Kanker Esofagus Stadium 1: Cara Mendeteksi & Pilihan Pengobatannya


By Cindy Wijaya

Kanker esofagus stadium awal (stadium 1) masih lebih mudah untuk diobati. Pasien yang berhasil terdeteksi kankernya pada stadium ini juga punya peluang lebih besar untuk pulih. Bagaimana cara mendeteksi kanker esofagus pada stadium ini? Dan apa pilihan pengobatan yang tersedia untuk di stadium awal?

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai kanker esofagus stadium 1, termasuk tentang cara mendeteksinya dan pilihan pengobatannya. Informasi di artikel ini didasarkan atas berbagai sumber yang dapat dipercaya, silakan lihat “sumber referensi” pada bagian akhir artikel.

Apa Itu Kanker Esofagus Stadium 1?

Stadium kanker memberi tahu Anda seberapa besar kanker itu dan seberapa jauh dia sudah menyebar. Ini membantu dokter Anda memutuskan perawatan seperti apa yang dibutuhkan.

Kanker esofagus stadium 1 (disebut juga stadium awal) berarti kanker Anda masih berada di dalam dinding esofagus. Itu belum menyebar ke jaringan di dekatnya, ke kelenjar getah bening, atau ke organ lain.

Kanker esofagus stadium awal ini dibagi menjadi dua, yaitu stadium 1A dan 1B. Stadium 1A berarti pertumbuhan kanker belum melebihi lapisan dari jaringan pendukung, yang disebut submukosa. Stadium 1B berarti pertumbuhan kanker telah sampai ke lapisan otot dinding esofagus, yang disebut muskularis, namun belum terlihat menyebar ke bagian tubuh lain.

Penentuan Stadium dengan Sistem TNM


Sistem penentuan stadium TNM merupakan singkatan dari Tumour, Node, dan Metastasis.

  • T menjelaskan ukuran tumor.
  • N menjelaskan apakah ada sel kanker di kelenjar getah bening.
  • M menjelaskan apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain.

Dalam sistem TNM, stadium 1A sama dengan T1, N0, M0. Sedangkan stadium 1B sama dengan T2, N0, M0.

Bagaimana Mendeteksi Kanker Esofagus Stadium 1?

Banyak penyakit kanker pada stadium awal belum menunjukkan gejala-gejala yang kelihatan, termasuk kanker esofagus. Karena itu untuk mendeteksi kanker pada tahap awal kemunculannya biasanya disarankan melakukan pemeriksaan skrining. Skrining adalah pemeriksaan untuk mencari keberadaan kanker atau pra-kanker pada orang yang tidak memiliki gejala penyakit.

Namun pada kanker esofagus tidak disarankan untuk melakukan pemeriksaan skrining bagi masyarakat umum. Sebab tidak ada pemeriksaan skrining yang terbukti menurunkan risiko kematian akibat kanker esofagus pada orang yang memiliki risiko sedang.

Tetapi pada orang yang memiliki risiko tinggi untuk terkena kanker esofagus, misalnya pada penderita esofagus Barrett, biasanya dokter akan memantau keadaannya dengan cermat untuk mencari keberadaan kanker dan pra-kanker.

Pemeriksaan untuk Orang Berisiko Tinggi

Banyak ahli menyarankan orang-orang yang berisiko tinggi terkena kanker esofagus, seperti para penderita esofagus Barrett, untuk melakukan pemeriksaan endoskopi bagian atas secara teratur. Pada pemeriksaan ini, dokter melihat bagian dalam esofagus melalui pipa fleksibel yang dipasangkan senter.

Dokter juga mungkin mengambil sampel kecil jaringan (biopsi) dari bagian yang memiliki Barrett untuk diperiksa apakah ada displasia (sel-sel pra-kanker) atau sel-sel kanker di bagian itu.

Pemeriksaan Endoskopi untuk Mendeteksi Kanker Esofagus Stadium Awal
Pemeriksaan Endoskopi (Credit Photo: sudok1 / Adobe Stock)

Para ahli masih belum bisa memastikan seberapa sering pemeriksaan harus dilakukan, tetapi kebanyakan menyarankan pemeriksaan lebih sering apabila ditemukan displasia. Endoskopi bahkan lebih sering lagi dilakukan jika ada displasia tingkat tinggi (sel-sel tampak sangat abnormal).

Jika bagian Barrett-nya besar dan/atau ada displasia tingkat tinggi, pengoabtan mungkin disarankan karena ada risiko tinggi bahwa adenokarsinoma (kanker) sudah terbentuk (tetapi tidak terdeteksi) atau akan terbentuk dalam beberapa tahun ke depan.

Pilihan pengobatan untuk displasia tingkat tinggi mungkin termasuk operasi pembedahan atau pengangkatan bagian esofagus yang memiliki area abnormal, endoscopic mucosal resection (EMR), photodynamic therapy (PDT), atau radiofrequency ablation (RFA).

Pemantauan dan pengobatan yang cermat (jika dibutuhkan) dapat membantu mencegah perkembangan kanker esofagus. Cara ini juga dapat mendeteksi beberapa kanker esofagus pada stadium 1 atau lebih awal lagi, sewaktu masih lebih mudah diobati.

