Tim Medis: Peranan Paramedis Dalam Menangani Situasi Kritis?


By Fery Irawan

Seberapa besar peranan paramedis dalam menangani situasi kritis yang Anda miliki? Sebuah ensiklopedia bebas menjelaskan secara singkat peranan dari paramedis yaitu sebagai profesi yang memberikan layanan pra-rumah sakit, khususnya saat berada dalam keadaan darurat. Layanan medis ini sudah banyak di beberapa negara seperti: Australia, Filipina, Vietnam, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Kanada. Bagaimana dengan Indonesia?

Sumber yang sama juga menambahkan bahwa di Indonesia paramedis sendiri belum diakui sebagai suatu profesi. Namun pemerintah memiliki undang-undang yang jelas sehubungan dengan tenaga kerja paramedis dalam UU nomor 18 tahun 1964 pasal 1 dan UU nomor 6 tahun 1963 pasal 2, kedua undang-undang tersebut menyebutkan bahwa paramedis adalah tenaga medis yang memiliki pendidikan di bidang kesehatan seperti: farmasi dan kebidanan.

Keterampilan yang Harus Dimiliki Paramedis

Seorang paramedis harus memahami bagaimana caranya menghadapi kondisi kritis, maka dari itu ia harus terlatih dan dinyatakan berkualifikasi (diakui memiliki kemampuan khusus). Pelatihan yang diberikan ialah dapat memastikan terbukanya jalan pernapasan pada pasien sehingga ia dapat bernapas.

Beberapa peralatan berupa pipa kecil yang lentur seperti selang (tube) di masukkan melalui mulut sampai ke trakea, dan dengan bantuan laringoskop bagian dalam tenggorokkan dapat terlihat, ini disebut intubasi.

Metode krikotirotomi yaitu memasukkan kateter atau selang kecil melalui leher bisa saja dilakukan. Guna menangani keadaan darurat yang mengancam nyawa karena tidak berfungsinya paru-paru atau kolaps, mereka bisa jadi memasukkan jarum dan kateter melalui dinding dada.

Paramedis juga harus memiliki keterampilan dalam melakukan terapi intravena, yaitu memasukkan kateter kedalam pembuluh darah dengan bantuan sebuah jarum sebagai penghubung, agar cairan semacam larutan garam dapat terinfus. Alasan lain mengapa terapi intravena dilakukan yaitu agar sumsum tulang belakang dapat menerima infus secara langsung melalui sebuah alat.

Mereka juga harus dapat menggunakan monitor jantung atau defibrilator yang berfungsi untuk memantau kondisi jantung pasien, sekaligus memberikan gelombang kejut listrik irama dan fungsi normal jantung dapat kembali saat terjadi gagal jantung. Alat tersebut juga dapat berfungsi sebagai kardioversi yaitu alat yang mampu memperlambat detak jantung yang berdetak terlalu cepat, juga dapat bekerja sebagai alat pacu jantung saat detak jantung melemah.

Ingatlah di beberapa negara personel ambulans tidak selalu bagian dari paramedis dan petugas ambulans hanya bertanggung jawab mengantar pasien sesegera mungkin menuju rumah sakit. Ya, demikianlah peranan tim medis dalam menangani situasi kritis yang bisa saja Anda alami.

Tantangan dan Risiko Sebagai Paramedis

Paramedis seringkali bekerja dalam situasi dan kondisi yang tidak mendukung, seperti cuaca yang buruk atau lokasi berbahaya. Mereka juga beresiko tertular penyakit melalui darah atau cairan tubuh lainnya. Maka dari itu peralatan pelindung diri yang dikenakan juga disesuaikan dengan kebutuhan.

Terkadang mereka harus menjadi korban dari serangan pasien yang tidak dapat mengendalikan diri, reaksi berlebihan dari keluarga pasien, dan menghadapi tekanan emosi karena situasi yang tak terkendali. Pekerjaan mereka memiliki resiko cedera fisik dan kelelahan, bahkan nyawa mereka seringkali terancam.

Namun, apa yang membuat paramedis tetap bertahan ialah semangat kerelaan mereka dalam membantu semua orang, tak soal bagaimana situasi ataupun kondisinya, suatu kebahagiaan bagi mereka jika mereka berhasil menyelamatkan nyawa pasien yang berada dalam situasi darurat.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}