Yang Harus Dilakukan Jika Cedera Mata Karena Ultra Violet!

460

Diedit:

Tanggal 9 Maret 2016 adalah hari yang istimewa bagi kita yang Indonesia. Karena kita akan menikmati pagi yang unik dengan peristiwa gerhana matahari total di beberapa kawasan dan gerhana matahari sabit di beberapa daerah sisanya.

Peristiwa yang hanya akan terjadi tiap 30an tahun sekali ini mungkin memang sebuah kesempatan emas menikmati fenomena alam yang unik. Tetapi tentu saja, untuk menikmati keunikan gerhana matahari Anda tetap harus berhati-hati. Karena sinar UV yang menjadi bagian utama dari sinar matahari bisa memberi efek cukup membahayakan untuk indera penglihatan Anda.

Paparan sinar UV pada bisa menyebabkan cedera mata yang biasa disebut dengan corneal flash burns. Untuk cedera tingkat kecil Anda mungkin hanya akan mengalami efek pantulan cahaya terang yang tidak bisa hilang seperti mengikuti setiap arah pandangan mata Anda. Biasanya tanda cahaya ini akan hilang setelah 5 menit Anda mengalihkan pandangan ke arah cahaya normal.

Namun bila Anda mengalami kondisi corneal flash burns yang serius, bisa jadi kondisi ini akan menyebabkan kerusakan yang lebih serius. Karena itulah beberapa pakar astronomi sangat menyarankan Anda menggunakan perantara khusus untuk bisa melihat gerhana matahari atau Anda akan terancam masalah cedera mata serius hingga kebutaan.

Apa Penyebab Cedera Mata Corneal Flash Burns?

Secara umum segala sumber cahaya dengan intensitas yang tinggi dan mengandung sinar ultraviolet bisa menyebabkan kerusakan mata yang serius. Tidak hanya sinar yang datang dari matahari, tetapi juga sinar lampu, cahaya dari flash kamera, dan pantulan cahaya yang menyilaukan.

Beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan cahaya terang dan api besar seperti pengrajin kaca, pengrajin besi, dan pekerja las juga memiliki resiko besar terpapar cedera mata sejenis karena adanya komponen sinar UV dalam cahaya yang mereka hadapi sehari-hari.

Baca juga:  Ketahuilah 6 Jenis Cedera Mata dan Cara Menanganinya!

Dan khusus pada kejadian gerhana matahari, diketahui bahwa intensitas sinar UV pada matahari yang cahayanya terhalang sebagian justru lebih kuat dan terfokus ketimbang cahaya matahari biasa di pagi atau sore hari, sehingga bisa menjadi 2 -3 kali lebih menyakitkan di mata dan bisa menyebabkan cedera yang serius.

Pada dasarnya cedera terjadi karena sinar Ultra Violet yang jatuh pada iris, bagian berwarna dari mata sebenarnya mengenai kornea terlebih dulu. Sifat kornea sama dengan kulit tetapi dengan sensitifitas yang lebih besar. Efek sinar UV akan membakar permukaan kornea dan membuatnya iritasi serius.

Bila kondisi ini terjadi, maka kornea kehilangan kemampuan untuk membantu iris mengendalikan jumlah cahaya yang masuk ke dalam retina dan menyebabkan cahaya putih atau bayangan seperti muncul di setiap pandangan. Ada rasa perih pada mata, disertai over sensitif terhadap cahaya dan kadang rasa sedikit perih.

Dalam skala ringan, gejala bisa hilang setelah 5 menit. Bila dalam kondisi serius, iritasi akan membuat pandangan buram, mata terasa panas seperti terbakar, terasa seperti silau sampai pandangan terlihat serba putih atau justru menggelap, berbayang dan kadang bisa berlangsung lama atau malah menjadi permanen. Kemungkinan keluhan penglihatan permanen bisa mencapai angka di atas 50% ketika mata Anda mendapatkan paparan sinar UV intensitas tinggi lebih dari 1 menit.

Untuk mata yang mengalami cedera mata semacam ini, langkah awal yang harus Anda lakukan adalah dengan mengalihkan pandangan ke area yang lebih gelap, dan jangan paksakan mata Anda melihat terlalu fokus. Biarkan mata kembali beradaptasi dengan mengedipkan beberapa kali. Air mata Anda akan bekerja membantu mengembalikan kondisi kornea mata Anda.

Namun bila setelah lebih dari 3 menit, rasa mengganjal dan efek silau serta berbayang tak kunjung mereda, coba tetesi mata Anda dengan obat mata khusus anti iritasi yang biasa dijual bebas di pasaran. Obat tetes ini akan membantu mengatasi iritasi yang mungkin muncul pada kornea mata. Pejamkan mata Anda selama 1 menit untuk membantu proses pengobatan bekerja.

Bila setelah 10 menit dan mata Anda masih terasa panas, perih, silau, sensitif, basah dan masih mengalami gangguan penglihatan, Anda sebaiknya segera menemui dokter mata terdekat. Penanganan cepat cedera mata karena efek sinar UV akan mencegah kebutaan dengan lebih baik.

Biasanya dokter akan membantu mengatasi cedera mata dengan memberikan terapi anti biotik oral untuk mengatasi iritasi dan memberikan terapi oral anti inflamasi dari jenis non steroid. Anti inflamasi seperti ibuprofen (Motrin, Advil) atau naproxen sodium (Anaprox) tidak hanya membantu meredakan rasa perih, tetapi membantu mengatasi cedera yang terjadi.

Bagaimana Menghindari Cedera Mata Corneal Flash Burns?

Sebagaimana selama ini disampaikan dalam berbagai media, Anda sebaiknya menghindari paparan langsung sinar matahari pada mata Anda, terutama sinar matahari terang antara pukul 7 pagi sampai pukul 4 sore. Hindari pula tembakan cahaya atau tatapan langsung antara mata Anda dengan lampu. Gunakan kaca mata dengan tingkat filter tinggi untuk membantu meredakan efek sinar UV pada mata. Cara-cara ini akan efektif membantu menghindari efek cedera mata karena sinar UV.

Baca juga:  Ketahuilah 6 Jenis Cedera Mata dan Cara Menanganinya!
Advertisement
Alinesia