10 Cara Alami Untuk Mengurangi Keluhan Menopause: Bagian 1

591

Diedit:

Menginjak usia 50 tahun wanita akan mulai menyambut masa-masa usia emasnya. Anda akan mencicipi hasil dari jerih payah Anda selama berpuluh tahun bersama keluarga. Anda bisa menjajal petualangan baru di masa pensiun. Namun di sisi lain wanita juga harus mulai menghadapi masa-masa penuh gejolak, ketika mereka mulai memasuki masa menopause.

Masa menopause memang bukan masa yang mudah bagi wanita,itu sebabnya kami sebut sebagai masa penuh gejolak. Seiring dengan berhentinya aktivitas reproduksi yang ditandai dengan tidak munculnya lagi periode menstruasi, sebagian besar wanita juga mengeluhkan sejumlah perubahan kondisi tubuh, kerentanan tubuh mengalami keluhan kesehatan sampai mood yang demikian mudah berubah-ubah ditambah sejumlah keluhan lain.

Sejumlah keluhan yang paling lazim muncul berkaitan dengan tubuh yang jadi lebih mudah merasa lelah, keringat malam yang kerap muncul, demam ringan, efek perut yang mudah merasa kembung dan masih banyak keluhan lain. Ini belum membicarakan sejumlah kondisi kesehatan yang cukup rentan terjadi pada wanita pada masa menopause seperti masalah jantung, diabetes, asam urat, osteoporosis, obesitas dan beberapa yang lain.

Apa yang Terjadi Ketika Seseorang Menopause?

Menopause memang biasanya disertai dengan sejumlah keluhan. Ada banyak penyebab yang menjadi awal kenapa masa menopause memberi gejolak tersendiri pada wanita. Namun kunci utamanya terletak pada penurunan kadar estrogen dalam tubuh. Penurunan ini bisa mencapai level yang cukup rendah yang tentu saja menciptakan efek syok pada tubuh. Inilah yang kemudian mendorong wanita pada usia ini kemudian mengalami sejumlah perubahan mood dan kondisi tubuh.

Sementara itu, penurunan estrogen sendiri akan mengganggu fungsi metabolisme dan fungsi hati dalam mengelola kelebihan gula dan karbohidrat. Akhirnya terjadi penumpukan lemak dalam area perut. Itulah sebabnya wanita pada masa ini dengan mudah membentuk postur tubuh menyerupai apel atau pear.

Penurunan metabolisme ini juga memengaruhi fungsi tubuh lainnya. Tubuh mudah merasa lelah dan lemas. Sementara beberapa organ mulai mengalami perlambatan. Bahkan kadang wanita pada usia menopause mengeluhkan perutnya yang mudah terasa sebah dan kembung. Ini terjadi akibat pencernaannya yang melambat sehingga makan terlalu cepat atau terlalu banyak saja akan memberi efek tidak nyaman di perut.

Estrogen sendiri merupakan salah satu aspek hormonal yang memengaruhi pembentukan sejumlah hormon mood. Ketika kadar estrogen menurun mood jadi tidak stabil dan emosi mereka mulai terlihat lebih sensitif. Bukan hanya mood, efek dari penurunan estrogen ini juga terlihat pada daya tahan tubuh wanita. Mereka jadi lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi, DNA mereka juga menjadi lebih lemah sehingga dengan mudah pula wanita terserang beragam masalah degeneratif juga kanker.

Bagaimana Cara Mengatasi Menopause?

Sebenarnya, yang perlu Anda lalukan ketika mulai berhadapan dengan masa menopause adalah dengan mengubah pola makan Anda. Pastikan Anda mengonsumsi makanan sehat yang seimbang dan mendukung perbaikan dalam tubuh Anda yang tengah berjuang di tengah gejolak masa menopause.

Baca juga:  Apa Penyebab Menopause Dini dan Bagaimana Gejalanya?

Selain itu, jalankan pula pola hidup yang lebih baik, yang mendukung kesehatan fisik dan psikis Anda. Anda bahkan disarankan meluangkan waktu untuk menemukan kembali kegemaran Anda, menemukan teman yang membuat Anda bisa menikmati waktu tanpa merasa murung dan bosan. Situasi kelabu akan memperburuk keluhan yang Anda rasakan.

Apa saja yang disarankan sebagai cara mengatasi menopause ini? Beberapa saran berikut ini terbilang cukup sederhana dan mudah untuk Anda jalankan. Dan Anda akan merasa lebih relaks dalam menjalankan hari tua Anda.

Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan 4 dari total 10 cara untuk mengatasi keluhan menopause. Pada 4 bagian ini, kami khususkan pada cara-cara yang berkaitan dengan gaya hidup.

  • Kendalikan Berat Badan

    Wanita pada masa menopause akan mengalami masalah hormonal yang memengaruhi kemampuan tubuhnya dalam mengelola kelebihan lemak dan glukosa dalam tubuhnya. Penurunan fungsi ini menyebabkan wanita pada masa menopause lebih mudah mengalami kegemukan. Masalahnya, kegemukan selalu akan berkoneksi dengan sejumlah keluhan kesehatan seperti jantung dan diabetes.