Saran Herbal untuk Mencegah Kanker Esofagus

Keberadaan kanker di dalam tubuh memang membuat khawatir, apalagi biasanya tidak ada gejala-gejala yang kentara pada tahap awal kemunculannya. Adakah herbal yang dapat membantu menangkal “bibit kanker” esofagus?

Anda bisa memanfaatkan herbal anti-kanker yang telah membantu banyak penderita kanker maupun benjolan abnormal lainnya, yaitu Sarang Semut Papua. Herbal ini mengandung senyawa-senyawa yang berperan sebagai anti-kanker seperti flavonoid dan tanin.

Sarang Semut Papua untuk Kanker Esofagus Stadium 1

Flavonoid berperan sebagai antioksidan powerful, yang bermanfaat untuk menangkal, menghalangi, atau menyingkirkan efek-efek radikal bebas. Tanin berperan untuk menghambat perkembangan dan pertumbuhan dari sel-sel abnormal. Tanin juga berguna sebagai antioksidan sekunder, yang mampu menangkap radikal bebas sehingga mencegah dimulainya stres oksidatif reaksi berantai.

Masing-masing peran dari kedua senyawa ini berguna dalam pencegahan “bibit kanker esofagus”. Karena seperti yang telah diketahui, efek radikal bebas merupakan salah satu pemicu perkembangan kanker di dalam tubuh.

Bahkan selain untuk pencegahan kanker, Sarang Semut Papua juga dapat digunakan dalam membantu pengobatan kanker. Kami menganjurkan Anda untuk membaca lebih lengkap tentang kemampuan herbal anti-kanker ini dan bukti khasiatnya di artikel: “Sarang Semut Papua Hancurkan Kanker, Tumor, dan Benjolan Abnormal!

Apa Pilihan Pengobatan Kanker Esofagus Stadium 1?

Stadium kanker Anda membantu dokter menentukan rencana pengobatan yang sesuai kebutuhan Anda. Pilihan pengobatan juga akan disesuaikan berdasarkan jenis kanker (tipe dari sel-sel kanker awal), lokasi kankernya, dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Operasi adalah pengobatan utama untuk kanker esofagus stadium awal. Untuk kanker stadium 1A, dokter mungkin dapat mengangkat kanker dari dinding esofagus. Operasi dilakukan melalui pipa fleksibel tipis, yang disebut endoskop. Atau mungkin diperlukan pembedahan untuk mengangkat sebagian atau seluruh esofagus, tergantung keadaan.

Untuk kanker esofagus stadium 1B, dokter mungkin akan menyarankan pengobatan tambahan untuk meminimalkan kemungkinan kekambuhan setelah operasi. Pengobatan tambahan itu mungkin kemoterapi atau kombinasi kemoterapi dan radioterapi.

Pasien yang mengidap masalah kesehatan tertentu mungkin tidak dapat menjalankan operasi, atau mungkin pasien memilih untuk tidak operasi. Jika Anda tidak bisa atau tidak ingin operasi, maka dokter akan menangani dengan menggunakan kemoterapi, radioterapi, atau gabungan kemoterapi dan radioterapi. Diskusikanlah baik-baik dengan dokter Anda mengenai pilihan pengobatan yang tersedia.

Kesimpulan tentang Kanker Esofagus Stadium Awal

Apa itu kanker esofagus stadium 1? Ini berarti kanker masih pada tahap awal kemunculannya dan masih berada di dalam dinding esofagus, belum menyebar ke jaringan atau organ lain. Kanker esofagus stadium awal ini dibagi menjadi 2: stadium 1A dan 1B.

Bagaimana mendeteksi kanker esofagus stadium awal? Karena pada stadium awal sering kali belum terlihat gejala-gejalanya, maka orang-orang yang berisiko tinggi mungkin perlu melakukan pemeriksaan endoskopi secara teratur. Mereka yang berisiko tinggi misalnya adalah yang memiliki kondisi bernama esofagus Barrett.

Apa pilihan pengobatan kanker esofagus stadium awal? Kanker esofagus yang masih di stadium awal mungkin dapat diangkat melalui operasi dengan endoskop atau dengan pembedahan. Dokter juga mungkin menyarankan perawatan kemoterapi atau gabungan kemoterapi dan radioterapi setelah operasi untuk meminimalkan kemungkinan kekambuhan.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang kanker esofagus stadium 1. Semoga informasi ini dapat menambah kewaspadaan Anda terhadap penyakit kanker. Nantikanlah ulasan-ulasan menarik selanjutnya tentang penyakit kanker dan gangguan kesehatan lainnya hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Cancer Research UK. Oesophageal Cancer – Stage 1. Reviewed: 2016-07-06. URL: https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/oesophageal-cancer/stages-types-and-grades/stage-1. Accessed: 2020-03-11

American Cancer Society. Can Esophageal Cancer Be Found Early?. Reviewed: 2017-06-14. URL: https://www.cancer.org/cancer/esophagus-cancer/detection-diagnosis-staging/detection.html. Accessed: 2020-03-11

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}