Ternyata Tape Singkong Kaya Manfaat bagi Kesehatan!

666

Diedit:

Makanan dan minuman fermentasi sejak lama sudah dikenal sebagai asupan yang kaya manfaat untuk kesehatan. Anda bisa menemukan berbagai makanan dan minuman fermentasi yang kemudian dijuluki sebagai sajian kaya nutrisi seperti yoghurt, kefir, cuka apel, cuka madu, juga tempe dan tahu. Bahkan fermentasi sayuran khas korea yang biasa dikenal dengan nama kimchi juga dikenal sebagai salah satu makanan terbaik di dunia.

Jangan salah, di Indonesia juga terdapat sajian fermentasi khas yang mungkin tidak mudah Anda jumpai di belahan negara lain. Sebagaimana kebanyakan makanan fermentasi, sajian satu ini juga kaya manfaat dan kaya khasiat.

Tape singkong—sajian yang berasal dari proses fermentasi dari singkong, sejenis umbi-umbian yang dikenal kaya akan karbohidrat. Proses fermentasi membuat singkong yang dikenal keras saat mentah menjadi lunak dan lembut untuk dikonsumsi. Lengkap dengan perpaduan rasa manis dan asam yang disukai.

Untuk menghasilkan tape singkong yang baik dibutukan sejumlah bakteri fermentasi. Sejumlah bakteri fermentasi untuk proses pembuatan tape singkong antara lain Bacillus sp, Amylomyces rouxii, Rhizopus sp, Saccharomycopsis fibuligera, dan Pediococcus.

Perilaku bakteri ini akan menghasilkan sejumlah enzim amilolitik, enzim amilase, dan enzim invertase yang bekerja memecah gula dalam zat pati singkong menjadi glukosa dan alkohol. Muncul pula sejumlah senyawa asam seperti asam keto, asam asetat dan asam laktat yang menghancurkan senyawa pati menjadi partikel lebih kecil dan mendorong singkong yang keras menjad lunak. Senyawa asam ini membentuk karbohidrat menjadi lebih berserat sebagaimana jenis karbohidrat kompleks.

Dari karakter unik inilah berdasar sejumlah riset yang berhasil kami himpun dari pusat riset IPB, ditemukan sejumlah manfaat tape singkong, seperti:

Sebagai sumber karbohidrat kompleks

Singkong memang sudah dikenal kaya akan karbohidrat. Hanya saja karbohidrat jenis ini sifatnya sederhana, sehingga mudah menyebabkan kenyang dan cepat pula memberi efek lapar kembali.

Dengan proses fermentasi, maka karakter karbohidrat dari tape singkong berubah dengan hadirnya sejumlah serat larut di dalamnya. Serat ini menjadikan tape singkong lebih efektif menahan rasa kenyang lebih lama. Ini sebabnya tape singkong justru baik Anda asup di kala diet, juga sehat dikonsumsi oleh mereka dengan keluhan diabetes.

Baca juga:  Singkong Obat Kanker: Alternatif Pengobatan Kanker

Membantu melancarkan pencernaan

Kandungan enzim-enzim yang dliepas oleh bakteri mendorong pencernaan bekerja lebih efektif. Membantu memaksimalkan proses sekresi dan memudahkan makanan untuk diserap oleh usus halus.

Di sisi lain kadar asam, serat dan pelepasan enzim bakteri juga membantu meningkatkan efektifitas pembusukan makanan, memecah partikel sisa makanan menjadi lebih kecil dan lebih efektif dalam menyerap air sehingga feses menjadi lebih lunak, licin dan mudah untuk keluar. Ini sebabnya tape singkong sangat sehat untuk membantu meringankan keluhan sembelit.

Meningkatkan fungsi saraf dan otot

Pelepasan enzim dan sejumlah senyawa dari bakteri dalam tape singkong memberikan manfaat tape singkong sebagai stimulan sistem saraf. Ada kaitan antara enzim dalam tape singkong dengan tiamin, sejenis asam amino yang penting untuk menjaga kinerja sistem saraf dan memberi efek pengikat bagi sel-sel jaringan otot.

Mengasup tape singkong akan membantu tubuh Anda lebih efektif menghasilkan energi, meningkatkan kinerja sistem saraf, menenangkan sejumlah ketegangan saraf dan membantu meredakan lelah dan pegal.

Mengendalikan kolesterol

Asam organik dalam tape singkong baik untuk membantu memecah sejumlah cadangan lemak dan endapan kolesterol yang tersimpan dalam tubuh. Mengasupnya dalam jumlah wajar secara rutin sangat baik untuk mengurangi intensitas endapan kolesterol dalam sistem pencernaan dan sirkulasi darah. Sehingga juga baik untuk mengurangi resiko tekanan darah tinggi dan serangan jantung.

Kadar serat yang tinggi akan memberi manfaat tape singkong untuk menarik lebih banyak lemak dan kolesterol untuk dibuang melalui feses. Sejumlah pakar juga meyakini ada manfaat tape singkong untuk meningkatkan daya serap tubuh terhadap kolesterol dan lemak untuk kemudian diubah menjadi energi.

Mengatasi anemia

Kebanyakan orang hanya mengira untuk mengatasi anemia Anda akan membutuhkan zat besi. Ternyata selain zat besi, sel darah merah dan hemoglobin memerlukan sejumlah vitamin B1 atau tiamin, B12 atau kobalamin dan B9 atau asam folat untuk proses pembentukannya.

Baca juga:  Singkong Obat Kanker: Alternatif Pengobatan Kanker

Dan kabar baiknya, tape singkong memiliki kadar vitamin B1, B12 dan vitamin B9 dalam kadar yang tinggi. Sehingga meski tidak kaya zat besi, mengkonsumsi tape singkong juga baik untuk mengatasi anemia.

Menguatkan tulang

Dalam tape singkong ditemukan sejumlah mineral penting seperti kalsium dan fosfor yang terbukti memiliki peran besar dalam membantu mengisi struktur tulang, menguatkan tulang dan membantu tulang tidak mudah keropos.

Sebagai anti oksidan

Dalam ulasan lain diungkap adanya kandungan anti oksidan dalam tape singkong yang bekerja menetralisir jenis racun tertentu dalam tubuh yakni aflatoksin. Toksin ini banyak dijumpai pada jenis makanan olahan yang rentan menjadi ekosistem kapang Aspergillus flavus. Senyawa aflatoksin ini kerap menjadi salah satu pemicu sejumlah keluhan pada persendian, otot dan tulang.

Membantu menetralkan sianida singkong

Sejumlah reaksi enzim yang terjadi dalam proses fermentasi tape singkong ternyata juga bekerja menetralisir kadar sianida dalam singkong. Selama ini diketahui singkong mengandung sianida dalam batas tertentu yang memberi efek negatif terhadap fungsi hati dan memberi efek negatif terhadap fungsi sum-sum tulang belakang.

Itulah sejumlah manfaat tape singkong yang diperoleh dari kandungan nutrisi, probiotik dan senyawa anti oksidan di dalam tape singkong. Asup tape singkong dalam kadar sewajarnya dengan rutin beberapa kali dalam sepekan untuk mendapatkan manfaat tape singkong.

Pastikan Anda memilih tape singkong dengan kematangan tepat, karena jenis tape singkong yang terlalu matang mengandung asam asetat terlalu tinggi. Asam jenis ini bisa cukup berbahaya untuk lambung dan ginjal.

Advertisement
Alinesia