    Karenanya begitu wanita menginjak usia 50 tahun, sebaiknya mulai kendalikan pola makan mereka. Coba atur ulang menu harian yang biasa tersaji di meja makan dengan menu yang lebih sehat. Kurangi asupan gula dan karbohidrat, kendalikan asupan protein dan lemak dalam skala moderat untuk menghindari masalah dengan tubuh.

    Pada riset yang dipublikasikan HHS Public Acces tahun 2012 bertajuk “Effects of a dietary intervention and weight change on vasomotor symptoms in the Women’s Health Initiative” juga dijelaskan bahwa mereka yang memasuki masa menopause dengan berat badan pada kisaran ideal cenderung menunjukan keluha menopause lebih kecil dari pada mereka yang memasuki masa menopause ini dalam kondisi gemuk.

  • Lakukan Olahraga

    Sebenarnya seseorang diharuskan tetap menjalankan olahraga sepanjang tubuhnya kuat. Ini karena olahraga akan membantu otot tubuh tetap aktif dan tidak kaku. Olahraga juga membantu sirkulasi darah berjalan lancar, menjaga metabolisme berjalan baik sekaligus membantu tubuh lebih segar dan bugar. Jadi jangan Anda kira dengan Anda memasuki usia 50 tahun Anda tidak lagi diharuskan olahraga.

    Pada usia menopause, olahraga memiliki peran penting untuk menjaga pembakaran energi tetap berjalan. Ini berkaitan dengan metabolisme tubuh yang harus tetap terjaga demi menghindari sejumlah keluhan kesehatan seperti diabetes, hipertensi, demensia bahkan kanker. Olahraga juga membantu menstimulasi kesehatan otak dan tulang.

    Fakta membuktikan bahwa wanita pada masa menopause yang setidaknya menjalankan olahraga selama akumulasi 3 jam dalam setiap pekannya selama 1 tahun akan menunjukan perbaikan kesehatan dan menta yang positif. Ini berdasarkan ulasan pada Journal of Advance Nursing tahun 2006 bertajuk “Quality of life of rural menopausal women in response to a customized exercise programme.”

  • Jangan Lupa Makan

    Anda memang disarankan untuk mempertahankan berat badan, bahkan juga disarankan mengatur ulang pola makan Anda untuk membantu tubuh mendapatkan asupan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda di usia menopause.

    Namun Anda jelas tidak disarankan untuk melewatkan waktu makan. Anda tetap membutuhkan asupan makanan dengan rutin, bahkan mungkin lebih membutuhkan dari waktu-waktu biasa. Dengan metabolisme tubuh yang mudah menurun, tubuh yang sangat rentan merasa lemas dan lelah, merasa lapar atau melewatkan waktu makan jelas bukan tindakan tepat.

    Semakin tidak tepat karena ternyata ketika Anda melewatkan satu waktu makan sama sekali, Anda justru memicu selera makan Anda meningkat lebih tinggi. Bukannya mendorong penurunan berat badan, melewatkan waktu makan akan menurunkan potensi keberhasilan Anda menurunkan berat badan hingga 4,3%. Ini berdasarkan Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics tahun 2012, berjudul “Self-monitoring and eating-related behaviors are associated with 12-month weight loss in postmenopausal overweight-to-obese women.”

  • Minum Air yang Banyak

    Efek dari perubahan hormonal yang memengaruhi keseimbangan metabolisme tubuh, wanita pada masa menopause memang cenderung lebih mudah berkeringat. Ini membuat Anda akan lebih rentan mengalami efek dehidrasi, meski biasanya hanya dalam skala ringan. Selain itu efek dari turunnya kadar estrogen dalam tubuh juga memicu seseorang mudah merasa kering dan haus.

    Untuk itu, selalu pastikan botol minum Anda tidak pernah menjauh dari sisi Anda. Selalu minum setidaknya 10 gelas air dalam sehari dan sebaiknya berikan minum yang tidak berwarna dan berasa. Ini karena air putih cenderung lebih efektif sebagai detoksifikasi tubuh.

    Selain itu, minum air putih memberi Anda manfaat terhadap rencana diet Anda. Air akan menjadi semacam pengisi perut sehingga membantu Anda mengenyahkan rasa lapar. Selain itu, minum air putih juga efektif untuk melancarkan proses metabolisme, sehingga mengurangi efek menopause yang biasanya cukup besar terhadap kinerja metabolisme tubuh.

Baca juga:  10 Cara Alami Untuk Mengurangi Keluhan Menopause: Bagian 2

Selain dengan mengatur pola hidup yang sehat, seperti dengan melakukan olahraga serta menjalankan kegiatan yang membuat mood Anda merasa lebih nyaman, penting pula untuk Anda menjalankan pola makan yang seimbang dan sehat.

Adapun informasi mengenai bagaimana cara menjalankan pola makan yang sehat dan tepat sesuai dengan kebutuhan wanita di masa menopause, akan kami bagikan untuk Anda pada ulasan artikel berikutnya. Masih ada 6 bagian dari 10 bagian yang akan secara khusus membahas mengenai pola makan sehat untuk wanita menopause.