor-faktor lain yang ikut memicu tanda dan gejala ini ialah berkurangnya nafsu makan dan meningkatnya metabolisme tubuh akibat kanker esofagus.

Batuk atau Suara Serak:

Mengalami gejala suara serak, parau, atau batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh juga dapat menjadi ciri-ciri terkena kanker esofagus.

Ciri-Ciri Kanker Esofagus Lain yang Perlu Diwaspadai

Selain daripada tanda dan gejala umum yang telah disebutkan, ada juga ciri-ciri lain dari kanker esofagus yang dapat menyertai. Apa saja ciri-ciri lainnya itu?

  • Hilang nafsu makan
  • Muntah terus-menerus
  • Sakit atau tidak nyaman di perut bagian atas atau di punggung
  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Kulit pucat
  • Sakit tulang
  • Muntah atau batuk berdarah (jarang terjadi)

Mengalami salah satu atau beberapa tanda dan gejala di atas tidak berarti Anda pasti terkena kanker esofagus. Bahkan banyak dari ciri-ciri tersebut lebih besar kemungkinannya disebabkan oleh penyakit atau masalah kesehatan lain yang tidak seserius kanker esofagus.

Namun jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut dalam waktu cukup lama, terutama kesulitan menelan dan nyeri dada (heartburn), sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dengan begitu dokter bisa memastikan apa penyebabnya dan dapat ditangani dengan tepat.

Herbal untuk Menangkal “Bibit Kanker Esofagus”

Sebagaimana telah disinggung, pada stadium awal seringnya belum ada ciri-ciri dan gejala yang bisa dilihat dari keberadaan kanker esofagus. Jadi banyak orang baru menyadari ada yang tidak beres dengan tubuhnya saat kanker telah berkembang cukup jauh. Adakah herbal yang dapat membantu menangkal “bibit kanker esofagus”?

Baca Juga:  Kanker Esofagus Stadium 1: Cara Mendeteksi & Pilihan Pengobatannya

Untuk membantu mengatasi atau memperlambat pertumbuhan bibit-bibit kanker di dalam tubuh, Anda bisa memanfaatkan herbal Sarang Semut Papua. Herbal ini memiliki kandungan-kandungan senyawa yang bermanfaat sebagai anti-kanker, diantaranya flavonoid dan tanin.

sarang semut papua untuk menangkal bibit kanker esofagus

Flavonoid berfungsi sebagai antioksidan ampuh, yang berguna untuk mencegah, menghambat, atau membersihkan efek-efek dari radikal bebas. Tanin berfungsi untuk menghalangi pertumbuhan dan perkembangan dari sel-sel yang menjadi bibit kanker. Tanin juga berperan sebagai antioksidan sekundar, yang sanggup menangkap radikal bebas agar tidak sampi menimbulkan stres oksidatif reaksi berantai.

Fungsi dari kedua senyawa ini bermanfaat sebagai anti-kanker untuk menangkal “bibit kanker esofagus”. Karena sebagaimana sudah diketahui luas, salah satu faktor utama pemicu munculnya kanker dalam tubuh ialah efek radikal bebas.

Apabila Anda tertarik mengetahui lebih lanjut tentang herbal ini, Anda bisa membacanya di artikel ini: “Sarang Semut Papua Hancurkan Kanker, Tumor, dan Benjolan Abnormal!

Kesimpulan tentang Ciri-Ciri Terkena Kanker Esofagus

Apa saja 4 ciri-ciri umum kanker esofagus? Pertama, kesulitan menelan. Kedua, nyeri dada atau heartburn. Ketiga, berat badan turun. Dan keempat, batuk atau suara serak.

Tanda dan gejala kanker esofagus lain yang bisa menyertai yaitu: hilang nafsu makan, muntah terus-menerus, sakit atau tidak nyaman di perut bagian atas atau di punggung, kelelahan, sesak napas, kulit pucat, sakit tulang, dan muntah atau batuk berdarah (jarang terjadi).

Untuk mengantisipasi kanker esofagus, segeralah periksa ke dokter apabila mengalami ciri-ciri tersebut, khususnya gejala kesulitan menelan dan nyeri dada (heartburn).

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang ciri-ciri terkena kanker esofagus yang paling mudah dikenali. Semoga informasi ini membuat Anda semakin peduli terhadap gejala-gejala aneh yang terjadi pada tubuh. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

American Cancer Society. Signs and Symptoms of Esophageal Cancer. Reviewed: 2017-06-14. URL: https://www.cancer.org/cancer/esophagus-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-and-symptoms.html. Accessed: 2020-03-11

NHS. Oesophageal cancer – Symptoms. Reviewed: 2019-07-03. URL: https://www.nhs.uk/conditions/oesophageal-cancer/symptoms/. Accessed: 2020-03-11

Johns Hopkins Medicine. Warning Signs of Esophageal Cancer. URL: https://www.hopkinsmedicine.org/kimmel_cancer_center/centers/esophageal_cancer/warning-signs.html. Accessed: 2020-03-11

Cancer.Net. Esophageal Cancer: Symptoms and Signs. URL: https://www.cancer.net/cancer-types/esophageal-cancer/symptoms-and-signs. Accessed: 2020-03-11

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}